Life is too short to wake up in the morning with regrets. So, love the people who treat you right. Forget about the ones who don't, and believe that everything happens for a reason. If you get a change, take it. If it changes your life, let it. Fight your day with your heart, get win and never surrender for what you believed. Always spread love, always thankfull for what God gives to us. Remember, no body said it would be easy. They just promised it would be worth it.



Tampilkan postingan dengan label Day to remember. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Day to remember. Tampilkan semua postingan

Minggu, Desember 30

Daun pun tak selamanya hijau, kawan....

Nanti malam setelah jam 12 berdentang, tahun agar berganti. Bertambah 1 angka di digit belakangnya. Dengan apa kita akan menandai bertambahnya angka 1 itu? Dengan membeli terompet dan membunyikannya keras-keras sehingga dapat menggantikan pukulan kentongan bapak-bapak yang biasanya keliling ronda? Atau membuat kue apem dibeberapa daerah dan membagikannya ke semua warga. Atau juga dengan kenduri ?

Apapun pemaknaan kita dan selebrasi kita saat menjelang tahun baru, apakah benar-benar kita perlukan jika semua yang pernah kita lakukan, kesalahan-kesalahan di tahun lalu akan terulang. Sikap negatif kita. Apatis kita. Ketak pedulian kita akan sekitar. Dan sebagainya. Njur, tahun baru itu menjadi apa? Sia-sia kupikir. 


Daun masih berwarna hijau, seperti yang terlihat dibalik kaca jendela ruangan kantorku, bahkan suasananya masih sama dengan tahun yang lalu. Pembedanya adalah cat kantor yang berganti warna menjadi biru,sehingga menjadi segar dan tak terlihat kusam lagi. Dan apakah kalian tahu ada pohon pucuk merah? Bahwa warna-warna pucuk daunnya berwarna merah. Sungguh indah, lain dari pada yang lain. Menjadikan persepsi kita bahwa daun harus berwarna hijau atau berwarna kuning karena layu, akan berubah. Seperti itulah, yang ingin kurasakan pada tahun depan. Maksudku, 24 jam kedepan. Saat angka 1 itu lahir. Berganti warna, menjadi beda, merubah paradigma lama. Atau seperti hewan dan tumbuhan, bermetamorfosis, berubah kulit seperti ular, atau malah ber-mimikri, sehingga tak seorangpun bisa mengira seperti apa kita kemudian. Berani berubah dan berani mengubah.

Itu harapanku, selain harapan terbesar masih sama seperti dulu, dekat dengan orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita.

Well, what's your expect after 24 hours, in future?
It's on yours..!!!!



Minggu, Desember 2

Oke..baiklah....Diriku tetap kerenlaaah...!!!

Ho ho ho...seharusnya tulisan ini dipost kan tanggal 29 November kemarin. Emang ada apa di tanggal itu? Wahhh...itu tanggal penting lho..tanggal dimana si penulis cerita bertambah tua..hmm...jatah umur yang berkurang.... Jatah menerima tambahan do'a dari orang-orang tercinta : Semoga banyak berkah di sisa usia...amiinnn..aminn ya Robbal alamin...

Apa yang telah dilakukan selama empat puluh tahun lalu? Banyak kesombongan yang jelas. Banyak kesalahan. Banyak keisengan. Banyak berkeluh kesah. Banyak berlaku sok-sok an. Banyak dosa.....  too bad....too bad...very bad !!!
Padahal setiap perbuatan inginnya tak ada itu semua....tapi ? I'm just a human...Ah, tapi itu bukan excuse.....itu pembenaran !!! Pembenaran atas kebodohan pribadi. Pembenaran atas ketidaktahuan. Dan pembenaran atas ketidakmauan untuk belajar,.... belajar dan belajar. Bukankah lelucon "Jangan mengulangi kesalahan" itu benar-benar bukan anekdot semata?

Dan sekarang, sepertinya 'kesombongan' itu tetap ada. Merasa bahwa apa yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir adalah suatu kebajikan, suatu hal yang luar biasa, suatu hal yang perlu pengakuan orang lain, dan parahnya adalah suatu hal yang ingin mendapat pujian. Atas dasar apa coba? Hmmm....kupikir atas dasar 'ke-merasa-an' diri. Terlalu over confident. Tapi ternyataaaa?????  Expecting-nya terlalu tinggi. Tak semua orang memuji, tak semua orang merasa nyaman dan cocok dengan kita. Kitaaaa????? Heheheheh....sayangnya, ternyata cuman diri ini.  :(

Mau contohnya? Hmm..pernahkah kalian bertemu dengan orang yang kalau kau sapa, kau senyumi, tak pernah menggubrismu? Tahu kan bagaimana rasanya dicuekin orang? Hmmm...setiap bertemu, tak pernah kubosan menegurnya, walaupun hasilnya akan tetap sama.  Sedih rasanya, saat menyadari teguran, sapa dan senyumku tak pernah berbalas. Padahal dulu, kami akrab lho. Beliau ini suka bercanda, menggoda, karena dalam rapat selalu hanya aku yang wanita. Dan saat sadar kalau mulai dicuekin, ku sms, mungkin ada kesalahan yang tak kusengaja menyakiti beliau. Dan beliau membaca sms ku langsung datang keruangan dan menyodorkan tangan. Katanya," Apa-apaan ini? Kita gak ada masalah kan? Ah..kau terlalu banyak perasaan sih." Dan pertemuan itu ditutup dengan canda. Ahamdulillah, saat itu menjadikan kami akrab lagi. Tapiiiii...akhir-akhir ini, sikapnya sekarang bahkan jauh lebih dingin dari sebelumnya. 
 
