Life is too short to wake up in the morning with regrets. So, love the people who treat you right. Forget about the ones who don't, and believe that everything happens for a reason. If you get a change, take it. If it changes your life, let it. Fight your day with your heart, get win and never surrender for what you believed. Always spread love, always thankfull for what God gives to us. Remember, no body said it would be easy. They just promised it would be worth it.



Tampilkan postingan dengan label books for mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label books for mind. Tampilkan semua postingan

Senin, Juli 14

Farewel Kudus

Setelah 3,5 tahun berada di Kudus....hal yang paling menyenangkan di akhir jejak tapak kaki di Kudus adalah saat-saat sempat berbagi cerita dan membuat tertawa anak-anak di acara spread books dan motivasi membaca....alhamdulillah. Senang sekali perkenalan dengan teman-teman BMH Kudus, banyak membawa berkah. Kegiatan pertama kali kami adalah saat di Semliro, Dusun Berkah Mandiri. Kemudian teman-teman BMH meminta saya untuk sharing dengan para santri di BMH.  Selama ada waktu, why not..

Suatu saat, tiba-tiba karena kesibukan teman-teman BMH akan bencana banjir yang melanda Kudus, sehingga mereka harus menjadi relawan, Pak Imam menghubungi saya, dan menetapkan waktunya. Karena saya bekerja, pada awal kesepakatan, waktu yang tetap adalah sore hingga malam. Dan tibalah saat itu. Tetapi siapa yang mengira, ternyata saat itu yang siap adalah pesantren putra, dan saya adalah satu-satunya wanita diacara tersebut. Hmm.... apa boleh buat, niatnya toh baik dan tak melakukan hal buruk ya. Bismillah saja.

Yup... diawal, buku-buku sudah kusediakan. tentu saja kupilih yang cocok untuk remaja. Beberapa buku motivasi dan pengetahuan...like usually, science !!!


Buku-buku yang sudah di sortir





Acara dibuka oleh Ketua BMH



Mencari kesimpulan dari suatu cerita yang ditampilkan, dan memupuk keberanian


Alhamdulillah, acara berjalan lancar.... dan teuteupp,...kuputarin video-video penggugah semangat, agar selalu bersyukur setiap saat.

Dan ternyata, besok siang saat istirahat kantor, ustadzah TK BMH meminta waktu...hihihihi...anak-anak TK, waduhh kek mana coba. Tapi wokeylah, edit sana edit sini, cari tayangan video yang pas buat dikonsumsi anak TK yang akhirnya siap juga, serta buku-buku yang sudah disisihkan oleh pihak BMH di acara Semliro dulu, dibagi sedikit ke TK. Tentu saja buku bacaan anak yang membangun karakter anak.

Hehehehe...saya sedikit ngoceh buat mencari perhatian anak-anak TK itu. Can you imagine? ... aha aha...jelas mereka tak bisa duduk diam...semua berteriak, semua merasa ingin diperhatikan...hihihihihi...dan terpaksa kucuri cara saat sang ustadzah diawal sebelum acaraku mulai, menenangkan para makhluk yang terlalu curious itu.
saat pemasangan banner...mereka sudah ikut heboh..hihihii
akhirnya mereka duduk tenang juga  :) menunggu tayangan
antusiasnya melihat tayangan binatang yang ada di seluruh dunia, yang di Indonesiapun tak ada

Penyerahan buku
Sayangnya, sebelum pindah, tak sempat bertemu para santriwati dan para ibu-ibu yang putra-putrinya bersekolah di BMH. Tidak jodoh, kata orang. 

At last....kiriman buku untuk teman-teman kecil TPQ binaan ibu Masruroh di Kudus. Beberapa buku adalah sumbangan dari teman-teman arisan buku... makasih ya @HibahBuku...barakallah. 
  
happy reading, teman-teman kecilku...open your mind with books yaaa....


At last....farewell Kudus.... 
Terimakasih BMH... yang mengenalkan saya pada banyak teman di Kudus....
Saatnya gantian saya menemani baca my lil son and his big brother...
So long...
Semoga di Klaten, saya bisa bertemu orang-orang keren selanjutnya.....dan berbagi bersama mereka......amiinn...

Selasa, September 25

Bedebah

Semalam Earth berusaha menyelesaikan satu buku yang sudah ngendon satu bulan dikamar. Buku itu termasuk beberapa buku yang lama terlantar karena ada beberapa seri drama korea yang mencuri perhatian...#eaaaaa...
Lho, bukankah hidup itu harus seimbang?  Jadi kalo Earth suka musik hingar, metal yang nge-ground habis, dan bukan lagu-lagu K-Pop, maka jangan kaget kalo Earth juga bakal termehek-mehek dengan tumpukan tisue akibat melihat film drama termasuk seri drama korea ini...wihihihihi...

Buku apa yang kembali mencuri perhatian Earth saat itu ?  Hmmm..... buku ' Negeri Para Bedebah' karangan Tere Liye.  Kenapa mencuri perhatian ?? hmmm...gaya bahasa yang lugas, tanpa takut.....dan ha ha ha ha ha....dari baca buku itu, baru Earth tahu arti sebenarnya dari pernyataan 'Dampak Sistemik'  saat keputusan bail out Bank Century. Entah buku itu kisah nyata, entah satir dan menyindir masalah Bank Century dan apa yang terjadi saat itu 'dulu'  ..... yang jelas, itu hanyalah sebuah novel. Dengan pengantar :  Cerita ini adalah fiktif. Apabila ada kesamaan nama, tokoh, tempat, dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan belaka.   :)

