Life is too short to wake up in the morning with regrets. So, love the people who treat you right. Forget about the ones who don't, and believe that everything happens for a reason. If you get a change, take it. If it changes your life, let it. Fight your day with your heart, get win and never surrender for what you believed. Always spread love, always thankfull for what God gives to us. Remember, no body said it would be easy. They just promised it would be worth it.



Tampilkan postingan dengan label berkaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berkaca. Tampilkan semua postingan

Jumat, September 20

Mudah??....Tentu tidak, kawan!!!


Keluhan........keluhan......keluhan. Oooh...how I need a shoulder to cry on. Aku butuh ember untuk bebeberapa muntahan yang membuatku mual....... And I started to yell, loudly.........


Beberapa hari yang lalu, saya merasa tidak kompeten,baik dalam pekerjaan ataupun dalam pengetahuan yang saya miliki. Entah kenapa. Tidak ada rasa percaya diri. Stagnan. Beberapa hal, seem not going well, I though. Dan itu berarti saat-saat saya merasa tdak yakin atas semua kemampuan saya.


Well saat saya membaca bukunya Erbe Sentanu, "The science and miracle of zona ikhlas, Aplikasi Tehnologi Kekuatan Hati", saya memang lebih merasa adem, lebih tenang, karena sesungguhnya Alloh adalah Sang Great Design. Pengatur alam semesta, dan harusnya rancangannya tidak perlu diragukan lagi, atas life lines kita. Tetapi walaupun demikian, ajaran ikhlas dan pasrah, kitapun harusnya menyeimbangkannya dengan ajaran lain, yaitu berusaha dan berdoa. Karena memang hidup harus seimbang, to be balance.

Saya yakin seratus persen, apa yang teralami kemarin, pasti pernah dirasakan orang lain pula. Sering saat itu terjadi, keinginan untuk mengeluh, curhat, curcol, atau apalah sebutannya, kepingin saya lakukan. Tapi pada saat moment ingin mengeluh itu, kebetulan tak kutemukan ember untuk menampung muntahan. Disaat yang sama, orang yang paling dekat adalah pasangan kita, means, husband or wife, jika sudah berkeluarga, atau sahabat dekat, teman, rekan, tetangga, siapapun itu yang kita anggap kita sangat dekat dengannya, ternyata mungkin sedang dalam masa-masa sulit pula, atau dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk menyodorkan bahu mereka ke kita. So, what must we have to do?

Hmmm......saat situasi sedang tidak baik tersebut, jalan satu-satunya adalah healing by myself.... DIY...do it by yourself......mudah?? tentu saja tidak. Kenapa tidak mudah? karena fitrah manusia adalah mengedepankan egonya. Saat sesuatu tak berpihak padanya, maka ego itu akan muncul secara alami. Mengeluh, menyalahkan keadaan, marah, memaki atau ujungnya pasrah tanpa usaha.

Dan apakah saya termasuk manusia super yang mudah healing by myself?? tidak.....jelas jawabnya tidak. Saat itu, saya hanya berusaha memasrahkan diri padaNya. Karena saya muslim, biasanya dengan sholat atau mengaji, akan sangat membantu menenangkan diri. Sialnya saat itu sedang haram sholat....jadi mungkin karena hormon sedang berubah, efeknya perasaan marah lebih mendominasi dan menyalahkan teman-teman yang saya anggap dekat dan mereka seakan-akan lupa akan keberadaan kita. Heeeeeeeehhhhh.....

Saya harus menyadari tidak boleh memaksa teman-teman saya untuk menerima semua keluhan atas masalah kita, tentu tidak. Lha njuur piye?? Entahlah, bingung juga saat itu. Tapi sesaat teringat akan yel-yel jantung sehat, senam yang mulai saya biasakan di perumahan, walaupun pesertanya baru beberapa ibu-ibu, bahkan belum mencapai sepuluh peserta.... hehehehe....dan tentu saja yang mengajak harus mau jadi volunternya, yang mau nyari gurunya, nyiapin alatnya, ubo rampenyalah, asal guyup dan rukun, dan yang jelas bisa membuat saya beranjak dari tempat tidur pagi-pagi sekali di hari minggu. Oh yeaaah.....

Nah, salah satu yel nya adalah "Hadapi Stres".....yes, bukan "Hindari Stres" tapi hadapi. Ayooo....hadapi Earth!!!....Harus selalu ingat, bahwa Tuhanmu lebih menyukai orang yang berusaha bukan yang hanya pasrah....lha kalau cuman pasrah apa fungsinya doa??? Bukankah doa juga termasuk usaha?? Mudah??? Hanya teori yang mudah, praktek itu susahnya minta ampun. Saat sadar diri, semua perasaan tidak kompeten, tidak berarti, merasa sendiri hanyalah perasaan yang merusak, lebay dst, dsb, dll. Tapi kalau pas tak sadar diri, ya itu menyalahkan keadaan, marah, memaki, tidak terima dst, dsb, dll.