Contoh yang lain? Hmm...misalkan saat kutawarkan blog ini pada seorang kawan...Dan si kawan ternyata mau berkunjung dan membaca isi blog, ... itu menyenangkan sekali buatku. Tetapi pada suatu masa kemudian, saat kau tawarkan suatu bahasan dalam blog ini kembali, sang kawan tersebut membalas dengan "Gak aaaahh,...Bahasanya,...." ( Tersirat bahwa ada yang salah dengan pemakaian bahasaku). Nah, bukankah itu sudah menunjukkan bahwa : Ah, blog apaan, isinya apaaa, bahasanya..... dan itu berarti,  Sopo to kowe kuwi?? 
Hiks...sedih.... Trus, jadi kepikiran. Berhari-hari malah. Ada sesuatu yang salah. Expecting-ku ternyata memang benar-benar ketinggian. I'm not good enough.

Tetapi....., tidak ah...tidak ada yang salah. Bahasa di blog ini memang bahasaku. Untuk mereka yang sangat halus tutur bahasanya, bahasa di blogku bisa jadi terlalu terus terang, tajam dan tidak berperikemanusiaan...heheheheh....Lha ini semua karena diriku bukan penulis handal, cuman penulis kacangan yang hanya berani nulis di blog. Pernah nyoba ikut even kecil nulis, tapi hasilnya juga belum kutahu, belum diumumin, atau sudah tapi tak kutahu...hihihi, karena tak terlalu yakin dapat masuk nominasi. Tapi walaupun hanya di blog, tetap berani. That's me. Apa adanya diriku. Dan ini kusadar saat ada #ShareABook di twitter dari seorang kawan @LetsShareABook, mengambil bukunya Hugh Macleod "Freedom Is Blogging In Your Underwear" dimana dijelaskan :

1) Internet memberikan kebebasan pribadi dan mengubah hidup, salah satu contohnya:    blogging. Blog sangat penting & powerful.
2) Blogging menjadikan seseorang menjadi "in-charge", melakukan yang diinginkan dan    independen tanpa perlu persetujuan orang lain
3) Saking bebasnya, kita dapat memilih kapan dan dengan cara apa kita ngeblog. Kalau    Hugh, dengan "bercelana dalam" pun bisa.
4) Kita dapat ngeblog kapan saja, mengisinya dengan sesuatu yang kita inginkan & sepanjang  apapun. It's up to us.
5) Blogging adalah ekspresi diri atau apa adanya. Just be ourselves.
6) Menurut Hugh, dg ngeblog maka kita punya platform. Punya platform berarti punya   karir. Dan, punya karir berarti punya hidup.
7)  Dan jika kita memiliki hidup maka kita punya kebebasan.  Maka, blogging adalah hidup     dengan kebebasan (freedom).

Well....jadi suka-suka kita kan dalam pengisian blog kita, tetapi tetep dong, maksud nya adalah : Semoga bisa memberikan manfaat bagi yang membacanya. Tetapi juga,...orang lain juga berhak menolak membacanya...hehehhehehe.... Begitulah. Jadi...mungkin gak perlu sedih-sedih amat deh, mikirin siapa yang mampir, siapa yang tidak. Dan menulis??? Jalan teruuuussss....!!!! Keren kan ???

Dan pada saat kusedih akan sikap teman yang mencuekkan kita, ternyata yang dicuekin bukan hanya diriku seorang. Heheheeh....rupanya banyak yang mengeluh tentang 'beliau' yang kata mereka 'kok bisa sih', ditegur aja tak pernah mau. Rupanya yang ber'masalah' sepertinya bukan orang yang menegur, tetapi beliau yang ditegur. Tapi teteplah, setiap bertemu, tak lupa kutegur, kesenyumi bahkan juga kadang menegurku pun dengan memanggil namanya. Dan selalu tak dapat balasan. Keren bukan ???

Baiklah, siapa yang bilang kalau selama ini diriku keren?
Yeee.......coba tanya suamiku, pasti jawabnya, istrinya yang terkeren. Gak percaya? Coba deh.  *Uhuk
Masih mau coba lagi? Gak percaya kalau aku hebat? Coba tanya ibuku....hehehehhehe
Dan aku sangat pintar lho. Masih tetap gak percaya? Coba tanya my lil son.....biasanya kalau ada yang susah dipelajaran SD nya, my lil son pasti nanyanya ke Emaknya, dan pernah dia bilang, "Ibu kok mesti tahu jawabannya sih?"
Wahahahhaah........pintar kan Emaknya.

Dan tanggal 29 November kemarin, masih banyak teman-teman yang mau sekedar menyapa, dan mendoakan yang baik-baik pada wanita biasa-biasa ini. Doa-doa terkeren yang selalu akan ku 'amin' i.  Masih banyak orang-orang yang mencintai si manusia penulis blog yang 'apalah' ini. Ucapan tengah malam dari yang terkasih. Kado doa dari anak tersayang, si kakak di rumah, walaupun hanya melalui sms.
 