Dulu Earth sempat dengar gebyar film "Hafalan Shalat Delisa" begitu banyak yang membicarakan. Tapi Earth gak lihat filmnya ataupun membaca bukunya.  Dan saat Earth jalan-jalan di toko buku, judul  'Negeri Para Bedebah' menyita perhatian Earth saat itu.  Jadi Earth tak tahu buku-buku karangan Tere Liye lainnya (means : gak pernah baca bukunya). Ternyata gaya penulisannya asik, dan baca dari beberapa berita, buku-buku karangan Tere Liye banyak membuat orang menangis karena terharu seperti Hafalan Shalat Delisa itu. Hmmm.... mungkin saatnya berburu lagi, tapi ada pula ulasan seseorang yang menyatakan bahwa banyak karangannya yang girly habis.  Nah, kalo genre nya girly, emang Earth kurang terlalu suka sekarang, mungkin karena faktor " U " ya ?? heheheheh.... umur maksudnya !!!

Nah, buku 'Negeri Para Bedebah' ini bukan girly, bahkan kau langsung merasa bahwa sang pengarang adalah laki-laki.... tapi yang pernah membaca beberapa buku Tere Liye lainnya selalu menebak dia adalah perempuan. Itulah hebatnya penulis, bila dia bisa berperan dalam beberapa karakter. Arti 'bedebah'  di buku ini bisa jadi adalah seorang yang benar-benar pintar, pintar yang artian harafiah adalah pintar = pandai yaitu seorang mahasiswa yang sangat pandai sehingga para dosen dalam pembicaraan antar dosen menjuluki mahasiswa itu dengan 'bedebah'. Tapi kemudian bedebah nya bisa juga berarti pintar = licik, dan kemudian bedebah nya akan bisa berarti bedebah yang benar-benar bedebah.....hahahahahaha.

Ocre,...seperti biasa, Earth bilang : 'Every books will open our mind'  ....always like that.  Dari halaman di buku itu, yang paling berkesan ada di halaman 292, saat percakapan Tommi dengan Opa nya. Check it out.....!!!

Ada banyak momen spesial ketika kita belajar sesuatu. Termasuk saat kita sudah remaja atau tumbuh dewasa. Kata Opa, " Melakukan perjalanan, bertemu banyak orang, membuka diri, mengamati, mencoba sendiri, memikirkan banyak hal, adalah cara tercepat belajar. Kau bisa jadi tukang kayu yang baik jika berhari-hari mengunjungi lapak tukang kayu yang sedang sibuk membuat meja, kursi, pintu dan sebagainya. Kau juga bisa menjadi tulang las, tukang cat, pembalap, penembak, penjahat atau apapun jika menghabiskan waktu bersama orang-orang dengan profesi itu. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadarinya, menghabiskan hari dengan rutinitas itu-itu saja tapi pengetahuannya tidak berkembang. Bagaimana mungkin, misalnya, kau setiap hari menumpang kereta, tapi tidak pernah tahu bentuk ruangan masinis". Opa terkekeh. "Kalau kau autodidak yang baik, kau bahkan sudah bisa mengemudikan kereta, Tommy."


Nah..!!!! 
Benar - benar ini adalah negeri para bedebah  !!!!!
Did U get it ????
:))  

Selasa, November 15

Filosofi Kulit Kacang

Kacang..kacang..kacang bawang goreng..garing..garing...hmmm..tawaran kacang saat naik bus tentu saja pernah kita jumpai.  Sama saat Earth naek bus ke Kudus dari Semarang. Pernah juga pas di bus saat dari Sukoharjo ke Solo, saat istirahat kantor nyempatin nengok ortu kala itu, dan ada tawaran kacang rebus. Saat itu tak tertarik untuk makan kacang rebus, tapi Earth kasian sama penjualnya, ya udah, Earth beli aja semua, hihihihi....tak bawa ke kantor, sapa tau temen-temen di kantor mau nyemil saat ngetik data...hehehehh..dan ternyata memang laku. Tapi jangan tawarkan kacang pada my lil son, mas cilik Earth..halah...bisa teriak dia, marah-marah....dan akhirnya nangis. Entah kenapa si mas cilik itu takut bener sama kacang, semua jenis kacang, padahal juga Earth sama anggota keluarga gak pernah nakut-nakutin dia sama benda bernama kacang itu. Pernah saat arisan keluarga, Earth 'nyuguhin' kacang rebus, nah..semua keponakan pada main game di kamar kakak saat arisan berlangsung, dan semua makan kacang, dan tentu saja anak-anak membuang kulitnya sembarangan, sehingga kamar kakak banyak kulit kacang bertebaran. Si adik teriak-teriak, marah dan menangis, dan dan tidak memperbolehkan ada arisan keluarga lagi... hahahahahaha..begitulah!!!

Hmmm, kacang... nah, kenapa si adik takut sama kacang? kata adik, kulit kacang tanah itu menjijikkan, dan bau kacang rebus 'nggilani'. Dan akhirnya dia mengeneralisasi semua kacang adalah menjijikkan. Entah kacang atom, kacang goreng, pokoknya semua kacang adalah menjijikkan bagi dia. Waduh..!!
Sebenarnya Earth sudah menjelaskan. "Coba dulu, Ci,.enak deh", Kata Earth. Tapi tetep gelengan kepala yang Earth dapatkan. Jadi setiap ada anggota keluarga yang makan kacang, tak boleh mendekatinya, kecuali sudah cuci tangan, gosok gigi, atau minimal harus sudah minum dulu. Halah....!!!

Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan kacang yang kita tau, misal :   " Bagai kacang lupa kulitnya ".  Dan tentu saja semua orang tau apa makna peribahasa diatas. Tetapi apa yang berlaku pada my lil son tak ada kaitannya dengan ungkapan diatas, tetapi sikap dia yang sudah mengeneralisasi bahwa semua kacang adalah menjijikkan, pada dasarnya menakutkan pula, bila hal itu berlaku pada sikap kita saat menilai seseorang. Saat kita tak  'sreg'  pada seseorang, mungkin cara dia berpakaian, kemudian kita mengeneralisir atas semua yang 'orang' itu lakukan, yang dia kerjakan adalah buruk dan menjijikkan dimata kita. Waaah..berabe tuh..!! Dan kemudian jika kita mempunyai sikap seperti itu pada orang lain, kita akan diprotes dengan ungkapan seperti ini : " Don't judge the book by Its cover " . Nah lo..!!! 


Dan tentu saja banyak orang akan mengangguk-angguk tanda setuju atas ungkapan diatas. Sama juga dengan Earth, walaupun belum tentu Earth menerapkan ungkapan itu. Hati orang sapa yang tau sih? Apa ada yang tau kalo sebenernya Earth dengki sama orang tertentu yang tidak Earth ungkapin, dan Earth mengeneralisasi semua tingkah laku atau apapun hasil kerja orang itu pasti buruk dimata Earth. Hahahahah...begitulah, jangan terlalu percaya dengan anggukan tanda setuju dari orang lain. Tapi liat saat si pengangguk itu merefleksikannya dalam kehidupan nyatanya. 


Kacang mungkin tak berarti dan menjijikkan saat orang belum memaknai fungsi dan manfaatnya. Tapi saat semua mendapatkan manfaatnya, baru kacang memiliki fungsinya. Saat my lil son merasa jijik itu, dia belum memahami fungsi dan kebaikan kacang, dan tak akan memahaminya karena dia tak mau mencobanya. Mungkin saja saat dewasa kelak, pemikirannya akan berubah. Hmmm...semoga saja. Tapi kita juga tak bisa memaksakan suatu pemahaman kepada orang lain, walaupun dia anak kita sendiri. 


Nah, beberapa hari yang lalu, Earth membaca suatu buku yang lumayan lama,..hihihi..telat bacanya, yaitu buku karangan Alison Hoover Bartlett, "The Man Who Loved Books Too Much". Hehehe, telat banget kan, padahal buku itu udah ngendon lama di daftar buku bacaan Earth, bahkan sempat dipinjam temen juga. Dan saat temen itu mengembalikan, baru nyadar kalo buku itu malah belum sempat kebaca Earth..ealaaaahhh...!!


Nah, di buku itu ungkapan  "Don't judge The Books by Its cover"  buyaar dah. Jadi ungkapan itu kan berarti (kalo gak salah lho yaa...heheheh), kita harus liat isi suatu buku dan jangan menghakimi suatu buku baru dengan melihat sampul depannya saja. Means, kita jangan menghakimi orang dengan melihat tampang atau penampilan seseorang, tetapi melihat apa yang dia karyakan, pikiran atau kemampuan dari orang tersebut.  Nah, di buku yang Earth baca itu, ada ungkapan baru, "Jangan menilai buku dari isinya". Hahahahahhaha...tetapi sebenarnya itu bukan ungkapan, itu adalah lelucon dari para kolektor buku-buku antik, yang suka berburu buku-buku yang langka (walaupun definisi kelangkaan buku itu oleh para kolektor mempunyai definisi yang berbeda-beda).  Kecintaan mereka berburu buku bahkan kalau perlu menjadi pencuri buku adalah bukan terhadap isi buku itu, tetapi fakta bahwa pencarian tanpa henti buku-buku itu dapat berlangsung selama berabad-abad, dan kecintaan pada buku adalah pada ketebalannya, halamannya yang berpinggiran kasar, keindahan cetakannya, sampul kulitnya yang terbuat dari linen atau kulit, dan bau kertasnya. So, filosofi kulit kacang ataupun ungkapan Don't Judge the Books by It's cover jangan pernah kalian sampaikan kepada para kolektor pemburu buku antik yaaa..hahahaha.


Jadiiii....apapun makna kita pada suatu benda atau kejijikan kita pada seseorang, semoga tidak mempengaruhi penilaian kita pada benda atau seseorang itu. Walaupun unsur subjektifitas penilaian tetap tak pernah secara murni kita hilangkan. Sebenarnya itu normal dan sah, asal tak terlalu berlebihan. Kayaknya begitu deh..heheheheh...
Salam kacang......!!!

Jumat, Juli 29

Good? Bad ? Who Knows ?

Beberapa hari aah bukan cuma hari.. beberapa minggu bahkan.. tak ada semangat... selain nunggu hari Jum'at supaya bisa kumpul dengan my boys. Cuman mereka yang bikim mom nya semangat buat terus hidup dan hidup terus. Some friends are leaving me, for many reason of course.  They broken their promisess to me, to look after me, no matter what happened in many condition to us. But,..yes, It's easy to blame averything on them, when in fact all focus should be an ourselves. Sampai akhirnya hasil dari enjoying tears and laugh, buku cacing (jilid kedua) mulai merasuk lagi. Semangat masih lemaaahhh... tapi waktu tetap berjalan.. nikmat atau tidak, ya harus dinikmati... siapa bilang hidup mudah ? kalau mudah, bukan hidup namanya. Life's never flat... especially  for me.Hahahah..mungkin Earth gak siap nii ma umur yg semakin menua.. Puasa di romadhon kali ini kayaknya tepat untuk men- charge hati dulu. Sign off dari apapun. Enaknya blog nya sign off juga gak yaaa ? aha aha aha.. no body cares off course..whehehehehe

