Haiiii... mother, ibu, istri, daughter, sister, tante, mak, mbok, .... selamat hari kartini. Pasti tau dong tanggal 21 April adalah hari kartini. Dan bagi semua wanita di Indonesia bahkan juga di luar Indonesia I believe pasti banyak yang tahu juga sosok Ibu Kartini. Dikantor, sekarang banyak yang diwajibkan mengenakan kebaya pada hari ini, sedangkan dulu cuma di sekolah-sekolah sampai dengan tingkat SMA. Hmmmm.... ada apa dengan kebaya?. Selebrasi nya sih oke.. buat tetap mengenang sosok beliau dan semangatnya. Tapi sampai sekarang earth masih penasaran, siapa sebenarnya pencetus kata emansipasi wanita. Hmmm... musti ketemu mbah dulu buat nanya.. yak mbah google namanya.... hahahah
Bagi earth, hari kartini sama dengan hari ibu, womans day atau semua hari yg berkaitan dg perempuan. Tapi kenapa di Indonesia yg terpopuler adalah Hari Kartini?. Itulah hebatnya doktrin masa lampau. Sampai pelosok dan penjuru daerah minus pun di Indonesia pasti taulah peringatan Hari Kartini. Berbeda dg hari-hari yg berkaitan dg perempuan seperti sekarang.. yang banyak tau adalah orang yang mau tau saja.. hahahah... kalo' dulu harus tau karena doktrin nya mewajibkan untuk tau.
Mumpung earth sedang semangat nulis di awal Hari Kartini (dan earth hari ini juga pake baju ber genre kebaya pula..).. huhuhuhu.... ada hal yang sangat mengganjal di hati, ketika seorang kawan called syaecho si syaechopat gila.. hendak menulis sesuatu ber label materialism anti klimax... and sharing with earth about a carrier woman right now. Si syaecho belum beristri dan mungkin menginginkan istrinya bukan seorang wanita karir atau wanita bekerja tetapi masih memperhatikan anak dan keluarganya...(entahlah). Yang jelas si temen gila earth itu sedang bersedih melihat beberapa wanita bekerja yg sempat dilihatnya. Dan silahkan siapapun yg mau nyimak cerita earth.. ambil napas yg banyak, siapin camilan, karena it would be take along story. (emang ada yg baca my blog ? heheheh... meneketehe.. earth cuman nulis.. terutama buat nyemangati earth sendiri..) I want to give an appreciate for myself..
Disini earth tidak menghujat, melemahkan, memojokkan siapapun, ataupun bermaksud sombong..... disini adalah life lines earth to be a mother earth.. apa yang earth alami sejak kecil till now.. dan itulah yg membentuk earth seperti sekarang ini. Tak ada kesombongan, tak ada penyesalan.. semoga kelak, saat my sons want to read his mother's blog tau, dan bangga dengan emaknya, dan knows that his mothers really.. really loves her sons too.. too... too much.. walopun sekarang tidak setiap hari didekatnya, dan ibunya adalah seorang wanita karir, means wanita bekerja bukan hanya ibu rumah tangga. And here we go.........
Earth lahir di kota kecil Sukoharjo- Solo Jawa Tengah. Dengan bapak seorang PNS dan terakhir beliau adalah Kakandep di Wonogiri. Ibu seorang wiraswasta, mulai dari "hanya" ibu rumah tangga (beliau lahir di dusun kecil bernama Ngrompak Wonogiri), sampai kemudian buka toko bensin kecil, sampai menjadi bengkel dan toko oli yg lumayan, dan terakhir saat earth mulai masuk kuliah, ibu menjadi seorang kontraktor, padahal ibu SMP pun bahkan tidak lulus. Bagi earth, beliau berdua adalah orang-orang luar biasa yang membentuk earth menjadi sekarang ini. Ada beberapa hal yg earth setuju atas pola pengasuhan mereka, tapi banyak pula yg tak earth setujui.