Dan lihatlah, bahkan kuterima bingkisan spesial ini, sebuah ucapan yang menghangatkan hati, sangat,....  mawar .....aaahhh..... Do you know, mawar is the most beautiful 'bunga' in the world, terutama yang ini    ----------------->
(*,)


Dan dari semua bukti itu, maka sampai detik ini   "Diriku tetap kerenlaahhh...!!"  hihihihihihi...........


Jadi kenapa harus bersedih dan tak percaya diri ????
Just be my self and believe that is the best of me.......

  
  
  

Rabu, Desember 28

"Hmmmmm...sayaaanngggg...coba ini deh".

Seorang teman dari Bandung kemarin mengeluhkan tentang Hari Ibu. Kata dia, "Ini semua orang di statusnya mengucapkan Selamat Hari Ibu. Tak di BBM, tak di FB, tak di Twitterland." 
"Kenapa mereka tak mengucapkan langsung saja ke ibu mereka?"
"Menjengkelkan sekali!!"   Katanya saat itu.
Teman Earth itu laki-laki. Dan dia memang jengkel sekali saat itu,..hihihihi.  Salah sendiri, kenapa dia punya semua akun jejaring sosial. Gak bosen apa, ngecekin semua akunnya itu??? hadewwww....hidup kok dipake cuman buat BBM, FBan ma Twitteran... Mendingan buat nonton drama korea. Lhoh..!!!???? hahahahhahaah...

Menurut Earth, merayakannya sesuatu dengan mengambil tanggal tertentu sebagai selebrasinya sebagai hari yang akan diingat oleh seluruh orang didunia, seperti perayaan hari Ibu (Mothers's Day), April Mop, Earth Hour, Earth Day dan lain-lain, sah-sah saja. Bagaimana kita menyikapinya, itu yang penting. Hari Kartini atau Hari Ibu di Indonesia, para wanita sibuk menggunakan kebaya, bahkan bisa jadi sampai keluar suatu peraturan di Kantor pada tanggal itu, wanita harus menggunakan baju kebaya untuk memperingatinya. Kalo kita lihat saat itu meriah sekali yaaaa.. liat para wanita menjadi bener-bener seperti wanita yang keibu-ibuan..... Aha aha aha... Dan sepertinya mereka bangga sekali memakai baju identitas itu. Saat itu,  apa mereka juga bangga ya sebagai Ibu? Bahwa mereka adalah ibu dari anak-anak mereka, ibu dari anak buah mereka dikantor, ibu dari anak-anak didiknya????? Dan bagaimana saat baju identitas Ibu itu tak mereka pakai lagi, dan kembali ke dalam kesibukan rutin? Walahualam..... hanya ibu-ibu itu yang tau..hihihihihihihi

Hari Ibu memang sudah lewat. Dan tak ada salahnya tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai hari Ibu. Paling tidak pada saat itu semua orang akan disadarkan untuk mengucapkan rasa terima kasih mereka dan mengucapkan kata sayang kepada para wanita-wanita yang mengiringi langkah mereka dalam wujud Ibu. Karena bisa jadi mereka sering lupa untuk mengucapkannya. Atau sebenarnya mereka ingat tapi malu atau malas mengucapkannya. Nah, malu dan malas itu kemudian dilegalkan pada tanggal 22 Desember itu. Karena saat itu banyak yang mengucapkan kata terimakasih dan kata sayang pada perempuan bernama Ibu, maka malu dan malas mereka tak akan se-kelihatan seperti kalau tak ada orang lain.   

Jadiiii..kalo tak ada tanggal 22 Desember itu sebagai Hari Emak-Emak, maka bayangkan mereka-mereka yang malas mengucapkan kata sayang pada Emaknya atau Istrinya atau Saudara perempuannya atau teman perempuannya..hihii kalo yang terakhir ini, konotasinya kok menyiratkan sekali yaaa? teman perempuan? hahahahahah... 
Maksud Earth mah beneran temen perempuan, mungkin tetangga, mungkin simbok2 yang jualan yang sering ketemu, mungkin temen kantor, gituuuu... bukan TTM nya,...hehehehehe. Bisa jadi mereka tak akan pernah mengucapkannya. Dan kalau itu benar-benar terjadi, kasiaaan sekali. Masak selama hidup gak pernah mengucapkan kata sayang, hanya karena malu? ...  :(( 