Bramavanso.. tx bukunya yaaa.. cacing keduanya ku curi disini dulu yaa.. jangan marah ya Ajahn Brahm... pleaseee... Yuk reading lagi :
Good? Bad? Who Knows?
Ada seorang raja yang begitu senang berburu. Suatu ketika, saat berburu jarinya terluka. Tabibnya yang tua merawat jari itu. Raja, karena gelisah bertanya,"Bagaimana tabib, apakah jariku bakal baik atau buruk?" tabibnya menjawab,"Good? Bad?Who Knows?" ("Baik? Buruk? Siapa yang tahu?")
Beberapa hari kemudian, jari itu terinfeksi hingga jadi bengkak. Raja kembali menemui tabibnya dengan panik, "Apa yang terjadi? Apa lukaku akan baik-baik saja?" Tabibnya menjawab,"Good? Bad? Who Knows?"
Jelas ucapan tabibnya tidak membuat raja terkesan sama sekali, namun ia hanya bisa memercayai tabibnya. Beberapa hari kemudian luka itu sudah begitu parahnya hingga tabib harus memotong jarinya. Amputasi!
"Baik? Buruk? Aku tahu ini buruk!!!" Raja murka dan menjebloskan tabibnya ke penjara karena tidak bisa menyelamatkan jarinya. Setelah menjebloskannya, raja berseru kepada tabib dalam penjara, "Nah sekarang bagaimana perasaanmu, ha?" Tabib menukas, "Good? Bad? Who Knows?" Raja mendengus, "Dasar tabib sinting!"
Setelah luka di jarinya sembuh, raja kembali berburu. Kali ini ia mengejar buruannya makin ke pelosok rimba, terpisah dari rombongannya, dan ia ditangkap oleh suku penghuni rimba. Mereka menangkapnya untuk dikorbankan kepada dewa-dewa mereka. Bukan kepalang takutnya raja kita ini. Akan tetapi, tepat ketika raja nyaris dikorbankan, mereka melihat jari tangannya kurang satu! Suku rimba itu berkata," Kamitidak bisa mengorbankan kamu. Kamu tidak sempurna untuk jadi korban!" Jadi mereka melepaskannya.
Ketika raja berhasil pulang ke kerajaannya, ia berpikir, "Wow! Betapa beruntungnya aku! Jika seluruh jariku lengkap, aku pasti sudah mati! Jika seluruh jariku lengkap, aku pasti sudah mati!" Lalu ia menemui tabib di penjara dan berkata, "Menakjubkan! Memang aku kehilangan jariku, tapi siapa yang tahu apakah ini baik atau buruk? Dain ini baik bagiku! Terima kasih banyak! Aku membebaskanmu dari penjara!"
Raja melanjutkan, "Aku menyesal telah berbuat buruk memenjara kamu." tabib itu menyeletuk, "Apa maksud Paduka memenjara hamaba adalah buruk? Justru bagus hamba masuk penjara! Karena jika hamba tidak dipenjara, hamba pasti akan bersama Paduka saat berburu! Suku rimba akan menangkap hamba, dan karena jemari hamba lengkap, hambalah yang akan dikorbankan!"
Makna kisah ini adalah.... baik atau buruk, siapa sih yang tahu? Jika suami anda meninggalkan anda karena perempuan lain..... Good? Bad? Who Knows? Ini sungguh benar. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Anda Kehilangan rumah Anda : Good? Bad? Who Knows?
Hal yang menakjubkan mengenai hidup adalah hidup ini begitu tidak pasti. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Namun terhadap semua hal yang terjadi dalam hidup, kita bisa memiliki hubungan yang baik terhadapnya, ramah, menerimanya. Kita tidak menyalahkan kehidupan, marah atau sedih pada hidup, sebab... Good? Bad? Who Knows?
Ketika pacar saya mencampakkan saya, rasanya sangat menderita. Namun kini saya bisa berkata, "Terima kasih banyak. Karena jika kamu tidak mencampakkanku, aku sudah menikah denganmu kini, punya anak, lalu cerai, dengan banyak cicilan dan tagihan. Menjadi gila seperti orang lain. Jadi terima kasih sudah mencampakkanku. Terima kasih banyak!"
saya ingat ada orang yang pernah datang ke Wihara Bodhinyana dan menceritakan kisah nyata yang mengubah hidupnya ini. Ia adalah seorang pengusaha Australia yang sedang melakukan perjalanan bisnis ke Mumbai, dan setelah menyelesaikan urusannya, ia berencana terbang ke Inggris. Ia memesan taksi dari hotelnya,"Antar saya ke bandara."
Taksi itu membawanya ke bandara, namun salah jalan dan nyasar. Kadang para supir taksi ini, bahkan mereka bekerja di tengah kota, mereka sering tidak tahu jalan. Akibatnya taksinya kesasar, waktu makin mepet, pesawat segera terbang. Orang Australia ini makin lama makin cemas, kesal, bahkan marah,"Cepat antar saya ke bandara! tanya polisi! Tanya siapapun! Pokoknya bawa saya kesana secepat mungkin!"
Harapan terakhir yang ia punya adalah semoga pesawatnya ditunda terbang. Namun ketika sampai di bandara, ia bisa melihat pesawatnya sudah lepas landas, terbang ke angkasa, "Supir sialan! Aku ketinggalan pesawat!"
Kemudian ia melihat pesawat itu mendadak turun lagi, lalu jatuh! Seluruh penumpangnya tewas! Ia menyaksikan itu...termangu... lalu berkata, "Aduuuh, terima kasih supir taksi!" Ia pun memberikan tip besar ke supir taksi itu. Namun ada sesuatu yang mengubah seluruh hidupnya.
Bagaimana Anda bisa begitu marah dan kritis terhadap hal yang tidak berjalan sesuai keinginan Anda? Ini adalah falsafah indah mengenai kehidupan, yang berarti Anda tidak menjadi negatif sama sekali terhadap hidup, namun...Good? Bad? Who Knows?

