Life is too short to wake up in the morning with regrets. So, love the people who treat you right. Forget about the ones who don't, and believe that everything happens for a reason. If you get a change, take it. If it changes your life, let it. Fight your day with your heart, get win and never surrender for what you believed. Always spread love, always thankfull for what God gives to us. Remember, no body said it would be easy. They just promised it would be worth it.



Tampilkan postingan dengan label long distance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label long distance. Tampilkan semua postingan

Kamis, Februari 10

Kimura Style

Libur sehari kemarin di awal bulan Pebruari tetap pulang ke Jogja. Ya sedikit capek karena sore berangkat jam 5, masuk rumah hampir setengah duabelas malam. Besok sore berangkat lagi, jam 5 sore lagi, sampai Kudus jam 10.30 malam. Tapi rasa penat, capek semua hilang, walaupun dirumah saya jadi objek korban keganasan anak-anak. Lho, jadi korban kok malah senang ? Iya, kebetulan setiap ada dirumah badan gak akan selamat dikerjain anak-anak. Kalau berdiri ya si adik langsung nangkring diatas punggung saya, kalau rebahan bukan cuman adik yang menyerbu tetapi kakak juga yang beratnya udah seibunya pula.  Becanda sih, tapi saya harus hati-hati karena adik yang masih kelas 2 SD badannya kecil, sedangkan Kakak yang sudah kelas 1 SMP seringkali lupa kalau tenaganya sangat kuat. Dan dia tidak pernah mengurangi kekuatannya. Sering kali saya yang harus teriak karena takut perut kenapa-kenapa di 'bruk' i si kakak. Hati-hati nak, awas perut Ibu.. heheheeh.. tapi dia suka kalah kalau udah ku gelitikin... ramai, dan suami hanya bisa geleng-geleng kepala.

Seringkali kami menonton film kartun bareng atau national geographic channel (NGC). Gak tau kenapa tetapi mereka ketularan si ibu yang doyan channel tersebut. Si adik lebih suka film kartun dan NG wild, yang kebanyakan tentang binatang, mulai binatang biasa sampai dengan cerita binatang yang aneh-aneh. Sedang si kakak lebih memilih sport (seringnya sepak bola) dan lebih suka NGC, karena sering menceritakan petualangan, sejarah kota atau hal-hal aneh macam mummy, living dead (zombie), sehingga si adik seringkali teriak minta diganti karena takut, tetapi pasrah dengan bersembunyi dibalik bantal sambil mengintip. Saya tidak mengajarkan mereka melihat sinetron, karena kekuatiran saya bahwa mereka nantinya akan merasa dunia yang mereka tinggali adalah seperti di sinetron-sinetron. Realiti show kadang-kadang, tetapi banyak tidaknya juga, karena kebanyakan reality shownya juga sudah di setting sepertinya. Whatever lah, saya cuma berusaha memberikan pandangan yang baik ke mata dan otak anak-anak saya, karena apa yang mereka lihat akan terekam dalam perjalanan hidup mereka kelak. Semua tidak saya paksa, karena berdasarkan apa yang saya alami, sebenarnya anak-anak kita mempunyai kecenderungan meniru orangtuanya dan apa yang menjadi kebiasaan mereka di rumah. Kalau orang-orang rumah cenderung menonton sinetron, ya seperti yang saya dengar dari ibu-ibu mereka, dan si ibu tersebut bilang sendiri bahwa anak mereka juga suka menonton apa yang sering dilihat dirumah. Jadi, anak jangan dimarahi kalau malas belajar dan mengikuti suatu sinetron, wong ibunya atau embaknya juga nonton.. hehehehe.  

oke kan hasil kerja sama kami berdua
 Minggu kemarin saya menjadi korban si adik untuk mau menyelesaikan gambarnya. Dan si Ibu dapat jatah untuk nge-blog semua gambar sampai selesai. Dia mah keenakan, cuman mewarnai jerapahnya doang. Sambil nunggu si Ibu nge-blok warna, duduk disamping tapi dianya asik nonton film kartun dan si ibu gak boleh beranjak kalau belum selesai. Halah..!!
Akhirnya selesai juga. Setelah makan siang, adik tidur siang dan saya dapat kesempatan untuk nonton tv. Seperti biasa, lihat-lihat channel dan terpaku pada tayangan reality show, Kimura: life in the fab lane. Pada awalnya saya tertarik Kimura Lee simmons ini akan wajahnya, seperti ada campuran antara cina atau jepang (pokoknya asia), dan orang kulit hitam, karena rambutnya yang hitam legam, dan raut wajahnya seperti keturunan 'black' gitulah. Dan benar, ternyata ibunya orang Jepang dan ayahnya african american. Selain itu saya tertarik karena tayangan tersebut tentang fashion. Biasalah cewek, suka tentang fashion-fashion gitu. Nah, saya mulai asyik nonton sambil megang-megang tangan si adik yang terlelap. Si kakak lagi asyik dengan maen ps, tanding lawan ayahnya, maen bola.