Duluuuu..pas Earth masih magang di Jakarta, belum lulus Kuliah, saat itu Earth numpang tinggal di rumah Saudara dari Ibu di Pejaten, suatu daerah di Pasar Minggu. Beliau adalah seorang anggota Brimob, yang kala itu masih bertugas. Walaupun penampilan yaaa..sedikit sangar.heheheh..kan anggota Brimob. Tapi beliau saat dirumah, lain sekali. Beliau selalu memanggil anak-anaknya dengan menambahi kata  "sayang"  sesudah nama anaknya. 
"Peni sayang, coba sini,"  atau :  "Ada apa Uut sayang?"  tanyanya kalau sang anak memerlukan bantuan.  Pertama dengar,  rasanya bagi Earth aneh sekali. Dari kecil sampai sebesar itu, Earth tidak pernah dipanggil orangtua dengan ada tambahan kata sayang dibelakang nama Earth. Kejadian itu adalah Tahun 1992 an. Nah masih jadul kan. Dan saudara ibu itu juga orang jadul. Tapi kata "sayang"???..hadueeeehhh.... jaman dulu gitu lho. Anggota Brimob gitu lho. Luar biasa kan.
Earth juga tak tahu kenapa orangtua Earth tak membiasakan panggilan itu. Dan alhamdulillah, kata  "sayang"  itu sekarang memenuhi diseluruh ruangan rumah Earth. Bahkan pembantu dirumah pun sering menambah kata  "sayang"  itu saat memanggil anak-anak Earth..heheheheh....kesetrum latah ternyata.  Dan efeknya ? 
Mau tauuuu ? 
Beneran mau tauuuu????  
Coba aja sendiri,.......aha aha aha  :))

 

Rabu, Agustus 24

The Sweetest Thought Of Death

Kenapa jadi pingin cerita tentang kematian ? Hmmmm.......
Death, means the time at which life ends. Dalam beberapa agama samawi, ada kehidupan setelah kematian. Lhah..definisi diatas jadi salah dong? hehehehe...Entahlah...

Kematian tiba-tiba mampir ke otak, saat mau liburan lebaran yg sembilan hari, nyempatin salam-salam an dulu dg beberapa kawan, dan saat Earth bilang, maafin earth yaaa..sapa tau setelah 9 hari gak ketemu atau malah gak ketemu sama sekali....heheheh..dan : Ih, jawab temen-temenku saat itu.... kata mereka, Earth bilang sesuatu yang mengerikan.

Dan alhamdulillah setelah 9 hari libur, Earth masih diberi kesempatan untuk berjumpa temen2 yang dulu sudah disalamin, dan sekarang bersalaman lagi untuk mengucapkan Minal aidzin wal faiidzin...Tapi tidak dengan istri seorang pedangdut Indonesia, yang tak dapat bertemu suami dan saudaranya lagi setelah 9 hari libur lebaran. Yup, begitu banyak kematian ada disekeliling kita, dan saat itu datang pada seseorang yang kita tahu atau kenal, kita akan terhenyak saat itu pula. Padahal itu juga berlaku pada kita.

Earth bukan orang yang benar-benar mengerti agama secara kaffah (walaupun sebenarnya mau banget belajar), and of course I'm not a good preacher,... sehingga tak tahu cara berdo'a yang baik.. dan apakah diperbolehkan meminta untuk hidup lebih lama. terkadang dalam do'a, Earth selalu meminta semoga diijinkan oleh Alloh untuk melihat my sons growing up..menimang cucu-cucu mereka kelak, dan berdo'a semoga titipan Nya (my sons) masih diijinkan untuk Earth asuh dan Di Pindah Bukukan kepemilikannya sementara ke Earth, sampai kelak mereka sudah kuat dan siap untuk menjalani lakon kehidupan mereka sendiri..dan akhirnya Earth mati secara husnul khotimah.....Amien Ya Robbal alamin.

Tapi do'a yang Earth panjatkan itu mengandung konsekuensi yang besar..sangat besaaar.. Dan apakah itu? Menurut Earth adalah, Earth harus meningkatkan kualitas "second life" dari hasil meminta-minta pada Tuhan itu. Masak masih sama, kalo' do'a kita dikabulkan.. lha bekal kita nanti di "another life" apa coba? Tapi itu semua usaha, yang menentukan kualitas kita sudah meningkat ke titik equlibrium, bukan kita yang menentukan,..tapi orang lain. Yap,..yang mengukur baju kita tetap tukang jahit dan orang lain.. kita tak bisa mengukur ukuran baju kita sendiri, tapi menghafal ukuran baju baru bisa. Setelah diukur oleh si tukang jahit atau orang lain yang kita minta tolong untuk mengukurnya, kita tahu ukuran pinggang kita, panjang lengan baju kita, panjang ukuran celana kita..dan kita bisa menghafalnya.. apakah suatu saat melebar atau mengecil. Tergantung berapa banyak asupan makanan yang kau masukkan kedalam mulut. Itu analog nya menurut Earth loh.. jadi jangan protes kalo analog nya salah.. wong Earth juga cuman ngawur...heheheheh...