Yeaaaahhh.... Sometimes it's a good hurt....And it's feels like I'm alive...
kalo ini mah liriknya Incubus...wehehehehe... semoga bisa membuat Earth semangat lagi setelah rencana nyepi dulu menikmati Romadhon.. men - charge this heart to be a beautiful Earth heart... (hope can make it.. amiieeennn)




Jumat, Juli 15

Si Ular Jahat

Cerita tentang Si Ular Jahat ini, Earth ambil dari Buku Si Cacing dan Kotorannya (1) dari Ajahn Brahm, halaman 58....
Minta ijin ya Bramanvamso...please..!!

Just to share.... begitu banyak yang bisa kita dapatkan dari buku, siapapun pengarangannya dalam agama dan keyakinan apapun.

Wanna to read ? Lets see..about that evil snake....!!!


Seekor ulat jahat hidup disebuah hutan dipinggir sebuah desa. Dia kejam, licik dan jahat. Dia akan menggigit orang untuk senang-senang--demi kesenangannya belaka. Ketika si ular jahat sudah berusia lanjut (menurut perhitungan tahun ular tentunya), dia mulai merenungkan apa yang akan terjadi pada para ular ketika mereka mati. Selama hidupnya, dia telah sering melecehkan agama-agama, dan ular-ular yang menurutnya naif dan bodoh, percaya saja pada omong kosong seperti itu. Sekarang dia mulai tertarik pada agama.
Tidak jauh dari liangnya, dipuncak bukit, tinggal seekor ular suci. Semua orang suci bertempat tinggal dipuncak bukit atau gunung, demikian juga ular suci. Ini sudah tradisi. Tidak pernah kita dengar orang suci tinggal di rawa-rawa.
Suatu hari, si ular jahat memutuskan untuk mengunjungi sang ular suci. Ia memakai jas hujannya, kacamata hitam, dan topi supaya teman-teman tidak mengenalinya. Kemudian dia mulai merayap keatas bukitmenuju wihara sang ular suci. Ia tiba ketika ceramah sedang berlangsung. Sang ular suci duduk diatas sebuah batu dengan ratusan ular mendengarkan dengan penuh perhatian. Si ular jahat merayap dipinggir kerumunan, dekat dengan jalan keluar, dan mulai ikut mendengarkan ceramah.
Makin didengarkan, makin terasa masuk akal. Dia mulai merasa yakin, lalu terinspirasi, dan akhirnya terubahkan. Seusai ceramah, dia menghadap sang ular suci, dengan air mata bercucuran, dia mengakui kejahatannya selama ini, dan berjanji, mulai sekarang dia akan menjadi ular yang sama sekali berbeda. Dia bersumpah di depan sang ular suci untuk tidak lagi menggigit manusia. Dia akan menjadi baik. Dia akan mulai menunjukkan kepedulian. Dia akan mulai mengajarkan kepada ular-ular lain bagaimana menjadi baik. Dia bahkan memasukkan uang ke kotak dana di dekat jalan keluar (saat semua ular melihatnya, tentu dong).
Walaupun sesama ular dapat bercakap-cakap, itu terdengar seperti desis yang sama bagi telinga manusia. Si ular jahat, eh, mantan ular jahat, tidak bisa mengatakan kepada orang-orang bahwa dia sekarang pecinta damai. Orang-orang desa masih menghindarinya, walaupun mereka mulai bertanya-tanya atas lambang Cinta Damai Internasional yang dikenakannya dengan jelas di dadanya. Suatu hari seorang penghuni desa asyik mendengarkan walkmannya, dia berjingkrak-jingkrak tepat disebelah si ular, dan si ular sama sekali tidak menyerang, dia hanya tersenyum seperti halnya pemuka agama.
Semenjak itu, orang-orang desa menyadari bahwa si ular jahat tidak lagi berbahaya. Mereka berjalan melewati si ular sewaktu dia duduk bersila dalam meditasinya di luar liangnya. Lalu beberapa anak nakal dari desa mulai mengganggunya.

"Hei, tukang rayap!" mereka mengejeknya dari jarak yang aman. 
"Tunjukkan taringmu, jika kamu memang punya, hai cacing kegedean. Dasar dodol, tempe, bikin malu spesiesmu saja!"
Dia tidak suka dipanggil rayap, walaupun ada benarnya juga, ataupun cacing kegedean, tetapi bagaimana dia bisa membela diri? Dia sudah bersumpah untuk tidak akan menggigit.
Menyaksikan si ular sekarang begitu pasif, anak-anak itu menjadi makin berani dan mulai melemparinya dengan batu dan gumpalan tanah. Mereka tertawa kalau ada yang kena. Si ular mengetahui bahwa dia bisa saja merayap cukup cepat untuk menggigit semua anak-anak itu, sebelum Anda usai mengucapkan "World Wildlife Fund". Namun sumpahnya mencegah dia melakukan hal itu. Lalu anak-anak itu makin mendekat dan mulai memukulinya dengan tongkat. Si ular menerima pukulan yang menyakitkan itu, tetapi sekarang dia sadar, dalam dunia nyata, kita harus tega menjadi jahat untuk melindungi diri. Ternyata agama hanyalah omong kosong. Jadi dia merayap dengan menahan rasa sakit keatas bukit untuk mengunjungi sang ular palsu dan akan melepaskan sumpahnya.
Sang ular suci melihatnya datang, dengan tampang lusuh dan lecet-lecet, dan bertanya,"Kenapa kamu?"
"Ini semua salahmu!" si ular jahat mengeluh dengan tampang masam.
"Apa maksudmu 'ini semua salahku'?" protes sang ular suci.
"Kamu mengajarkanku untuk tidak menggigit. Sekarang lihat apa yang terjadi pada diriku! Agama mungkin cocok di wihara, tetapi dalam kehidupan nyata...."
"Oh, kamu ular bodoh!" sang ular suci menyela. "Oh, ular dungu! Oh, ular bego! Memang benar aku menyuruhmu berhenti menggigit, tetapi aku tidak pernah menyuruhmu berhenti mendesis kan?"