Sementara banyak orang masih memikirkan untuk masih bisa makan agar masih bisa tetap menyambung nyawanya, semua perasaan lebay itu tidak ada artinya. Tapi juga tak bisa serta merta dienyahkan. Apa yang dikatakan orang bahwa semua orang punya masalah, itu benar. Ya begitulah hidup. Hmmm....sayangnya ada  beberapa orang yang merasa masalahnya begitu berat dan memilih suicide sebagai tujuan akhirnya. Well, suicide tersebut hanya jalan tol, jalan bebas tes ke neraka, bagi mereka yang meyakininya adanya surga dan neraka....Masalah di  dunia berakhir tapi tidak di after life......

Membuat diri sendiri tak termenung, cari kesibukan seperti membaca, nonton tipi, nonton film, muter-muter naik motor,..eh BBM mahal yak?....hehehhee.... hanya itu yang bisa saya lakukan....yaaa melakukan aktifitas manusialah, dan saat bosan menyerang, ganti aktifitas lagi, sampai ngantuk dan tertidur. Kalau dikantor???..ambil nafas dalam-dalam kalau serangan datang. Yang jelas, semakin bertambah umur, kita toh tak bisa mengharapkan banyak teman yang siap menyodorkan bahu mereka kepada kita. Mereka semua juga disibukkan dengan berbagai masalah. Bagaimana kalau kita yang sekarang ganti mengambil peran, menyodorkan bahu kita pada mereka. 
Mudah???? 
Oalaaahh....tentu saja tidak, kawan!!!!

Senin, November 26

Kompetisi ? Why Not !!

Pernahkan kalian mengikuti kompetisi, suatu perlombaan? Mungkin saat masih TK, SD atau bahkan sampai sekarang sesudah dewasa dan telah bekerja? Earth pikir semua orang pernah mengikuti perlombaan. Perlombaan yang mungkin nyata-nyata diselenggarakan oleh suatu institusi tertentu atau badan tertentu, atau hanya perlombaan kecil di dalam lingkungan keluarga, saudara, kampung dll. Perlombaan yang akan memberikan hadiah yang besar ataupun perlombaan yang hanya memberikan penghargaan lisan saja atau pengakuan bahwa kitalah sang juara. Ya....itu semua adalah kompetisi.

Pernahkan kita sadari bahwa dari semua kompetisi ataupun perlombaan yang pernah kita ikuti itu sebenarnya melatih mental kita? Yang hasilnya bisa menghasilkan mental juara ataupun mental pecundang. Kompetisi melahirkan kesenangan dan juga kesedihan. Kemenangan dan kekalahan. Kebahagiaan dan kekecewaan. Dan apa yang terjadi saat kita menjadi juara ? Jumawa? Euforia yang berlebihan ? Atau santai-santai saja? Dan bagaimana kalau kita kalah dalam kompetisi itu? Menangis histeris? Mengamuk? Termenung dan larut dalam kesedihan yang berkepanjangan? Atau santai-santai saja juga? 

Teringat kemarin saat mengantarkan dan sebagai pendamping anak-anak SMA mengikuti lomba Tax Goes To School final di Kanwil. Kami saat itu sudah sangat sejiwa. Berlatih bersama, bergurau, saling menyemangati, saling mengkoreksi performance yang akan ditampilkan. Dan memang dari hasil latihan beberapa kali, anak-anak SMA tersebut luar biasa. Penampilan mereka keren, Earth bahkan yakin kami akan memboyong juara, bisa jadi Juara 1. Tetapi saat akan penampilan di panggung, kebetulan kami menampilkan teatrikal, ternyata panggungnya kekecilan, itu diluar ekspektasi kami. Sehingga kuambil keputusan alat-alat gending jawa ditaruh di depan penari, karena hanya itu 'space' yang tersedia. Sepertinya itu kesalahan. Karena seharusnya para pemain musik melihat para penari. Tapi mereka luar biasa, perform tetap keren, walaupun masalah wireless juga tak bisa digunakan, karena si Rizal, anak SMA yang berperan sebagai tokoh utama tak membawa peralatan tambahan (kabel) dan ternyata colokan di panggung yang disediakan oleh panitia tidak 'match' dengan wirelessnya. Hal itu menyebabkan orasi sang tokoh kurang sedikkkkiiittt jelas, karena suara si Rizal sebenarnya udah keras. 

Mungkin karena beberapa kendala yang tak diperhitungkan sebelumnya, saat pengumuman pemenang (bahkan anak-anak SMA itu menggandeng tanganku karena mereka begitu tegang dan berharap menjadi juara), ternyata kami berada di peringkat 4 dari 17 peserta. Dan sontak, anak-anak terlihat begitu sangat...sangat....sangat kecewa. bahkan Novia, salah satu penari utama menangis tersedu-sedu, sehingga harus kubujuk sedikit lebih lama, kusemangati agar dia mau menghentikan tangisnya. Bahkan si Rizal termenung lama tanpa bicara, saat bicara dia hanya bilang : "Maaf ya Bu, saya mengecewakan Ibu."

hmmmm.....
Kalau diriku sangat sibuk menenangkan mereka, apakah itu berarti Earth tidak kecewa? Tentu saja kecewa, sangat malah. Tetapi posisiku saat itu adalah yang dipercaya anak-anak SMA untuk kelangsungan lomba, walaupun ada guru pendamping. Kalah lomba dan kecewa menurutku itu manusiawi. Kalau tidak kecewa malah aneh sebenarnya. Tapi mungkin ini saatnya kita harus bisa me'manage' rasa kecewa kita. Ekspresi kita atas hasil lomba. Kemenangan tidak harus di warnai dengan bersenang-senang dengan jumawa tanpa rasa syukur. Kecewa karena kalahpun tak harus diwarnai dengan kesedihan yang meluruhkan semangat sehingga nglokro, protes, menyalahkan diri sendiri, ataupun menyalahkan keadaan sekelilingnya yang tak seperti yang diharapkannya. Dan yang lebih parah adalah menjadi malas berkompetisi lagi.