Saat kemarin ada seorang anak bernama Andhika Muhammad, anak berumur 12 tahun tinggal di Desa Tawangsari Sukoharjo-Solo, yang ususnya harus berada diluar perutnya setelah dioperasi 3 kali...dan alhamdulillah earth sempat menengoknya walopun Earth sendiri tak kenal Dika..... dan harus sembunyi-sembunyi ke Dika supaya gak keliatan kalo Earth nangis liat dia. Saat itu Dika bertelanjang karena sejak sakit baju tak bisa dipakaikan ke tubuhnya dengan tubuh begitu kurus..tinggal tulang....(padahal foto Dika sebelum sakit begitu gemuk dan tampan),...dengan usus yang selalu mengeluarkan makanan yang dia telan, seakan-akan makanan hanya numpang mampir sebentar. melihat kondisi Dika, kita tentu mengira umur Dika tak akan bertahan lama. Tapi siapa yang tahu ? Malah istri seorang artis yang segar bugar lebih dulu dipanggil Nya, padahal Dika sakit juga sudah lama. Dan salahkan Earth saat itu memohon pada Tuhan Earth, kalo memang Yang Kuasa berkehendak menyembuhkan Dika, semoga dimudahkan karena orangtuanya begitu miskin, sedangkan Albumin sebotol kecil yang sangat diperlukan Dika harganya mencapai 2 juta lebih. Tetapi kalo Yang Diatas berkehendak memiliki Dika lagi, semoga Tuhan mencepatkan pertemuan itu tanpa Dika merasa sakit......aahh, saat itulah Earth memohon Kematian untuk Dika,...dan terlihatlah betapa egoisnya Earth, yaa...sementara kita meminta untuk panjang umur, dan pada saat yang sama kita memohonkan kematian bagi orang lain. Astogfirulloh.. hanya Alloh yang Maha Tahu apa yang ada di hati kita dan maksud kita sesungguhnya.

Dan beberapa hari lalu juga mendapat kabar, ada seorang teman yang juga mengidap sakit kanker prostat yang harus segera dioperasi. Kita tak akan pernah tahu kapan nyawa akan lepas dari badan. Saat hiduplah, kita memohon untuk diberi kesehatan dan keselamatan. Dan saat yang sama itulah kita sering lupa bersyukur, bahwa sampai hari ini kita diselamatkan dan diberi nafas. Astogfirulloh.

Lihatlah teman-teman kita yang terbaring lemah, berusaha untuk membuat semangat dari dalam diri mereka sendiri... Aaahh..jadi ingat mata Dika lagi..yang sering nanar melihat ke perutnya, melihat ususnya mengeluarkan kotoran, dan ibunya yang penuh kasih membersihkannya. Subhanalloh, kasih sayang seorang Ibu. Disini Earth berterima kasih banyak kepada beberapa teman-temang yang mengikhlaskan sedikit rejekinya untuk Andika. Hanya Tuhan kalian yang akan membalas kebaikan kalian, kawan!!

Karena Earth adalah muslim dan Earth sangat sangat sangat percaya pada Al Qur'an sebagai penunjuk jalan..now let see beberapa ayat dari Al Qur'an yang merujuk atas indahnya kematian..chek it out :
"Sesungguhnya negeri akhirat itu adalah al-hayawan, kehidupan yang sesungguhnya" (QS Al-Ankabut (29) : 64 )
"Sesungguhnya akhirat itu lebih baik untukmu daripada dunia" (QS Ad-Duhaa (93) : 4 ) 
"Setiap jiwa akan merasakan kematian" (QS Ali Imran (3) : 183 )
"Sesungguhnya orang-orang yang menyatakan bahwa Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan jangan pula bersedih, serta bergembiralah dengan surga yang dijanjikan Allah kepada kamu.' " (QS Fussilat (41) : 30) 

dan ini kawan, QS Al-Jumu'ah (62) : 8
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".

Dan mungkin suatu hari kelak kita akan menyambut gembira teman kita Izrail, mengajaknya berkawan atau mengajaknya menari bersama ...dan semoga tampilan teman kita itu tak seperti ini ------------>

Kamis, April 21

Kartini, Kartinem, Kartinah, Karissa, Karrine,.... what would U like to be ?

Haiiii... mother, ibu, istri, daughter, sister, tante, mak, mbok, .... selamat hari kartini. Pasti tau dong tanggal 21 April adalah hari kartini. Dan bagi semua wanita di Indonesia bahkan juga di luar Indonesia I believe pasti banyak yang tahu juga sosok Ibu Kartini. Dikantor, sekarang banyak yang diwajibkan mengenakan kebaya pada hari ini, sedangkan dulu cuma di sekolah-sekolah sampai dengan tingkat SMA. Hmmmm.... ada apa dengan kebaya?. Selebrasi nya sih oke.. buat tetap mengenang sosok beliau dan semangatnya. Tapi sampai sekarang earth masih penasaran, siapa sebenarnya pencetus kata emansipasi wanita. Hmmm... musti ketemu mbah dulu buat nanya.. yak mbah google namanya.... hahahah

Bagi earth, hari kartini sama dengan hari ibu, womans day atau semua hari yg berkaitan dg perempuan. Tapi kenapa di Indonesia yg terpopuler adalah Hari Kartini?. Itulah hebatnya doktrin masa lampau. Sampai pelosok dan penjuru daerah minus pun di Indonesia pasti taulah peringatan Hari Kartini. Berbeda dg hari-hari yg berkaitan dg perempuan seperti sekarang.. yang banyak tau adalah orang yang mau tau saja.. hahahah... kalo' dulu harus tau karena doktrin nya mewajibkan untuk tau.