Hal yg earth selalu ingat dan selamanya akan earth terapkan dalam mendidik anak-anak adalah bapak earth yang tidak pernah bentak-bentak anaknya, nasehat beliau adalah : Kamu besarnya pingin jadi "orang" , apa jadi "kere" ? hahahahaa.... kasar tapi mengena. Petuah lain adalah : Jangan pernah merasa "nduweni", "lembah manah" terhadap sesama, "ngajeni wong liyo, wong cilik ojo dilalekke. Means : Jangan merasa "punya", sopan santun terhadap sesama, hormati semua orang, orang miskin jangan dilupakan. Kata bapak juga : Jangan pernah lupakan sholat, Hebat kan..!!! Dan Ibu saya, beliau tidak pernah memanjakan anaknya walaupun ada pembantu dan materi dianggap cukup. Kami anak2 nya bisa mengerjakan semua tugas rumah, dari menyapu, ngepel, mencuci.. bahkan kakak jago masak seperti ibu, kecuali earth.. hihihi.. earth mah mending disuruh nyetrika atau mencuci daripada masak. Hmmm... jadi kami bukan anak2 yang manja. And earth always thanks to my beloved parents.. semoga earth bisa membahagiakan mereka. Amien..
Tetapiiii... ada beberapa hal yang tidak earth sukai juga. My parents sering pula mengedepankan materi. Terutama ibu yang berusaha mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya untuk kehidupan beliau dan anak2nya. That's I dont want it. Jadi waktu beliau buat kami, kami rasa kurang. Itu dapat dimaklumi mungkin karena ibu dahulunya anak kepala desa di suatu dusun yg jaman dulu kepala desa adalah termasuk orang terpandang dan sekarang setelah menikah dekat mertua, harus bekerja sendiri, sementara gaji bapak kala itu sebagai guru sangat tidak layak, sehingga Ibu kemudian mencoba berwiraswasta dan berhasil. Dan pula, Bapak dan Ibu bukan tipe orang yang mau memuji keberhasilan anak didepan anaknya, tetapi memuji kami didepan orang lain dimana kami tidak berada di situ. Jadi pola pengasuhan lama. There's no reward with appreciate. Reward kami adalah berupa barang-barang kebutuhan kami, sepatu bagus, baju bagus, motor bahkan mobil. That's I really dont want it. Entah kenapa, earth berjanji saat itu, suatu hari kelak, ketika earth sudah punya anak, kami akan membentuk keluarga yg perasaannya terjalin kuat dengan bermain bersama, jalan bareng, makan.. pokoknya menghabiskan banyak waktu buat anak2, dan earth sangat iri dengan teman SMP yg keluarga biasa tapi asiiik banget kala berkumpul bersama ayah dan ibunya.
hmmm....kenapa pola asuh orang jaman dulu berbeda ya dengan sekarang. Karena pendidikan, media, atau apa ? Apakah para wanita saat ini sudah pintar-pintar karena banyaknya media, tingginya tingkat pendidikan dan sebagainya? Dan pastinya dengan kepintarannya, pasti dong pola asuh anak dan keluarganya lebih oke dibandingkan dengan orang jadul. Itu idealnya. Tetapi kenapa teman saya si syaechopat gila gak pingin istri wanita karir? Ada apa dengan wanita karir ? Apakah akan sama dengan yg earth rasakan waktu masih ikut orangtua? Ternyata si syaechopat gila pernah nguping cerita ibu-ibu dikantornya dan di sekelilingnya, tentang materi yang harus mereka kumpulkan dengan dalih atas nama semua demi anak, demi kemajuan anak, banyaknya pembantu dan baby sitter dirumah dll. Yaaa.. wajar deh, kalo si gila itu jadi muak dan gak kepingin punya istri wanita karir. Aha ha..!!!
Kembali ke cerita jadul earth. My life lines. Saat earth habis menikah, earth ditempatkan di Klaten dan my husband di Magelang. Kami ambil jalan pintas kost di Jogja untuk bertemunya. Saat itu earth kost di rumah seorang karyawati Bank terkenal di Jogja. Si mama nih berangkat pagi dan pulang nyampe rumah jam 7 malam. Saat berangkat si kecil umur 3 tahunan belum bangun, dan saat pulang si kecil waktunya mau berangkat tidur. Si mama, saat itu earth lihat, begitu pulang cuma lihat si kecil sebentar, nanya2 ke pembantunya, kemudian bersihin diri sendiri (bekas make up dll), mandi dan kemudian masak (entah masak entah nyiapin bahan masakan) buat besok. Dan sikecil? dia tidur dengan ditidurkan sang pembantu, dikelonin, ditungguin. Hmmm... dan benar, saat mbak Yah (nama pembantu tersebut) pulang karena harus pulang kampung (gak tau kenapa), si kecil sakit merindukan mbak Yah nya. Dan si mama terpaksa harus cuti untuk mengantarkan si kecil ke kampungnya Mbak Yah. Duuuhhh... mama, itu anak siapa? Dan saat itu pula, earth berjanji dalam hati, siapapun pembantu yg akan ikut earth nanti, saat earth punya anak, mereka adalah anak earth, bukan anak pembantu. TITIK..!!