Kubilang saat itu," Ayolah, kalian keren sekali tadi. Peringkat 4 cukup bagus kok. Jurinya juga bukan murni orang-orang seni, tapi mereka adalah Kepala Kantor."
Karena si pemenang ternyata adalah penampilan yang pesan pajaknya dapat diterima dengan singkat tanpa perlu berpikir. Sedangkan teatrikal, kalian tahulah, bahasanya juga bukan bahasa lugas. Dan bahkan saat kalian pentas, semua penonton tafakur menyaksikan, dan tepuk tangan yang membahana atas penampilan kalian. 
Nah, itulah kenapa faktor keberuntungan juga ikut andil dalam setiap kompetisi. Itulah kenapa ada jargon : Berusaha dan Berdoa. 
Berusaha dengan sekuat kemampuan. Berdoa untuk mendapatkan kemujuran. Sisanya, serahkan pada Yang Diatas. Kalau rejeki kita ya...pasti kita dapatkan sesuai keinginan kita, kalau tidak,.... itu memang takdir kita, dan kita harus bisa mencari hikmah apa yang tersembunyi didalamnya.

Dan kuberikan contoh si Kakak, my boys, yang kemarin ikut kompetisi MSI (Matematika, Sain dan Inggris) di SMA Taruna Nusantara Magelang. dari sekitar 570 siswa SMP se Indonesia yang ikut berkompetisi, diambil 62 untuk masuk babak semi final. Dan si Kakak berada di urutan 63...Hahahahaha.....
Dan lihatlah saat itu, si kakak yang cuek, gak terlalu memikirkan ketak-ikut-sertaannya sebagai peserta semi final, sehingga harus pulang duluan. Karena dia mengikuti kompetisi itu memang untuk menguji kemampuannya. Atas inisiatif dia sendiri. Bahkan pernah, si Kakak memberikan medali juara ke 3 lomba Bahasa Inggris di SMP nya dari semua murid (dari 116 siswa,kelas 7,8 dan 9), dan bahkan Earth tak tahu kapan dia ikut lomba itu....hihihihii

Semua kompetisi-kompetisi itu pada awalnya memang kami kenalkan untuk mengukur mental mereka. Agar mempunyai semangat berjuang, mengatasi kekecewaan dan kemenangan mereka. Reward orangtua atas pengakuan hasil kompetisi mereka sepertinya adalah yang terpenting bagi mereka daripada reward orang lain, entah mereka menang ataupun kalah. Kami selalu mengacungkan jempol atas hasil apapun yang mereka dapatkan. Dan pembelajaran itulah yang menyebabkan mereka tak ragu-ragu untuk mendaftarkan diri mereka dalam beberapa kompetisi. Karena mereka selalu yakin, bahwa orangtua mereka tak akan menyalahkan atas kekalahan mereka.

Tentang kemujuran? faktor lucky, like I said before, serahkan pada Yang Diatas. Berdoalah. Kalau rejekimu, tak akan lari kemana. Seperti saat si Kakak SD dan ikut lomba karate kata' beregu maupun perseorangan. Di posisi yang Kata' beregu entah kenapa, pada saat final ada peserta yg mengundurkan diri, padahal kalau ditandingkan, sepertinya peringkat 2 tak akan di peroleh si Kakak, tetapi karena ada yang mengundurkan diri (yang dengar2 saat itu karena mereka takut, jadi kalah sebelum bertanding), akhirnya peringkat juara 2 diperoleh kelompok Kakak. Sehingga mereka pulang membawa piala dan sertifikat...ahahahahahha...itu sangat beruntung namanya !!!!

Begitulah, kita orangtua-orangtua harus mengajarkan anak-anak kita untuk berkompetisi. Ini kami lakukan karena jiwa si Ibu yang cengeng, dulu setiap mengikuti sesuatu sering merasa minder, dan saat kalah, orangtua Earth terlihat begitu kecewa. Tentu saja pola pengasuhan seperti itu sangat tidak kami terapkan saat ini. Kami ingin membangun jiwa semangat dalam diri anak-anak kami. Karena kebetulan mereka adalah laki-laki. Setiap kompetisi yang mereka ikuti apapun itu, selalu kami dukung, selama itu akan memberikan kebaikan bagi mereka. Mereka akan mempelajari itu semua sebagai pengalaman yang akan terukir di memori mereka kelak. Untuk tak menyerah, untuk menghomati lawan, mengukur kemampuan diri, tak menjadi sombong dan jumawa saat menang tetapi juga tak kehilangan kontrol diri saat kalah. Kami tahu mereka pasti ada perasaan kecewa dan senang saat kalah ataupun menang, tapi kami pun tahu mereka akan belajar cara-cara menghargai perasaan atas kemampuan mereka. Mencari strategi dan mengambil pelajaran saat kalah sehingga siap untuk bertanding kembali. Jadi berkompetisi??? Why not,....lanjutkan !!!