Mumpung earth sedang semangat nulis di awal Hari Kartini (dan earth hari ini juga pake baju ber genre kebaya pula..).. huhuhuhu.... ada hal yang sangat mengganjal di hati, ketika seorang kawan called syaecho si syaechopat gila.. hendak menulis sesuatu ber label materialism anti klimax... and sharing with earth about a carrier woman right now. Si syaecho belum beristri dan mungkin menginginkan istrinya bukan seorang wanita karir atau wanita bekerja tetapi masih memperhatikan anak dan keluarganya...(entahlah). Yang jelas si temen gila earth itu sedang bersedih melihat beberapa wanita bekerja yg sempat dilihatnya. Dan silahkan siapapun yg mau nyimak cerita earth.. ambil napas yg banyak, siapin camilan, karena it would be take along story. (emang ada yg baca my blog ? heheheh... meneketehe.. earth cuman nulis.. terutama buat nyemangati earth sendiri..) I want to give an appreciate for myself.. 

Disini earth tidak menghujat, melemahkan, memojokkan siapapun, ataupun bermaksud sombong..... disini adalah life lines earth to be a mother earth.. apa yang earth alami sejak kecil till now.. dan itulah yg membentuk earth seperti sekarang ini. Tak ada kesombongan, tak ada penyesalan.. semoga kelak, saat my sons want to read his mother's blog tau, dan bangga dengan emaknya, dan knows that his mothers really.. really loves her sons too.. too... too much.. walopun sekarang tidak setiap hari didekatnya, dan ibunya adalah seorang wanita karir, means wanita bekerja bukan hanya ibu rumah tangga.    And here we go.........

Earth lahir di kota kecil Sukoharjo- Solo Jawa Tengah. Dengan bapak seorang PNS dan terakhir beliau adalah Kakandep di Wonogiri. Ibu seorang wiraswasta, mulai dari "hanya" ibu rumah tangga (beliau lahir di dusun kecil bernama Ngrompak Wonogiri), sampai kemudian buka toko bensin kecil, sampai menjadi bengkel dan toko oli yg lumayan, dan terakhir saat earth mulai masuk kuliah, ibu menjadi seorang kontraktor, padahal ibu SMP pun bahkan tidak lulus. Bagi earth, beliau berdua adalah orang-orang luar biasa yang membentuk earth menjadi sekarang ini. Ada beberapa hal yg earth setuju atas pola pengasuhan mereka, tapi banyak pula yg tak earth setujui.

Hal yg earth selalu ingat dan selamanya akan earth terapkan dalam mendidik anak-anak adalah bapak earth yang tidak pernah bentak-bentak anaknya, nasehat beliau adalah : Kamu besarnya pingin jadi   "orang"  , apa jadi   "kere" ?  hahahahaa.... kasar tapi mengena. Petuah lain adalah :  Jangan pernah merasa "nduweni",   "lembah manah"  terhadap sesama,  "ngajeni wong liyo, wong cilik ojo dilalekke.  Means :   Jangan merasa "punya",  sopan santun terhadap sesama, hormati semua orang, orang miskin jangan dilupakan.  Kata bapak juga : Jangan pernah lupakan sholat, Hebat kan..!!!  Dan Ibu saya, beliau tidak pernah memanjakan anaknya walaupun ada pembantu dan materi dianggap cukup. Kami anak2 nya bisa mengerjakan semua tugas rumah, dari menyapu, ngepel, mencuci.. bahkan kakak jago masak seperti ibu, kecuali earth.. hihihi.. earth mah mending disuruh nyetrika atau mencuci daripada masak. Hmmm... jadi kami bukan anak2 yang manja.  And earth always thanks to my beloved parents.. semoga earth bisa membahagiakan mereka. Amien..

Tetapiiii... ada beberapa hal yang tidak earth sukai juga. My parents sering pula mengedepankan materi. Terutama ibu yang berusaha mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya untuk kehidupan beliau dan anak2nya. That's I dont want it. Jadi waktu beliau buat kami, kami rasa kurang. Itu dapat dimaklumi mungkin karena ibu dahulunya anak kepala desa di suatu dusun yg jaman dulu kepala desa adalah termasuk orang terpandang dan sekarang setelah menikah dekat mertua, harus bekerja sendiri, sementara gaji bapak kala itu sebagai guru sangat tidak layak, sehingga Ibu kemudian mencoba berwiraswasta dan berhasil. Dan pula, Bapak dan Ibu bukan tipe orang yang mau memuji keberhasilan anak didepan anaknya, tetapi memuji kami didepan orang lain dimana kami tidak berada di situ. Jadi pola pengasuhan lama. There's no reward with appreciate. Reward kami adalah berupa barang-barang kebutuhan kami, sepatu bagus, baju bagus, motor bahkan mobil. That's I really dont want it. Entah kenapa, earth berjanji saat itu, suatu hari kelak, ketika earth sudah punya anak, kami akan membentuk keluarga yg perasaannya terjalin kuat dengan bermain bersama, jalan bareng, makan.. pokoknya menghabiskan banyak waktu buat anak2, dan earth sangat iri dengan teman SMP yg keluarga biasa tapi asiiik banget kala berkumpul bersama ayah dan ibunya.

hmmm....kenapa pola asuh orang jaman dulu berbeda ya dengan sekarang. Karena pendidikan, media, atau apa ? Apakah para wanita saat ini sudah pintar-pintar karena banyaknya media, tingginya tingkat pendidikan dan sebagainya? Dan pastinya dengan kepintarannya, pasti dong pola asuh anak dan keluarganya lebih oke dibandingkan dengan orang jadul. Itu idealnya. Tetapi kenapa teman saya si syaechopat gila gak pingin istri wanita karir? Ada apa dengan wanita karir ? Apakah akan sama dengan yg earth rasakan waktu masih ikut orangtua? Ternyata si syaechopat gila pernah nguping cerita ibu-ibu dikantornya dan di sekelilingnya, tentang materi yang harus mereka kumpulkan dengan dalih atas nama semua demi anak, demi kemajuan anak, banyaknya pembantu dan baby sitter dirumah dll. Yaaa.. wajar deh, kalo si gila itu jadi muak dan gak kepingin punya istri wanita karir. Aha ha..!!!