Dan ketika earth bisa mengajukan pindah mengikuti suami, tidak sekantor, tapi bisa serumah, earth mengajukan tawaran tak tertulis, bahwa dimanapun kami tinggal, anak2 ikut ibunya, dan jarak kantor dan rumah harus terjangkau oleh si ibu. Karena baru 4 tahun ini earth punya rumah sendiri. Jadi setiap kontrak, selalu kontrak yg dekat kantor earth. Suami biar yg laju, melanglang buana.. hahahah biarkan saja. Dan cara mengakali intensitas ketemu dengan anak adalah dengan beberapa hal, misal saat sudah beranak pinak, tetap harus ada pembantu (lha emang siapa yang nungguin anak kita pas dikantor kalo' bukan mereka? Orangtua kita? ayolah.. jangan merepotkan masa tua beliau-beliau lah), nah.. si kecil harus tetap dapat hak sang ibu, yaitu ASI. Itu hak mereka lho. Kita tidak boleh semena-mena mencari alasan untuk tidak menyusui mereka. Earth minta ijin kepala kantor, minta ijin setengah jam buat pulang untuk menyusui. Alhamdulillah, walaupun bekerja sampai sore, kedua anakku full ASI sampai umur 2 tahun. Alloh memudahkan jalan, ketika kita berniat baik. Itu saja. NIAT..!!!.. Dan si pembantu dibilangin, ketika adik gak terlalu rewel, jangan diberi susu ya.. biar nanti minum ASI saja. Dan saat si buah hati sudah mulai makan makanan pendamping ASI, saat istirahat siang, pulang dong kalo memang masih bisa. Suapin sendiri. Kalau bikinnya kita pasrahkan kepada orang lain tidak masalah, asal kita pantau cara dan kebersihannya. Lebih baik kita dekati buah hati kita daripada kita dekati alat masak kita. Beda kalo' si buah hati sudah mulai agak besar, si mama juga harus bisa dong nyiapin makan mereka. Sekali lagi NIAT..!!! Apapun kondisinya pasti ada jalan bagi semua wanita karir. Cari jalan.. Alloh will give You way if You want..!! Dan alhamdulillah, semua anak-anak earth tak ada yg ngekor si Mbak, walaupun si Mbak ikut earth sejak earth hamil sampai 7 tahun kemudian baru keluar karena harus menjaga anak kakaknya. Bahkan si Mbak ada yg nangis krn asuhannya gak mau sama Mbak saat earth dirumah.. hahahahaha. Kalo hari sabtu minggu 2 pembantu earth liburkan. Semua pekerjaan dirumah harus dikerjakan earth saat itu, termasuk juga mengurus anak. Kek sombong ya kalo gini jadinya... ahahahah..