Atau seperti minggu kemarin, saat si kecil, si Eci bilang," Ibu, kemarin kita di beri soal Bahasa Inggris, dan nilaiku 9, jadi aku disuruh ikut seleksi lomba dari Malang, besok Selasa."
"Berapa orang, Ci?" tanya si Emak.
"Kelasku 4 orang, aku cowok sendiri. Tapi aku gak tahu dari kelas lain berapa orang" 
Dan si Emakpun pura-pura sok bijaksana dan menasehati si kecil," Ya, berarti Eci harus belajar, kan beruntung tuh dipanggil seleksi."

Dan apa jawab Eci ?
"Gak ah, malas belajar, biarin aja kalah".

aaggggrrrrrrrrhhh..........%$#@*&^#@&#$*&%   


^_^   

Selasa, Oktober 16

Bosan,...sangat !!!

Kalian pernah merasa bosan ??? Bosan yang amat sangat ???

Saat ini Earth merasa bosan....sangat bosan...sungguh sangat-sangat bosan....bosan untuk melakukan apa-apa. Tapi tidak bisa. Tidak bisa tidak melakukan apa-apa. Dikantor, sepertinya malas mengerjakan apapun saat ini. Tapi tidak bisa. Tidak bisa tidak melakukan apa-apa. Karena ada anak buah yang duduk diseberang ruangan Earth, walaupun dia tak dapat melihat Earth mengerjakan apa kecuali dia masuk ke ruangan Earth. Tapi tidak bisa tidak melakukan apa-apa. Earth tetap harus melakukan validasi atau approve atas Case Management yang masuk di dashboard komputer Earth, tetap memberikan disposisi atas beberapa surat masuk, bahkan beberapa yang penting harus kita bahas bersama. Karena Earth juga tak pintar-pintar amat, cuman lebih beruntung karena posisi Earth saat ini menjadi ibu buah dan dia menjadi anak buah. Sehingga Earth juga harus sharing dan harus mau menerima masukan. 

Earth ingin bisa menggambar, sehingga bisa menggambarkan kebosanan ini dimana gambar Earth nanti akan terlihat seperti sulur-sulur hitam yang membelit dan menyeret kita ke alamnya disaat mata kita tetap terjaga. Karena sebenarnya kita tahu bahwa kita sedang bosan. Tapi Earth tak pintar menggambar, bahkan jika menggambar pemandangan akan menggambar macam anak SD yang monoton dengan dua gunung berdampingan, dengan jalan lurus yang membelah kertas gambar menjadi dua bagian simetris kiri dan kanan, dengan sawah yang digambar bak rumput satu dua batang, dan kalau sedikit lebih imajinatif maka akan Earth gambar sebuah pohon dipinggir jalan itu, sementara matahari akan berada di pojokan atas. Goresan tangan Earth begitu parah. Bahkan saat my little son menyuruh emaknya ini menggambar monster (dipaksa harus mau dan tak bisa menolak), monster Earth berbentuk kotak, persis Spongebob jadi robot.

Earth ingin bisa main gitar, sehingga bisa mengalunkan melodi-melodi kebosanan menjadi melodi bernuansa antah berantah yang terkombinasi asyik sehingga akan membuat banyak orang terpesona pada Earth (entah pada orangnya, entah pada melodinya). Yang paling tidak Earth akan menikmati petikan gitar dari tangan Earth sendiri, sambil merem melek. 

Earth ingin bisa menyanyi semerdu buluh perindu, walaupun Earth sendiri tak tahu bentuk langsung si buluh perindu itu. Dan saat Earth menyanyi lagu kebosanan, lagu itu akan berubah menjadi nyanyian surga yang bisa menghipnotis banyak orang, tetapi intinya bisa membuaikan Earth sendiri. Earth pasti akan menikmati alunan dan syair lagu itu. Meliuk-liukkan badan mengikutinya, dan Earth pasti pakai baju sutra putih panjang yang tipis berlapis-lapis dan berumbai-rumbai bak putri-putri raja tapi bukan putri dari kerajaan di Indonesia apalagi dari kerajaan Jawa tentu saja.

Earth ingin bisa bikin puisi, karena dari kebosanan itu kan menjelma menjadi puisi-puisi puitis, dimana para pujanggapun akan terperangah karenanya. Tapi tak mungkin itu, karena puisi selain sulit dipahami, juga tak terlalu menyenangkan untuk dipahami Earth, si manusia yang rasa puitisnya entah kemana sehingga membuat puisi mungkin akan berubah pantun, dan sungguh sangat berbahaya sebab pantunnya bisa jadi adalah pantun yang tak bisa dibalas karena a-b-a-b yang menjadi dasarnya bisa berubah berkonsonan x-x-x-x

Begitulah.... saat bosan dan kebosanan yang amat sangat sedang membelit dan mencekik leher Earth sehari ini...hasilnya cuman ini.