Apa yang saya lihat ternyata diluar perkiraan saya, karena tayangan tersebut adalah kehidupan Kimura as a mother and as a CEO from Baby Path. Suatu perusahaan di bidang fashion, dimana dialah yang bertanggung jawab atas perusahaannya tersebut. Ketika saya lihat, sepertinya Kimura ini adalah single mother dengan 2 anak perempuan. Bukan hanya itu, sebelumnya dia juga seorang aktris dan juga foto model. Yang menjadi perhatian saya kala itu adalah cara dia mendidik dua anak perempuannya, Ming dan Aoki. Sungguh luar biasa menurut saya. Bisa kita bayangkan, sukses dan punya life show sendiri dari channel yang capable, dan tentu saja dia orang kaya, sangat kaya malah, yang sanggup membayar pembantu-pembantu handal. Bahkan dalam tayangan tersebut dia berada pada tingkat stress yang luar biasa karena harus menyiapkan pembukaan cabang baru dalam waktu 3 minggu, menyiapkan tempat, peragawati dan bajunya, dekorasi, tamu yang diundang dengan cocktail party. Tetapi ada hal lain yang dilakukan Kimura as a mother yaitu memastikan baby sitter yang disewanya mengawasi kedua anaknya menjalankan semua tugas yang dibebankan kepada keduanya. Tugasnya adalah membawa kembali piringnya ke dapur n' wash dishes by themselves not by they baby sitter. Bersihin kamar, mandiin binatang piaraan sendiri, memungut bola sehabis les tennisnya.. (bisa ngebayangin mungutin semua bola di seantero lapangan?).. n' they do by themselves, pelatih dan baby sitter hanya mengawasi...eh, ternyata bola tennis ada yang warnanya pink juga..hehehehehe.... Kimura selalu mengajak dua anaknya untuk menutup fashion shownya nya. Digandeng kiri kanan. Seringkali Kimura meminta pendapat dari kedua anaknya untuk hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Padahal mereka masih anak-anak dibawah umur, belum ada 10 tahun malahan. Dan selalu bilang : Give me five dan melakukan tos jika ide nya bagus, entah ide itu akan dipakai Kimura atau tidak, sebagai bentuk penghargaan atas pendapat buah hatinya. That's great.. really..really great I think. 

Ternyataaaa...apa yang saya lakukan as a mother belum ada apa-apanya dibandingin Kimura. For sure? Yes..!! Coba saja tanyakan pada  my two lovely boys at home, "Apa pendapat kalian tentang ibu kalian?". Jawabnya sudah pasti dan tak akan berubah. "Ibu ku Galak.!".. hahahahahahaha.  Belum lagi, as a mother, aku gak selalu ada dirumah.. hiks, thats the bad point for me, of course! And I feel so sorry about that. Yes, I am not a good mother as I think. Semoga anak-anak ku punya banyak pintu maaf untuk ibunya yang banyak kekurangan ini. Amien.
   

Jumat, Desember 10

Long Distance family


Yaaa..welcome to my family,...we are a kind of long distance family....Enak ? Jelas tidak..!! Tak pernah terbayangkan ketika harus jauh dari anak-anak. Dengan suami jelas jauh-jauhan, karena memang dari awal married kami dari satu instansi yang harus berpindah-pindah kota. Tak ku ikuti,c'mon, gets reality, kalo' aku ngikut, belom selesai benah-benah rumah, belum dapet sekolah anak-anak, atau sudah dapat tapi baru jalan beberapa bulan atau parahnya baru beberapa minggu, ayahnya pindah lagi..halah..!! kasian anak-anak jadinya. Kita sebagai orangtua sih santai aja nyesuaikan lingkungan, tapi anak-anak kita ? Bukan hanya perasaan kita yang kita pikirkan, perasaan anak-anak jauh lebih penting.
Hmmm..well, dalam keluarga semua pilihan sama beratnya, masing-masing punya konsekuensi. Hukum sebab akibat selalu jalan. 

Dalam long distance family, ayah dimana, ibu dimana, anak dimana. 
Parah? Tergantung dari sudut pandang. Pembenaran ? bisa jadi.. What should we have to do? 
Kebetulan apa yang kualami baru terjadi sekarang, mungkin beberapa keluarga telah lama mengalami. I've a comittment with my husband, si ayah boleh kemana aja, pindah-pindah, tetapi anak-anak harus dengan ibunya.


Dan pada saat sk mutasi keluar, namaku tertera di SK dan menunjuk suatu kota yang...hiks..jauh dari anak-anak. Yeaah..shock ? jelas..!!. I 've two option : go n' not to go. Go, berarti harus kujalani, Not to go : berarti aku harus keluar dari institusiku dan menjadi ibu rumah tangga. Anak-anak diajak pindah ? Jelas..!! Apakah mereka mau ? Adik mau kalo' kakak mau. Dan si Kakak tidak mau. Atasan ku sempat bilang : "Udah, anak-anak di doktrin aja, harus mau pindah. Toh, sekolahan bagus dimana-mana ada."
Doktrin ? that's never happen in my family..!!!