Life lines selanjutnya adalah saat earth dapat meneruskan sekolah lanjutan earth di Jogja. Pingin kembali ke dunia kampus, dunia liberal dan demokrasi, rehat dari kantor, rehat dari birokrasi. Dan sayangnya sekarang banyak dosen yang mulai tidak berdemokrasi tetapi ber birokrasi.. aaahh.. too bad!!. Okey, lanjuuut, saat itu earth jadi tukang ojeknya anak2. Yup, ada gerobak dirumah tapi earth tak bisa nyetir.. pake motor, pake jaket kulit, tutup muka, sarung tangan eiger, bawa laptop, jeans dan sepatu kasual,.. naaaahh.. earth sudah cukup tampan untuk itu.. dan senangnya bisa mengecoh orang melalui penampilan.. hahahah.. Saat tesis, ambil buku di perpustakaan kampus, bawa ke TK, nongkrong disana, di taman bermain, rangkum buku sambil liat my lil son maen luncuran.. sedaapnya.. kalo si kecil dah masuk kelas, telinga pasangin earphone, sambil ngetik dibawah pohon. Saat capek pergi ke kantin TK.. Beberapa kali ke kantin ternyata pemandangan tak pernah berubah. What was happened in there?.. membuat shock ternyata.. para ibu-ibu pengantar anak2 TK yg gak pulang, nongkrong di kantin, gosip.. biasalah mak-mak.. dan yg jadi bahan omongan adalah seputar kehidupan mereka, menu, gosip di televisi, pamerin kalo dah bisa FB an, atau barang2 lain yg sempat terbeli. Dan kalau bosan, mereka akan pergi untuk wisata kuliner bergantian tempat sambil menunggu anak pulang. Sejak masuk TK sampai hampir selesai tak satupun dari ibu-ibu yg penampilannya.. alamaaakk.. toko pakaian dan toko emas berjalan.. tak ada yg bawa buku untuk dibaca. Kalaupun ada yg baca, bawanya majalah infotainment.. Duh. Bukannya earth sok-sok an, tapiii.. sedih liatnya. Dan saat itu earth bersyukur karena earth walopun naek motor, earth bisa keluar masuk perpustakaan, masuk kampus, dan saat itu pula earth bangga dianggap wanita bekerja yg kata banyak orang wanita bekerja kurang perhatian ke anak dan meninggalkan kewajibannya sebagai laiknya seorang ibu. Dan karena sering bawa buku, earth dikira adalah seorang guru.. dan tidak layak untuk dimasukkan ke kelompok arisan mereka. Alhamdullillah. Huahahahahah...
Ada beberapa hal yg membuat seorang wanita bekerja masih bisa memaksimalkan dirinya. Saat bekerja, kita akan dapat penghasilan sendiri. Kita sebagai ibu dapat meringankan beban suami, walau sebaik-baiknya adalah bisa bekerja dirumah.. tapi tak semua ibu punya wawasan berwiraswasta yg baik. Adakalanya pilihan untuk menjadi pegawai negeri atau pegawai swasta bisa dijalankan. Menurut earth, semua itu kembali ke individu bukan melihat atas profesinya. Dan NIAT.. sekali lagi NIAT. Pas KKN di jogja juga, earth lihat ibu-ibu rumah tangga yang membeli makanan jadi buat bayi-bayi mereka. Lha wong bikin sendiri aja lebih murah dan lebih higienis kok daripada beli instan di toko. Ealah.. itu ibu rumah tangga lho, yg maaf tidak berpenghasilan. Melihat sesuatu memang tidak boleh dari satu sisi, berjalan tidak dengan satu titik keseimbangan.. (pinjem quote nya alien).. nah, tidak semua wanita bekerja, berkarir itu buruk. Dan ibu-ibu yang tidak bekerja, harusnya juga mau dong meningkatkan pengetahuan mereka, tidak boleh stagnan. Tapi kecenderungannya mereka, maaf, yg tidak bekerja sering-seringnya malah menghamburkan uang suaminya, dengan alasan arisan, yg wajib memakai dresscode saat arisan, dan nominal arisannya juga tidak tanggung2, bisa buat ngasih makan orang miskin sekampung, dan saat2 tertentu wajib ikut berlibur sebagai isian kegiatan arisan.. Ealaaahhh lagi.!!
Dan saya bangga sebagai wanita bekerja juga sebagai wanita yang dapat memperhatikan anak-anak saya. Entah ini berkesan sombong atau apalah.. Tapi ini bentuk apresiasi saya terhadap diri saya pribadi. Tapi earth suka sedih karena jauhan gini, ya kembalikan ke hikmah lagi aja kalo sedihnya kumat. Ayo.. semua wanita karir di Indonesia, jangan kalah dengan ibu-ibu rumah tangga dirumah. Kita juga bisa membuat anak-anak kita menjadi hebat, tidak kurang perhatian, suami tambah sayang dan semuanya. Dan bagi ibu-ibu rumah tangga, ayoo jangan kalah dengan kami para wanita karir, semoga ibu-ibu rumah tangga bisa meningkatkan pengetahuannya, menambah wawasan, lebih care terhadap perkembangan anak dan keluarga, dan tidak ikut tergelincir dalam arus budaya komunikasi yg bisa jadi menyesatkan pola pikir kalian.