Terkadang, dalam kehidupan, orang suci sekalipun harus "mendesis" untuk menjadi baik, tetapi tidak ada yang perlu menggigit.   
 
yuhuuuuu.....are anyone could take a point from that story? ahahaha...
hmmm...Earth dah mulai menginjak separo dari buku si cacing yang kedua.....let's go to happy reading again..!!!
 


 

Selasa, Mei 31

SE\m/ANGAT di malam Kebangkitan Nasional

Panti Asuhan Yatim Piatu Yayasan Darussalamah Jurang Gebog Kudus
Bulan Mei..saat nya berbagi bersama teman-teman kita... kebetulan banyak peringatan di bulan Mei, salah satunya adalah Hari Kebangkitan Nasional, Hari Buruh, dan Hari Buku. Moment ini tak kita lewatkan. Nah, pas malam Jum'at, malam Kebangkitan Nasional, kita bangkitkan semangat adik-adik kecil di Panti Asuhan Yatim Piatu, tepatnya di Yayasan Darussalamah Desa Jurang Gebog Kudus. Yang hadir saat itu ada 70 anak, 10 pengurus dan dari kelompok kecil kami ada 7 orang. Hmmm..menyenangkan, sangat menyenangkan bisa berbagi tawa dengan mereka malam itu.
Saat itu Earth nekat, karena pengalaman pertama nyemangati adik-adik kecil adalah saat trauma healing pas bencana Merapi. Dan ini yang kedua, Earth gabung dengan rangkaian ICV (Internal Corporate Value) di Kantor, karena kebetulan Earth sebagai koordinator ICV nya. Earth ucapkan banyak terima kasih kepada semua teman-teman yang membantu, para donatur yang budiman dan baik hati yaitu Diah Sri Rejeki yang sekarang ada di Nusa Tenggara, para donatur dari KPP Pratama Kudus, teman-teman tim yang asiik... Ravi, Kiki, MayManis, Uchup, dan Dodo..well done guys..!! Dan Pak Yoga, jangan kapok ngikutin Earth buat berbagi yaa..ntar in focus nya Earth pinjem lagi..aha aha aha. Juga hadir bos Earth yang nyempatin datang di akhir acara,  Mr.Heri,..selamat bertugas di tempat baru Bos..!!  Juga Bapak Nasir pimpinan Panti Asuhan yang menerima tim kecil kami dengan penuh keramahan..semoga buku-buku nya terawat dan termanfaatkan ya Pak..amiiinn..
And here it is :

Ini para peserta cewe nya...hmmm..habis makan bersama dan siap menghabiskan malam with Earth tonight
Nah kalo ini kelompok cowo nya...hehehehe...ayo jangan ragu buat ikut terlibat dan berinteraksi ya..I wish all of U will enjoy this night..
   Kali ini rangkaian acara Earth kasih tema "Spreads Books For Children" dengan maksud untuk membangkitkan semangat adik-adik kita agar gemar membaca buku demi menambah wawasan mereka dan berbagi buku karena belum tentu mereka dapat dengan mudah membeli buku, padahal mereka suka membaca. Acara dimulai pada pukul 18.30 setelah Sholat maghrib dengan makan bersama secara sederhana, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Nasir selaku pemimpin Panti. Habis itu, Earth mulai deh, dengan awalan ucapan salam yang kita sepakati bersama, yaitu teriakan BISMILLAH, SEMANGAT dengan mengacungkan tangan...hihii..senangnya membangkitkan semangat mereka... 
      Pertama adalah menayangkan video-video lucu seperti Sapi Gila dan Mobil Murah..  aha aha aha..terpancing mereka dengan tertawa terbahak-bahak mendengarkan lenguhan si sapi gila dan melihat model mobil murah tanpa ban belakang..itu sengaja Earth tampilkan agar teman kecil kita merasa enjoy dulu.  
                                                   
       Selanjutnya pemutaran slide Inpiratif yaitu Kisah Tentang Katak Kecil. Moral dari cerita tersebut adalah bahwa si Katak kecil dapat memenangkan pertandingan memanjat menara yang tinggi karena si Katak ternyata tuli sehingga tidak mendengar teriakan-teriakan yang tidak optimis bahwa dia akan berhasil. Dan teman kecil kita beri gambaran bahwa perjuangan yang sulit hanya akan berhasil jika kita yakin pada diri sendiri dan pantang menyerah.  
   
  Our dreams, yaitu mengajak teman kecil untuk mau maju kedepan dan menceritakan mimpi mereka. Beberapa dari mereka mempunyai mimpi menjadi Guru, Dokter bahkan Pelukis..hebat kan..!! Dan kita ajak teman-teman yang lain untuk mendo'akan agar impian teman tersebut dapat terkabul..Amiiinn..
   