Ya..cuman ini, yang kalian baca saat ini
Membosankan bukan ???

Selasa, Juli 24

Sedekah

Sedekah...apa itu sedekah???....aaahh..tentu saja semua tahu maksud kata sedekah kan. Nah, lama nih Earth gak cerita-cerita disini. Kebetulan, kemarin sore sebelum buka puasa di televisi lokal ada tayangan tentang sedekah. Lupa chanbel apa. Nah, saat itu Earth merasa Enligthtened....tercerahkan!!! Pingin tahu gak kenapa??? Oke, siapin karpet merah ya..si Earth nya mo cerita. Cerita tentang sesuatu yang berkaitan dengan sedekah yang pernah Earth alami. Walaupun ada peringatan bahwa : "Jika kau memberi dengan tangan kanan, maka tangan kiri jangan sampai tahu". Peringatan itu menurut hemat Earth adalah agar supaya tidak terjadi kesombongan pada saat kita telah memberi sesuatu kepada orang lain entah sedekah, zakat, infaq atau apapun sebutannya. Tapi disini Earth ingin sharing aja, siapa tahu ada beberapa kawan yang 'pernah' punya pikiran tentang 'sesuatu' saat kita bersedekah kepada orang lain. That's all...tak ada maksud lain selain itu. Mumpung suasananya tepat nih, pas puasa-puasa. Biar berkah..gituuu... :))

Dalam tayangan televisi divisualisasikan tentang seorang suami curhat kepada istri karena merasa 'salah' memberikan sedekahnya kepada orang yang 'salah'. Si suami bilang :" Bu, tadi saya memberi sedekah kepada 3 orang. Orang yang pertama saya beri ternyata kata orang adalah seorang pencuri, lalu seorang ibu-ibu janda yang ternyata kata orang adalah bekas pelacur, dan kemudian orang yang ketiga adalah kakek-kakek yang ternyata kata orang adalah orang kaya. Bagaimana ini bu, aku salah memberikan sedekah." 
"Bapak ini, kalau sudah memberi ya sudah, pada saat memberi bapak ikhlas kan? Walau ada orang yang berkomentar, biarkan saja pak, InsyaAlloh bapak dapat berkahnya kok," sambil tersenyum mengademkan hati sang suami, si Istri itu menjawab.

Sesaat kemudian ada tayangan visualisasi tentang ketiga orang yang tadi baru saja disedekahi oleh si suami. Si pencuri membelikan makanan kesayangan anaknya, dan si anak yang begitu gembira dan bersyukur karena sudah lama tak pernah makan ayam goreng kesukaannya, lalu si janda bekas pelacur yang bisa membawa anak perempuannya ke rumah sakit untuk berobat sehingga si anak besoknya minta untuk dapat sekolah karena sudah merasa lebih baik, kemudian si kakek yang katanya orang kaya tersebut, saat makan bersama istrinya didatangi oleh pengemis yang tidak diperbolehkan istrinya memberi sesuatu kepada pengemis, tetapi si kakek itu tetap memberi uang kepada pengemis itu dari uang sedekah si suami tadi. Subhannalloh..ternyata uang sedekah sang suami tadi tetap bermanfaat kepada orang lain yang memang membutuhkan.

Dan adegan itu ditutup oleh Ustad Quraisyi Shihab, bahwa semua orang dimuka bumi ini adalah saudara, dan sebaik-baiknya seorang muslim adalah yang mau menjaga saudaranya. Janganlah kau pikirkan mereka itu adalah muslim atau non muslim. Sama saat Nabi Muhammad akan bersedekah kepada umatnya, dan sahabat Nabi bilang bahwa orang yang akan disedekahi oleh Nabi adalah orang yang tidak mau masuk Islam, dan hampir Nabi tidak jadi memberikan sedekahnya. Saat itulah Alloh menegur bahwa kewenangan membuka hati dan memberikan hidayah kepada orang lain itu adalah kewenangan Alloh bukan kewenangan Nabi Muhammad. Dan Nabi dianjurkan untuk tetap bersedekah kepada siapapun tanpa kecuali.