Kembali ke cerita jadul earth. My life lines. Saat earth habis menikah, earth ditempatkan di Klaten dan my husband di Magelang. Kami ambil jalan pintas kost di Jogja untuk bertemunya. Saat itu earth kost di rumah seorang karyawati Bank terkenal di Jogja. Si mama nih berangkat pagi dan pulang nyampe rumah jam 7 malam. Saat berangkat si kecil umur 3 tahunan belum bangun, dan saat pulang si kecil waktunya mau berangkat tidur. Si mama, saat itu earth lihat, begitu pulang cuma lihat si kecil sebentar, nanya2 ke pembantunya, kemudian bersihin diri sendiri (bekas make up dll), mandi dan kemudian masak (entah masak entah nyiapin bahan masakan) buat besok. Dan sikecil? dia tidur dengan ditidurkan sang pembantu, dikelonin, ditungguin. Hmmm... dan benar, saat mbak Yah (nama pembantu tersebut) pulang karena harus pulang kampung (gak tau kenapa), si kecil sakit merindukan mbak Yah nya. Dan si mama terpaksa harus cuti untuk mengantarkan si kecil ke kampungnya Mbak Yah. Duuuhhh... mama, itu anak siapa? Dan saat itu pula, earth berjanji dalam hati, siapapun pembantu yg akan ikut earth nanti, saat earth punya anak, mereka adalah anak earth, bukan anak pembantu. TITIK..!!

Dan ketika earth bisa mengajukan pindah mengikuti suami,  tidak sekantor, tapi bisa serumah, earth mengajukan tawaran tak tertulis, bahwa dimanapun kami tinggal, anak2 ikut ibunya, dan jarak kantor dan rumah harus terjangkau oleh si ibu. Karena baru 4 tahun ini earth punya rumah sendiri. Jadi setiap kontrak, selalu kontrak yg dekat kantor earth. Suami biar yg laju, melanglang buana.. hahahah biarkan saja. Dan cara mengakali intensitas ketemu dengan anak adalah dengan beberapa hal, misal saat sudah beranak pinak, tetap harus ada pembantu (lha emang siapa yang nungguin anak kita pas dikantor kalo' bukan mereka? Orangtua kita? ayolah.. jangan merepotkan masa tua beliau-beliau lah), nah.. si kecil harus tetap dapat hak sang ibu, yaitu ASI. Itu hak mereka lho. Kita tidak boleh semena-mena mencari alasan untuk tidak menyusui mereka. Earth minta ijin kepala kantor, minta ijin setengah jam buat pulang untuk menyusui. Alhamdulillah, walaupun bekerja sampai sore, kedua anakku full ASI sampai umur 2 tahun. Alloh memudahkan jalan, ketika kita berniat baik. Itu saja. NIAT..!!!.. Dan si pembantu dibilangin, ketika adik gak terlalu rewel, jangan diberi susu ya.. biar nanti minum ASI saja. Dan saat si buah hati sudah mulai makan makanan pendamping ASI, saat istirahat siang, pulang dong kalo memang masih bisa. Suapin sendiri. Kalau bikinnya kita pasrahkan kepada orang lain tidak masalah, asal kita pantau cara dan kebersihannya. Lebih baik kita dekati buah hati kita daripada kita dekati alat masak kita. Beda kalo' si buah hati sudah mulai agak besar, si mama juga harus bisa dong nyiapin makan mereka. Sekali lagi NIAT..!!! Apapun kondisinya pasti ada jalan bagi semua wanita karir. Cari jalan.. Alloh will give You way if You want..!! Dan alhamdulillah, semua anak-anak earth tak ada yg ngekor si Mbak, walaupun si Mbak ikut earth sejak earth hamil sampai 7 tahun kemudian baru keluar karena harus menjaga anak kakaknya. Bahkan si Mbak ada yg nangis krn asuhannya gak mau sama Mbak saat earth dirumah.. hahahahaha. Kalo hari sabtu minggu 2 pembantu earth liburkan. Semua pekerjaan dirumah harus dikerjakan earth saat itu, termasuk juga mengurus anak. Kek sombong ya kalo gini jadinya... ahahahah.. 