    Dan mereka kita apresiasi karena berani maju ke depan dan menceritakan mimpi-mimpinya dengan memberikan sebuah majalah pengetahuan umum, disini Earth ambil National Geographic for Kids
    
    Every Books Will Open Our Mind, adalah pemberian materi tentang pentingnya pengetahuan, dan disini Earth tanya-tanya tentang makna Kebangkitan Nasional pada teman-teman kita. Dan kita ajak mereka untuk senang membaca, dengan memutarkan slide-slide seperti Where's My Dozer, Highest Bridge, Nature's Best Picture, dan Fantastic Trip. Disini kita jelaskan bahwa mereka dapat melihat banyah hal seperti Amazing Place dan tehnologi-tehnologi yang luar biasa yang bahkan tidak terbayangkan sebelumnya. Dan mereka dapat mengetahuinya melalui buku.

       Bercanda bersama, Disini Earth cari seorang volunteer, adik berumur 4 tahun an, trus kita analisa bareng-bareng profil wajahnya, bentuk muka, rambut dll, dan dipilih bareng-bareng berdasarkan kenyataan, dan data kita masukin ke komputer sampai komputer mengeluarkan hasilnya...heheheheh... dan hasilnya cukup membuat tawa mereka membahana..dan si kecil yang dipangku..bengong tanpa ekspresi...hihihihihi



                                                         
Earth ajak mereka ice breaking sejenak untuk menghilangkan kepenatan dengan main tangan untuk mengkoordinasikan kemampuan otak kiri dan kanan mereka..dan lihatlah ekspresi mereka oooyyy......
                     
1.   Analisa, yaitu materi dengan menayangkan film Cloud yang bercerita tentang awan yang dapat membuat benda dan sang bangau sebagai kurir yang membawanya ke bumi. Inti cerita yaitu bahwa sesulit apapun pekerjaan yang harus kita lakukan dan kita terima, kita harus merasa ikhlas dan senang untuk mengerjakannya, dan kita harus kreatif untuk dapat mencari solusi atas kesulitan pekerjaan yang kita kerjakan. Inti cerita tersebut dibuat pertanyaan dengan membagi anak-anak menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok diberi selembar kertas dan balpoint untuk menulis moral dan inti cerita. Dipilih juara 1,2 dan 3 dan mereka mendapat hadiah berupa biskuit yang dibuka dan di konsumsi bersama-sama sebagai apresiasi atas usaha dan kerjasama kelompok yang dilakukan.
      Terima Kasih dan Syukur, adalah materi dengan menampilkan video Paralympic Games-Olypiade Orang Cacat dan video People Are Awesome, dimana tampilan-tampilan orang-orang hebat walaupun cacat tetapi mampu mengikuti kejuaraan-kejuaraan olahraga, dan orang-orang yang luar biasa yang melakukan latihan-latihan sehingga dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang sulit dilakukan seperti Parkour, Skating dll. Inti tayangan adalah bahwa anak-anak dan siapapun bisa menjadi hebat dengan usaha dan latihan, apapun kondisi fisik dan ekonomi kita. Tayangan penutup adalah Slide Kenapa Kita Diuji, yang menampilkan bahwa sesungguhnya Tuhan kita tidak menyukai orang yang mudah putus asa dan hilang semangat.  Dan ini dia Tim asik kita ...thanks guys....!!
        yeee..akhirnya selesai juga kita karena sudah pukul 21.00 malam....hmmm..asiiknyaa berkumpul bersama...I hope,..eh we hope, we could do like that again...amiiinn....
      ayooo adik-adik..kakak-kakak pulang dulu yaaaa.....hihihihi..Earth dipanggil mbak sama mereka...hmmmmm...aciiiikkkk.....Semoga Barokah bagi yang memberi dan menerima...amiiin lagi.. 
      SEE YOU NEXT GUYS......!!!

Rabu, Januari 5

Encouragement = Pengobaran se\m/angat

Pada akhir tahun, saya harus memberikan penilaian kepada anak buah. Demikian pula saya akan dinilai oleh atasan saya. Di instansi dimana saya bekerja, range nilai adalah 1-100, dan saya tidak akan memberikan nilai 100 kepada anak buah saya, karena dia bukan robot, yang tidak pernah meninggalkan tempat duduknya, yang bekerja tanpa keletihan dan istirahat. Tetapi saya nilai dia dengan nilai baik dalam range yang diterima. Dan saya pun berharap atasan saya juga memberi nilai baik kepada saya, karena saya pikir kerja saya tidak buruk-buruk amat. 

Saya jadi teringat akan milist teman luar biasa saya, (thanks alien..!!), yaitu tulisan dari DR Rhenald Khasali, yang dalam postingan tersebut beliau menjabat sebagai Ketua Program MM UI, dengan judul "Pendidikan Kita". Dalam tulisan tersebut menerangkan apa yang dialami oleh beliau ketika putranya mendapat nilai bagus untuk pekerjaan yang menurut beliau biasa-biasa saja (di luar negeri), dan beliau membandingkan dengan sistem pemberian nilai dan apresiasi yang terjadi di negara kita tercinta, Indonesia. Disana tertulis :

"Pada saat kembali ke Tanah air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut "menelan" mahasiswanya yang duduk dibangku ujian. Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang dibalik batunya. Saya sempat mengalami frustasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement.  Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak disana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan menerima hadiah Nobel. Bukan karena mereka mempunyai guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak. Kembali ke pengalaman anak saya diatas, ibu guru mengingatkan saya, "Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh kedepan".  