Hmmm..saat itulah Earth mendapat pencerahan. Karena apa yang dialami oleh sang suami dalam cerita diatas juga pernah Earth alami. Earth merasa orang yang datang kepada Earth saat itu awalnya memang benar-benar orang yang wajib di sedekahi. Tapi kemudian setiap Sabtu saat Earth dirumah, si ibu itu selalu datang dan menceritakan masalah keuangan yang sedang menghimpitnya. Mulai dari anaknya yang akan masuk kerja tapi tak punya uang buat mendaftar. Kemudian Sabtu depannya menceritakan si anak yang sudah keterima tapi di kota lain dan perlu ongkos untuk kost. dan terus terus setiap Sabtu pasti datang dengan masalah yang berbeda. Dan mana sampai hati kita untuk tidak memberi bantuan kepada si ibu tersebut. Tapi lama-lama suami Earth curiga, sehingga pada saat si Ibu itu datang, suami Earth sengaja yang menemuinya. Setelah si Ibu itu cerita tentang kesulitannya, suami Earth memberikan uang dan berkata : "Baik Ibu, ini keperluan ibu saya penuhi, tetapi saya menganggapnya sebagai hutang, tidak seperti istri saya yang memberikannya secara cuma-cuma. Ibu silahkan melunasinya terserah kapan ibu mau melunasinya". 
Dan saat itu Earth cuma bengong, hanya melirik suami. Apa nih maksudnya. Setelah si Ibu tadi pulang, Earth tanya pada beliau : "Lhah, Ayah beneran nganggep uang tadi sebagai hutang?"
"Ya enggaklah, Ayah tahu kok si Ibu itu kemungkinan besar gak akan mengembalikan uang kita. ayah sudah ikhlaskan. Ayah hanya memberi pelajaran kepada si Ibu tadi agar tidak menggampangkan sesuatu dan bahkan mungkin sebenarnya rejeki itu menjadi tak halal bagi Ibu tadi karena mungkin, mungkin lho ya, si Ibu tadi sebenarnya selama ini telah berbohong kepada kita." Kata suamiku.
"Jadi kita harus menghentikan si Ibu tadi" Sambung si Ayah.
Heheheheh...Earth akhirnya ngerti maksud si Ayah. 
"Lagian, Ibu mah, sudah sekolah tinggi-tinggi, masih mudah aja dibohongin orang," ejek suamiku.
"Yeeee....kan kasian Mas," padahal ini maksudnya Earth mau nutupin kelemahan Earth yang bodoh..hihihihi
"Ya kasihan itu tak seperti itu caranya, tidak mendidik orang sama sekali. Udah tahu dibohongi." Lanjut si yayanknya Earth.

Hahahahah..kejadian itu sudah bertahun lalu. Walaupun sekarang selama Ramadhan, adaaa saja orang datang entah dari mana yang mengatakan sedang membangun masjid A, mushola B, TPA, takjil anak anak santri dll yang daerah-daerahnya bahkan tak Earth tahu dimana itu. Seperti visualisasi di televisi kemarin itulah seharusnya kita bersikap. Siapa tahu sebenarnya sedekah-sedekah kita itu adalah rejeki bagi orang lain selain orang yang kita beri. Asal prinsipnya adalah mencari berkah. Tapi sebenarnya kita juga gak mau ya dibohongi orang.

Jadiii... silahkan aja. Asal satu aja, jangan berhenti bersedekah. Jadi menurut Earth jargon "bersedekahlah dengan ikhlas" sudah tidak tepat lagi. Kalau menunggu ikhlas, ya kapan kita bersedekah. Nah jargonnya diganti aja : "ayo, jangan takut untuk bersedekah, karena bersedekah adalah wajib"...hahahahhaha.... 

eiitss...sapa juga yang mewajibkan ???

Yang mewajibkan adalah HATI kita...semakin banyak kita bersedekah, semakin kaya hati kita

hmmmm.......
How 'bout that ?????

:))










Minggu, April 1

'hanya' tidur

Mimpiku.....Apa mimpiku.....Apa mimpikuuuu??? 
Dan otakku menjawab sendiri, Retoris : "Banyak,.....buanyak,.......buanyaaaaakkk....sangat buanyaaaakkk mimpimu......, seperti peluh-peluh yang sekarang bergulir dari kulit kepalamu." 
Arrrggghhhhh.................................!!!!! 


"Kapan mimpiku terwujud? Kapan Engkau wujudkan mimpiku, Tuhan???" Tanyaku.
Dan Tuhanpun menjawab : "Banyak yang sudah Kuwujudkan!!! engkau tak sadar, kau kebanyakan mimpi, kau kebanyakan bermimpi, kau kebanyakan tidur!!!"
JLEB..!!! Dan jawaban Tuhan dalam mimpiku itu membuatku terbangun.
Aaarrggghhhhhhh..................!!!!

Tidur? Kata itu berputar-putar, mencari kunci, berusaha untuk membuka pintu otak. "Tapi kujarang tidur!", marahku meluap. "Tlah kuhabiskan malam ku dengan mengisi kesibukan yang kumampu. MengingatMu dalam dzikir diamku. Kubaca ayat suciku. Kubasuh mukaku dengan wudhuku. Kubaca buku-buku bacaan baru dan lawasku. Kulihat kotak elektronik yang seringnya bahkan kulupa dimana tombol off kotak sialan itu berada. Kupandangi gambar orang-orang kesayanganku yang hanya diam memandangku kembali, dan juga, kuurai airmataku"
Arrrrrggghhhhhh................" Kau tahu Tuhanku ?? aku jaraaaang tiduuuur..!!!" Pekikku, masih dalam letupan magma.


Pintu otakpun terbuka.
Tidur?
Tidur adalah saat matamu terpejam, teristirahat dalam dunia bayang, termatinya otak sesaat, dan saat keluarnya liur kesedapan. 
Atau tidur sebenarnya adalah saat kau diam, tak berdaya atau kau buat dirimu tak berdaya, tanpa makna, tanpa usaha, dan tanganmu yang menjulur menengadah, memaknai semua keinginanmu.