Hobaaahh.. selesai juga unek-unek earth sebagai wanita bekerja di luar rumah. Earth hanya seorang perempuan yang ingin memaksimalkan keperempuanan earth buat keluarga. Walaupun dalam hati, pingiiin banget bisa selalu dekat anak-anak dirumah......aaah ada saat nya earth.. ada saatnya... Yang diatas selalu Maha Tahu. Semoga si syaecho syaechopat gila juga sempat mampir kesini.. There was more potention with all woman.. and it doesn't look for what her job, but from her inside.
Life is too short to wake up in the morning with regrets. So, love the people who treat you right. Forget about the ones who don't, and believe that everything happens for a reason. If you get a change, take it. If it changes your life, let it. Fight your day with your heart, get win and never surrender for what you believed. Always spread love, always thankfull for what God gives to us. Remember, no body said it would be easy. They just promised it would be worth it.
Kamis, April 21
Minggu, Maret 20
Ayooo... kita bersyukur...
Apa yang akan earth lakukan ketika earth tidak bersemangat? Menangis? kadang. Melamun? kadang. Curhat sama suami, teman, keluarga, kucing, nyamuk, lagu? kadaaannng...!!
Beberapa hari yang lalu earth bener-bener parah. Merasa sendiri, merasa apa yang dilakukan , yang dipilih dalam menjalani hidup, serasa salah semua. All are wrong. All seem alone. Getting worse day by day. Dan ketika semua memuncak, I have to heal by myself. Jalan-jalan pagi menyegarkan mata, jiwa dan hati. Naek becak ke kantor juga menyembuhkan. Apa yang menyembuhkan? jalan-jalannya atau naek becaknya sehingga dapat merasakan angin segar? Menurut earth bukan itu. Saat jalan-jalan pagi sendiri, melihat beberapa orang yang mulai berjuang untuk mengalahkan hari itu, itulah yang menyembuhkan. Looks around you, ada ibu-ibu menggenjot becak, iya becak, bukan sepeda, pagiiii banget, dengan beberapa tempat sayur didalam becak (atap becak dibiarkan terbuka) dan her son sekitar umur 4-5 tahun ikut naek dibecak itu, memegangi tutup tempat sayur menjaga agar sayur tidak tumpah. Si ibu mengayuh becaknya menuju tempat dia berjualan sayur buat sarapan pagi para pekerja kantoran, pabrik, dll. And she will fight that morning.Kemudian, ada seorang pemuda cacat lengan dan salah satu kakinya, kakinya yang satu lebih kecil dan tertekuk ke belakang. Earth lihat si pemuda yang berjalan lompat-lompat seperti pocong, and earth believe he will fight too.
Didepan matahari mall, ketika earth jalan pagi itu, seorang pengemis cacat kaki dan tangan, semua buntung, duduk dengan payung yang terpasang permanen dibelakangnya, memandang pagi dan orang berlalu lalang didepannya. Earth ingin menghampiri, dan ketika memasukkan sedikit rejeki ke kotaknya ternyata ada yang memperhatikan. seorang ibu penjual makanan kecil dengan sepedanya menegur earth, " Dia memang perlu dibantu mbak, tidak seperti pengemis yang lain," kata si ibu. "Iya, bu. Jualan nih bu pagi-pagi?", tanya earth. "Iya mbak," jawab si ibu. Selamat berjuang Bu, kalahkan hari ini ya.
Banyak sekali yang bisa earth lihat. Dan mereka lebih parah keadaannya dibandingkan earth. Mereka berjuang untuk dapat hidup sekedar untuk mendapatkan makan dan tempat tidur yang layak bagi mereka tetapi tidak layak bagi kita. Sedangkan earth ? lebih banyak berjuang hanya untuk menahan kangen yang luar biasa pada my lovely sons. Mengalahkan rasa bersalah pada mereka.
Ketika menolak bareng teman menuju ke kantor dengan mobilnya, earth memilih becak. Dan lihatlah wajah bulan sang tukang becak ketika kita menambah beberapa ribu kepada mereka. Seribu dua ribu sampai lima ribu, terlalu berartikah bagi pegawai kantor yang terima gaji lebih? Tapi lihat wajah abang tukang becak.. dua-tiga ribu, maka wajah mereka serasa melihat bulan... Bulan purnama, bahkan Supermoon yang ada 18 tahun sekali..!!
Dan kenapa masih bersedih?