Life lines selanjutnya adalah saat earth dapat meneruskan sekolah lanjutan earth di Jogja. Pingin kembali ke dunia kampus, dunia liberal dan demokrasi, rehat dari kantor, rehat dari birokrasi. Dan sayangnya sekarang banyak dosen yang mulai tidak berdemokrasi tetapi ber birokrasi.. aaahh.. too bad!!. Okey, lanjuuut, saat itu earth jadi tukang ojeknya anak2. Yup, ada gerobak dirumah tapi earth tak bisa nyetir.. pake motor, pake jaket kulit, tutup muka, sarung tangan eiger, bawa laptop, jeans dan sepatu kasual,.. naaaahh.. earth sudah cukup tampan untuk itu.. dan senangnya bisa mengecoh orang melalui penampilan.. hahahah.. Saat tesis, ambil buku di perpustakaan kampus, bawa ke TK, nongkrong disana, di taman bermain, rangkum buku sambil liat my lil son maen luncuran.. sedaapnya.. kalo si kecil dah masuk kelas, telinga pasangin earphone, sambil ngetik dibawah pohon. Saat capek pergi ke kantin TK.. Beberapa kali ke kantin ternyata pemandangan tak pernah berubah. What was happened in there?.. membuat shock ternyata.. para ibu-ibu pengantar anak2 TK yg gak pulang, nongkrong di kantin, gosip.. biasalah mak-mak.. dan yg jadi bahan omongan adalah seputar kehidupan mereka, menu, gosip di televisi, pamerin kalo dah bisa FB an, atau barang2 lain yg sempat terbeli. Dan kalau bosan, mereka akan pergi untuk wisata kuliner bergantian tempat sambil menunggu anak pulang. Sejak masuk TK sampai hampir selesai tak satupun dari ibu-ibu yg penampilannya.. alamaaakk.. toko pakaian dan toko emas berjalan.. tak ada yg bawa buku untuk dibaca. Kalaupun ada yg baca, bawanya majalah infotainment.. Duh. Bukannya earth sok-sok an, tapiii.. sedih liatnya. Dan saat itu earth bersyukur karena earth walopun naek motor, earth bisa keluar masuk perpustakaan, masuk kampus, dan saat itu pula earth bangga dianggap wanita bekerja yg kata banyak orang wanita bekerja kurang perhatian ke anak dan meninggalkan kewajibannya sebagai laiknya seorang ibu. Dan karena sering bawa buku, earth dikira adalah seorang guru.. dan tidak layak untuk dimasukkan ke kelompok arisan mereka. Alhamdullillah. Huahahahahah...

Ada beberapa hal yg membuat seorang wanita bekerja masih bisa memaksimalkan dirinya. Saat bekerja, kita akan dapat penghasilan sendiri. Kita sebagai ibu dapat meringankan beban suami, walau sebaik-baiknya adalah bisa bekerja dirumah.. tapi tak semua ibu punya wawasan berwiraswasta yg baik. Adakalanya pilihan untuk menjadi pegawai negeri atau pegawai swasta bisa dijalankan. Menurut earth, semua itu kembali ke individu bukan melihat atas profesinya. Dan NIAT.. sekali lagi NIAT. Pas KKN di jogja juga, earth lihat ibu-ibu rumah tangga yang membeli makanan jadi buat bayi-bayi mereka. Lha wong bikin sendiri aja lebih murah dan lebih higienis kok daripada beli instan di toko. Ealah.. itu ibu rumah tangga lho, yg maaf tidak berpenghasilan. Melihat sesuatu memang tidak boleh dari satu sisi, berjalan tidak dengan satu titik keseimbangan.. (pinjem quote nya alien).. nah, tidak semua wanita bekerja, berkarir itu buruk. Dan ibu-ibu yang tidak bekerja, harusnya juga mau dong meningkatkan pengetahuan mereka, tidak boleh stagnan. Tapi kecenderungannya mereka, maaf, yg tidak bekerja sering-seringnya malah menghamburkan uang suaminya, dengan alasan arisan, yg wajib memakai dresscode saat arisan, dan nominal arisannya juga tidak tanggung2, bisa buat ngasih makan orang miskin sekampung, dan saat2 tertentu wajib ikut berlibur sebagai isian kegiatan arisan.. Ealaaahhh lagi.!!


Dan saya bangga sebagai wanita bekerja juga sebagai wanita yang dapat memperhatikan anak-anak saya. Entah ini berkesan sombong atau apalah.. Tapi ini bentuk apresiasi saya terhadap diri saya pribadi. Tapi earth suka sedih karena jauhan gini, ya kembalikan ke hikmah lagi aja kalo sedihnya kumat. Ayo.. semua wanita karir di Indonesia, jangan kalah dengan ibu-ibu rumah tangga dirumah. Kita juga bisa membuat anak-anak kita menjadi hebat, tidak kurang perhatian, suami tambah sayang dan semuanya. Dan bagi ibu-ibu rumah tangga, ayoo jangan kalah dengan kami para wanita karir, semoga ibu-ibu rumah tangga bisa meningkatkan pengetahuannya, menambah wawasan, lebih care terhadap perkembangan anak dan keluarga, dan tidak ikut tergelincir dalam arus budaya komunikasi yg bisa jadi menyesatkan pola pikir kalian. 


Hobaaahh.. selesai juga unek-unek earth sebagai wanita bekerja di luar rumah. Earth hanya seorang perempuan yang ingin memaksimalkan keperempuanan earth buat keluarga. Walaupun dalam hati, pingiiin banget bisa selalu dekat anak-anak dirumah......aaah ada saat nya earth.. ada saatnya... Yang diatas selalu Maha Tahu. Semoga si syaecho syaechopat gila juga sempat mampir kesini.. There was more potention with all woman.. and it doesn't look for what her job, but from her inside.