Dan apa yang dialami oleh Bp Rhenald pernah saya alami juga. Ketika bimbingan tesis, sepanjang perjalanan memasuki kampus, saya membaca al fatehah dan surat-surat pendek, berulang-ulang dalam hati. Untuk apa ? untuk menenangkan diri karena akan bertemu Ibu Professor pembimbing saya yang menurut saya angker. Dan berharap semoga lancar. Entah karena doa-doa saya atau saya memang beruntung, 3 kali bimbingan proposal sampai bab 3 lancar. Tapi memasukin ruang bimbingan, badan panas dingin. Sedangkan teman-teman saya golongan orang-orang yang tidak seberuntung saya, karena proposal saja sudah hampir 1-2 bulan masih harus diperbaiki. Tetapi pada saat, analisis penelitian, saya pernah dijanjikan untuk bertemu hari H jam H. Posisi saat itu dirumah tidak ada pembantu, dan kakak masih kelas 5 SD, adik masih TK kecil. Terpaksa mereka harus kutinggal untuk berangkat ke kampus, dengan janji cuma sekitar 1 jam sudah sampai rumah lagi. Ternyata setelah menunggu, beliau minta ketemu 2 jam lagi. Dua jam ? sedangkan anak-anak sendiri dirumah.. duh, airmata dah mbrabak mau keluar aja. Itu belum seberapa. Seorang mahasiswa dari Bali yang sebimbingan dengan saya menceritakan kalau proposalnya pernah dibanting ke lantai, dan mahasiswa itu walaupun takut, nekat mengambil proposal itu dan diberikan lagi ke Beliau... hahahahaha.

Aaah.. belum lagi pas pengujian, di uji 3 orang dosen penguji termasuk sang Ibu Professor, dan menurut saya (optimis), saya bisa menjawab semua dengan lancar, tapi apa nilai saya dari kerja keras saya ? B. Ya cuman B. Padahal saya berharap lebih. Dan yang membuat kecewa, nilai tersebut dikeluarkan setelah seminggu pengujian, jadi tidak langsung... aaah... Apa beliau-beliau masih ingat saya diantara sekian ribu mahasiswa? ..hiks... jadi yaa sampai sekarang saya masih penasaran dengan nilai saya tersebut... hahahahah.. tapi ya sudahlah...

Ini saya kutip lagi dari tulisan DR Rhenald :
"Sekolah yang membuat kita tidak nyaman, mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun dilain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti"

Senin, Januari 3

Menulis... Kenapa tidak?

Saya penggila buku dan saya tidak punya genre khusus ketika memilih suatu bacaan, tidak memilih pengarang tertentu pula. Tetapi bila seorang pengarang yang menurut saya bagus seringkali saya mengambil beberapa bukunya pula. Berharap buku lainnya akan sebagus buku pertamanya. Tetapi tidak jarang pula dan sering malah, buku-buku berikutnya tidak seperti yang saya harapkan, bukannya tidak bagus tetapi seperti ada yang kurang. Dan itu menurut saya wajar-wajar saja, karena 'mood' seseorang belum pasti bagus saat dia menulis. Every books will open our mind, bahkan tulisan yang beberapa baris pun akan memberikan arti sendiri. Oleh karena itulah saya tidak punya pengarang favorit, saya baca buku apa saja yang saya kepingin baca, entah komik, entah novel, entah ensiklopedia, entah biografi, koran, buku agama....apapun, yang penting baca biar otak gak berhenti.... that's all..!!!

 Beberapa hari lalu saya mendapat sebuah buku di sebuah pameran di kota Kudus. Buku terbitan lama, berjudul "Orang Miskin Dilarang sekolah", karangan Wiwid Prasetyo. Kalau boleh jujur, saya tidak terlalu suka gaya penulisannya, tetapi like I said before : Every books will open our mind. Ada salah satu halaman yang pas sekali menurut saya, yaitu di halaman 60-62. Diceritakan bahwa tokohnya terinspirasi atas kata-kata mutiara yang dijumpainya dalam sebuah buku yang pernah dibaca oleh tokoh itu, yaitu : "Menulislah, atau kau akan menghilang dalam pusaran sejarah". Dan si tokoh karena masih SD, bertanya kepada gurunya yang digambarkan sang Ibu Guru bermata lentik di balik kaca mata minus, beralis tebal dan rambut tersanggul seperti Ibu Kartini.   Dan Ibu Guru berkata : 

Menulis itu pekerjaan panggilan hati, seorang penulis itu penjaga peradapan agar tidak punah, menulis berarti mengikat ilmu, menulis berarti seperti seorang bidan yang membantu kelahiran bayi-bayi sejarah yang akan dikenal, dirasakan, kemudian tumbuh menjadi besar. Menulis berarti membenihkan gagasan untuk ditelurkan sebelum akhirnya berkecambah seperti pohon kacang polong yang tumbuh terus-menerus hingga keatas langit. 
Bayangkanlah sebuah dunia tanpa tulisan, betapa sepinya, tak ada hiruk pikuk pengetahuan, tak ada debat intelektual, perpustakaan-perpustakaan menjadi sepi, dunia hanya diliputi kertas kosong berwarna putih. Tak ada gedung-gedung tinggi sebab tak ada yang menulis tentang teknik konstruksi bangunan, tak ada tanaman bonsai sebab para ilmuwan tak menuangkan bagaimana ilmu mengarbit tanamannya dalam sebuah tulisan. Tak ada pemerintahan bercorak nasionalisme, sebab para penggagasnya hanya memikirkan ide itu di dalam otaknya.  
Menulis itu untuk mengekalkan kita, menulis bisa juga sebagai amal shalih kita yang selama ini tak pernah kita sadari sebagai amal shalih. Banyak orang di dunia ini datang dan pergi tanpa sesuatu yang berarti, mereka datang seperti mendung dan menghilang seperti hujan, bahkan jejak-jejaknya sendiri menguap tanpa bekas.




aaahhh... luar biasa bukan. 
So, writing,...why not ?