Kita tak bisa berharap orang lain bertepuk tangan untuk kita. Kenapa kita tidak bertepuk tangan untuk diri sendiri? Kita tak bisa berharap dengan curhat akan menyembuhkan kita. Curhat membantu? tentu saja, tetapi tanpa kemauan untuk menyembuhkan diri sendiri, semangat tak akan tumbuh. You know yourself, not anybody. So, heal all the pain by yourself. Self Fixing. Mencari cara sendiri untuk menyembuhkan diri. Menyemangati diri sendiri. The point is : ayo earth..bersyukur..bersyukur..bersyukur. Cmon earth, do not ever forget to thankful for what God gives to U..., masak lupa quote sendiri ? aaahhh...earth..fight this day and get win..!!!
Selasa, Maret 8
Happy Women's Day....!!!
Selamat hari perempuan wahai kalian yang mengaku perempuan. Hari dimana seharusnya kalian mendapat perhatian yang lebih dari semua orang, terutama dari pemerintah kalian, agar kalian sebagai perempuan juga dihargai, dihormati dan diakui keberadaannya. Semoga semua perempuan di dunia ini dapat menjunjung tinggi martabatnya, tidak menilai rendah dirinya, selalu menjaga kehormatannya. Berkreasi dan menjadi perempuan yang benar-benar luar biasa.
Hari Perempuan Internasional awalnya bernama International Working Women's Day, ditandai pada 8 Maret setiap tahun, merupakan hari besar perayaan global perempuan sebagai bentuk rasa hormat, penghargaan dan cinta terhadap perempuan untuk prestasi perempuan dibidang ekonomi, politik dan sosial. Pertama kali dirayakan pada 19 Maret 1911 di Jerman setelah deklarasi oleh Partai Sosialis Amerika. Ide memiliki hari seorang perempuan internasional pertama kali dikemukakan pada pergantian abad ke-20 di tengah dunia industrialisasi yang cepat dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan protes atas kondisi kerja.
Di Barat, Hari Perempuan International pertama kali diamati sebagai peristiwa populer setelah tahun 1977, ketika Perserikatan Bangsa bersatu, Majelis Umum mengundang negara-negara anggota untuk mengumumkan 8 Maret sebagai Hari PBB untuk Hak-Hak Perempuan dan Perdamaian Internasional. Pada hari itu, adat bagi pria untuk memberikan wanita dalam kehidupan mereka - ibu, istri, pacar, anak, kolega dll - bunga dan hadiah kecil.
Beberapa negara mempunyai keunikan masing-masing, misalkan :
- Bulgaria dan Rumania, diamati sebagai setara dengan Hari Ibu, dimana anak-anak juga memberikan hadiah kecil untuk ibu dan nenek
- Italia, untuk merayakan hari perempuan, laki-laki memberikan mimosa kuning (sejenis bunga) untuk perempuan.
- Rusia dan Albania, memberikan Bunga Mimosa kuning dan cokelat, yang merupakan salah satu dari 8 hadiah yang paling umum.
- Bosnia, Herzegovina, Brasil, Bulgaria, Kroasia, Estonia, Hungaria, Lithuania, Macedonia,Moldova, Montenegro, Polandia,Rumania, Rusia, Serbia, Slovakia, dan Slovenia, kebiasaan memberikan bunga pada hari itu bagi kaum perempuan masih berlaku. Perempuan juga kadang-kadang mendapatkan hadiah dari majikan mereka. Anak-anak sekolah sering membawa hadiah untuk guru mereka juga.
- Di negara-negara seperti Portugal, kelompok perempuan biasanya merayakan pada malam 8 Maret sebagai malam atau pesta khusus wanita (ladies only). Sedangkan di India, IWD memiliki banyak signifikansi, banyak perayaan diadakan di siang hari.
- Pada wanita Pakistan yang bekerja di sektor formal dan informal merayakan IWD setiap tahun untuk memperingati perjuangan hak-hak mereka terus menerus untuk menghadapi pembatasan budaya dan agama. Beberapa wanita yang bekerja untuk perubahan dalam masyarakat menggunakan peringatan ini untuk membantu gerakan untuk hak-hak perempuan.
- Di Polandia, peringatan IWD menjadi demonstrasi feminis di kota-kota besar.