Suara anak-anak harus didengarkan orangtua. Orangtua tidak boleh semena-mena. We can give them many option, too. Kalo' begini nanti begini, kalo' begitu nanti begitu. Biarkan mereka berpikir dan mengerti akan pilihan yang mereka ambil beserta konsekuensinya. Kita sebagai orangtua hanya mengarahkan, memberi alternative yang baik tanpa memaksa. Memberi pengertian dengan semua kasih sayang yang kita miliki. Dan subhanalloh,we can do..setiap jalan yang diambil selalu ada hikmah yang menyertainya, ketika kita mau berpikir dan bersyukur. Tapiii...biasalah, awal-awal minggu adalah hari-hari terberat buat si Ibu, menangis bombay, konsentrasi kerja hilang, nafsu makan hilang, n' many more..termasuk tagihan telepon yang membengkak jadi 200%. Dan si anak ? dari telpon-telponan with my boys, ternyata mereka masih enjoy dengan kegiatan sekolah, asyik bercanda dirumah. Padahal aku dan my boys gak pernah semalem pun gak tidur bareng..sekarang ? Maafkan ibu sayang. Dan ketika pilihan untuk keluar akan diambil, beberapa orang yang tergantung sama kita menunggu nasib juga untuk menjadi pengangguran. Aaahh..pilihan yang sulit. 

Pernah suatu tengah malam, semua perasaan sedih, menyesal karena merepotkan banyak orang yang harus nungguin anak-anak, kangen, tumpah ruah jadi satu. Dan yang bisa dilakuin hanya menangis dan berdoa. N' what's happen with my brave kids at the same time? Pada saat itu, si adik tidurnya mengigau manggil-manggil si ibu. Aaahhh.. Dan saat itu kuputuskan dalam hati, kalo' sedih harus dibikin senang, kita telpon mereka, bercanda jarak jauh. Agar perasaan sedih kita tak menular kepada si anak. Kalo' hati senang, dengarkan suara mereka, suara mereka pun pasti terdengar riang. Horeeee...
Dan apakah kualitas keluarga yang tidak terpisah pasti bagus? Seharusnya iya. Dan bagaimana dengan long distance family like us? Yaaa... yg bisa kulakuin hanya memaksimalkan waktu saat berada ditengah-tengah mereka. Mungkin walaupun keluarga itu setiap hari bertemu, ada kata : "Maaf sayang, ibu capek. Sama mbak aja ya mandinya?" atau "Sama mbak aja ya makannya", atau "ah, ibu belikan lauk kesukaanmu aja ya, kalau masak kelamaan". " "Yaa.., kan ada guru les, kenapa sama ibu belajarnya ?, Ibu masih ada kerjaan nih." Dan so many excuse lainnya.


Begitulah, cara yang mungkin harus kita buang, kalimat-kalimat excuse, karena secapek apapun, kita pasti bekerja untuk institusi atau atasan kita saat tenaga kita dibutuhkan. Nah, kalo' anak-anak perlu tenaga kita ? maukah secapek apapun kita luangkan waktu buat mereka ? Sekedar perang-perangan bantal, memberi makan kelinci kesayangan mereka, nonton film kartun bareng atau bahkan maen ps gitar heroes bareng...hahahahahah... It's a wonderfull time.
Atau malah kita asik sendiri membaca koran atau majalah langganan kita, asik dengan facebook dan hp kita, membuat janji ketemu teman-teman lama, bersih-bersih rumah dalam tempo waktu yang lumayan lama, belanja ke mall (walaupun mengajak anak-anak tapi kita asik sendiri di stand baju)...yeah..that's your choice.. Bukankah seharusnya kita bersyukur masih diberi banyak waktu, bertemu setiap hari bersama anak-anak kita, bermain, belajar, makan bersama, do something together... I wish I could do that everyday.....
Kita hanya bisa berusaha menjadi ibu yang baik buat anak-anak kita. Walaupun jarak jauh, semoga kita bisa memaksimalkan waktu saat-saat bertemu dengan mereka. Atau kita luangkan waktu sekedar untuk tahu dan bertanya pada mereka ,apa yang mereka lakukan, sudah makan atau belum, sudah sholat belum, lagi belajar apa, tadi belajar apa di sekolah, dapat nilai berapa, bermain dengan siapa di sekolah, bisa mengerjakan ujian dan tugas di sekolah atau tidak, senang tidak disekolah..dan hal-hal yang mungkin sesuatu yang kecil tapi sangat berarti bagi mereka ketika mereka tahu bahwa ada perhatian atas semua yang mereka lakukan seharian.
 For my boys,..Mom always want to hug U forever...maafin Ibu sayang, karena tak selalu ada setiap hari untuk kalian..
Dan ketika sabtu-minggu tlah habis, saatnya long distance dimulai...duuuh...
So, ketika pilihan senin pagi baru berangkat keluar kota (too late to get to the office) setelah mengantar dan melihat anak-anak ke sekolah mereka,dengan konsekuensi sanksi menunggu..yeah.. just say : Life is a choice..!!!