Dan saat yang kau buat hanyalah mimpi, hanya mimpi, dan begitu banyak mimpi, kenapa saat ini kau hanya mempertanyakan kapan terwujudnya mimpimu? 

Aaarrrrgggggghhhhhhhhhh...........!!!!!!

Rabu, Januari 25

Yeaaaahh...this is....

my  JaNEWary

2012

Benar-benar bulan baru di tahun baru yang luar biasa. Diawali dengan ijin sakit di dua hari pertama 2012, berlanjut dengan cuti pada awal minggu ke dua untuk merawat 2 anak kesayanganku yang juga sakit bersamaan karena terlalu kompaknya satu sama lain, dan ditutup dengan meninggalnya bapak mertua di akhir minggu kedua, sehingga harus mengambil cuti lagi karena alasan penting ....Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Komplit sudah tahun baru kami. Semoga semua itu tetap merupakan berkah yang harus selalu kami syukuri dan membawa hikmah..amin. Mungkin sebenarnya karena terlalu sayangnya Alloh pada kami, sehingga pada awal tahun baru, kami harus banyak mengingatNya agar di bulan-bulan berikutnya tidak lupa karena euforia tahun baru. Remember, everything happens for a reason..!!!

Dan pada awal masuk kantor setelah ijin dan banyak cuti, rasanya nyawa belum sempurna untuk bekerja. Ditambah lagi tak ada suami disamping karena masih sibuk di rumah mertua, dan anak2 yang sedang masa pemulihan kesehatan mereka. Menumbuhkan semangat tuh susaaah banget, dan alhamdulillah nya di awal tahun baru pekerjaan tak se-me-ngerikan seperti saat akhir tahun yang harus waspada terhadap penerimaan yang belum masuk. And now sebagai bagian dari syukur dan peningkatan semangat adalah dengan kembali menulis. Rasanya menulis mulai mendarah daging dan menimbulkan rasa kangen seperti kalo lama tak membaca atau lama tak menonton film drama korea..hahahaha..halah banget pokoknya!!!


Semua kasih sayang Alloh yang diturunkan pada keluarga kami saat awal tahun ini mungkin untuk mengingatkan bahwa tahun 2012 Earth tak boleh leha-leha. Harus banyak menjura padaNya. Harus banyak bermuka manis dan bermulut sopan lewat do'a-do'a. Harus berlaku baik layaknya seorang gadis agar dilirik sama pemuda ganteng anggota boys band..(huekks..hahahahha, mendingan contohnya si Keanu Reaves aja yaa). Yaaa begitulah, biar Alloh mau melirik Earth, maka Earth harus pinter-pinter merayuNya dengan tingkah laku dan semua hal-hal yang disenangiNya. Walopun tak jarang Beliau malah Earth suguhi dengan tangisan lebay karena merasa sendirian. Hehehehehe....

yeeaaaahhh...this is real my Janewary .....!!!!!  
 
Have you questioned all the madness you invite, what your life is all about..???

Some of us choose to live gracefully
, some can get caught in the maze
And lose their way home.....This is the life we belong to
Our gift divine

Have you ever wished that you were someone else ???
Traded places in your mind..   It's only a waste of your time..!!!!!

Feed the illusion you dream about
Cast out the monsters inside

Life begins with an empty slate
Fragile left in the hands of fate
Driven by love and crushed by hate
Until the day
The gift is gone
And shadows remain

This is the life we belong to
Our gift divine

(THIS IS THE LIFE - DREAM THEATER)



Selasa, Desember 20

Life begin at...?????

Kapan sebenarnya dimulainya hidup itu ? Apa saat bayi menghirup udara setelah keluar dari rahim ibunya ? Yeaaahh.. betul..!! Secara harafiah memang. Tetapi Earth maksud adalah kapan sebenarnya hidup itu dimulai dalam arti manusia merasakan hidupnya, atau saat manusia benar-benar menyadari bahwa dia benar-benar hidup. Hidup yang sesungguhnya.

Banyak lelucon yang menyatakan : " Life begin at 18" ,yaitu saat pemuda atau pemudi di Amrik sono harus keluar dari rumah orangtuanya, dan berani tinggal di apartmen atau kost lah kalo di Indonesia. Sekolah dengan melakukan part time job. Mereka akan berusaha mencari uang dari kerja sampingan. Dan a bad habbit nya adalah, saat 18 tahun itu mereka mulai have a sex with their lover.
Tapi ada lelucon juga yang kedua (... Earth lebih suka mengatakan lelucon daripada pepatah ataupun jargon), yaitu Life begin at 40, dan kek nya orang Indonesia lebih banyak menganut lelucon ini. saat umur 40 tahun itulah mereka mulai merasakan hidup. Hidup lebih bermanfaat atau hidup lebih merusak. Bermanfaat atau merusak, dua-duanya ditujukan kepada orang lain dan kepada diri sendiri. Tinggal mereka mau memilih lebih merasa hidup dengan yang mana. Dan lelucon ketiga jelas, yaitu "Hidup adalah pilihan" akan mengikuti lelucon yang kedua.

Dan kapan Earth merasakan hidup? Walaupun saat umur 18 tahun Earth sempat dinyanyiin lagunya Skid Row yang 18 and Life oleh beberapa kawan gondrong dari Seni Rupa UNS dulu, tapi Earth tak merasakan perubahan yang mendasar. Dan sekarang pun Earth belum berumur 40 tahun juga. Tapi sepertinya banyak hal yang merubah pandangan Earth saat ini. Sepertinya sebelum masuk Kudus, Earth banyak banget melakukan hal-hal bodoh, berpikiran bodoh dan berlaku bodoh. Dan sekarang apakah tidak ? Entahlah. Tapi Earth merasa pemahaman Earth akan sesuatu banyak sekali berubah. Tingkah laku, ucapan, dan kesombongan..rasanya mulai berubah. Kecuali aliran musik masih sama.. aha aha aha...mungkin lebih parah sekarang malahan. I like to hear some noise in the music.. yg banyak growrl nya atau lengkingan gitar terdistorsi... hehehehehe.. Musik yang banyak dihindari cewek. :D   Seperti saat ini, ada Dream Theater, my fav progressive metal band sedang mengiringi otak yang sedang berpikir mengolah kata.

Back to topic. Yap,..what was happened in the past, what have I done, before here.. was too bad, I thought!! Sepertinya Earth dulu sombooonng sekali. Baik perkataan ataupun perbuatan. Kesombongan atas anak2 dan suami yang Earth miliki, sombong atas kemampuan, sombong atas materi maybe (padahal Earth punya apa sih dulu). Sepertinmya banyak  sekali kesombongan dan jumawa-jumawa yang keluar dari dalam diri. Aaahhh....kalau boleh mengulang hidup, seperti film yang berjudul "17 again" ........pingin bisa membalik semua kata dan laku. Dan meminta maaf atas semuanya. (Dan saat ini, Earth pingiiinn sekali teman2 lama Earth ada yang baca tulisan ini, dan mereka tahu bahwa Earth menyesal, sangat menyesal..ingin rasanya meminta maaf pada semua orang .... and how in the past I was just a foolish girl/woman).. :((

Berada jauh dari keluarga (my sons and husband) as a Long Distance Family ternyata banyak membawa hikmah. Sedih ? of course, gak usah ditanya itu mah. In this ages. Earth feels alive..very much alive... To be a different personal, in mind and in an attitude. Walaupun saat marah menyerang karena tak memperoleh seperti harapan yang ingin diperoleh, kadang masih ingin memaki dan juga masih suka merasa dongkol, tapi cara me'manage'nya sudah mulai berubah. Seperti menahan diri, berpikir dulu sebelum berucap, banyak mendengarkan daripada banyak berkata.. Dan menjadi pendiam ? nop..that's not me. Hanya melakukan improvisasi saja saat bergosip dengan emak-emak lain yang menceritakan anak2 mereka atau sesuatu yang berkaitan dengan diri mereka.

Tetapi ada hal yang sangat berubah pula. Semangat. Dahulu semangat itu rasanya tak meledak-ledak seperti sekarang. Dahulu sejak SD sampai kuliah paling tak suka masuk suatu organisasi. Tetapi entah kenapa semangat Earth saat ini serasa membludak. Ingin masuk ke organisasi-organisasi yang berkaitan dengan anak-anak, melakukan sesuatu yang kadang beyond our mind seperti mendekati anak-anak jalanan dan lain-lain. Apakah ini bentuk kesombongan lain dari Earth? I hope not. Earth pingin melakukan sesuatu yang beda, atau mungkin karena kesibukan di Kudus seperti mengurus anak dan suami tak dilakukan lagi? Hmmm...secara langsung memang tidak, karena Earth mengurus mereka melalui telepon, mulai dari hal kecil seperti menu makan sampai ke hal yang penting yang berkaitan dengan sekolah mereka. Long Distance Familiy tak harus membuat kita meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang biasa kita lakukan dirumah. By order with your telephone you can do it!!! Tapi langkah Earth pun terbatas untuk semangat yang seakan tak ada habisnya ini. Mencari teman sejiwa ataupun kendala waktu. Weekend adalah hari keluarga, tanpa bisa direvisi dengan alasan apapun. terkadang melibatkan anggota keluarga adalah opsi yang bisa dipilih tapi tak terlalu bisa dijalankan pula. Rasanya Earth ingin membayar semua waktu yang terenggut dari suami dan anak, saat weekend itu, dimana seharusnya Earth ada disamping mereka. 

Yaaaa.. setiap orang akan mengalami saat-saat dimana dia merasa hidup. Dan saat itu terjadi berarti Life running well....kehidupan berjalan dengan baik. Dan ketika saat-saat itu datang, semoga kita masih sempat menyadarinya. Berkawan dengan kesusahan dan kesedihan, menikmati kegembiraan dan kebahagiaaan, dan membaginya dengan sesama. Cara yang mudah adalah dengan menarik bibir atas dan bawah kesamping kiri kanan saat kita menikmati semuanya. Dan sepertinya menulis ini adalah bentuk kesombongan lain dari Earth. Karena Earth bukanlah manusia setengah dewa. Earth adalah manusia sombong yang tak tahu diri.

Dan bumi pun berputar.