- Saat ini, banyak acara yang diselenggarakan oleh kelompok-kelompok perempuan di seluruh dunia. Dalam beberapa kasus, Hari Perempuan Internasional telah menyebabkan praktek yang dipertanyakan karena mendiskriminasi laki-laki. Di Teheran, Hari Perempuan Internasional memicu kekerasan.
- Merupakan hari libur di Afghanistan, armenia, Azerbaijan, Belarus, Burkina faso, Cambodia, China (for women only), Cuba, Guinea-Bissau, Eritrea, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Laos, Madagaskar (for women only), Moldova, Mongolia, Montenegro, Nepal (for women only), Rusia, Tajikistan, Turkmenistan, Uganda, Ukraine, Uzbekistan, Vietnam, Zambia.
- Tahun 2005, Kongres (konferensi) dari British Trades Union Congress sangat menyetujui resolusi yang menyerukan IWD akan ditetapkan sebagai hari libur umum di Inggris
Now let's see what happened in Indonesia.
Dari beberapa berita yang sempat terbaca adalah
1. Bandung - Sekitar 50 orang dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Jabar berunjuk rasa memperingati Hari Perempuan Internasional di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (8/3/2011). Mereka meminta pemerintah peduli terhadap hak-hak buruh perempuan di Indonesia.
Humas KASBI Bandung, Waginah mengatakan, saat ini kondisi buruh perempuan di Indonesia belum mendapat hak-hak seharusnya. Menurut dia, mayoritas buruh di Indonesia yang bekerja pabrik-pabrik itu hampir 80 persen kaum perempuan. KASBI menilai pemberlakukan sistem kontrak yang diterapkan sejumlah perusahan di Indonesia sangat merugikan buruh perempuan. Misalnya, jelas Waginah, saat di tengah masa kontrak ternyata buruh perempuan hamil, maka buruh dikeluarkan secara sepihak.
"Itu sangat merugikan kami. Padahal mereka butuh biaya saat melahirkan nanti," terang Waginah.
Maka itu, KASBI menuntu pemerintah Indonesia untuk memberikan jaminan kesehatan serta pendidikan terhadap kaum buruh. KASBI juga menganggap pemerintahan SBY-Boediono tidak berpihak pada kaum buruh.(detik-bandung)
Humas KASBI Bandung, Waginah mengatakan, saat ini kondisi buruh perempuan di Indonesia belum mendapat hak-hak seharusnya. Menurut dia, mayoritas buruh di Indonesia yang bekerja pabrik-pabrik itu hampir 80 persen kaum perempuan. KASBI menilai pemberlakukan sistem kontrak yang diterapkan sejumlah perusahan di Indonesia sangat merugikan buruh perempuan. Misalnya, jelas Waginah, saat di tengah masa kontrak ternyata buruh perempuan hamil, maka buruh dikeluarkan secara sepihak.
"Itu sangat merugikan kami. Padahal mereka butuh biaya saat melahirkan nanti," terang Waginah.
Maka itu, KASBI menuntu pemerintah Indonesia untuk memberikan jaminan kesehatan serta pendidikan terhadap kaum buruh. KASBI juga menganggap pemerintahan SBY-Boediono tidak berpihak pada kaum buruh.(detik-bandung)
2. TEMPO Interaktif, Makassar: Mahasiswa menggelar unjuk rasa untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia. Unjuk rasa ini antara lain diikuti mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahsiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Makassar dan Barisan Perempuan Indonesia. Mereka menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.
Bunga Rosi dari BPI mengatakan, aksi yang dilakukannya ini merupakan salah satu momentum bentuk penghormatan terhadap perjuangan hak-hak asasi perempuan dan mendorong perjuangan hak suara perempuan di seluruh dunia. "Ini hari perempuan sedunia, kami menginginkan pemerintahan SBY memperhatikan nasib perempuan,” katanya.
Bunga Rosi dari BPI mengatakan, aksi yang dilakukannya ini merupakan salah satu momentum bentuk penghormatan terhadap perjuangan hak-hak asasi perempuan dan mendorong perjuangan hak suara perempuan di seluruh dunia. "Ini hari perempuan sedunia, kami menginginkan pemerintahan SBY memperhatikan nasib perempuan,” katanya.
Rombongan pengunjuk rasa muncul dari sejumlah kampus. Mereka menggelar orasi di bawah jalan layang Urip Sumoharjo. Adan dari LMND mengatakan pemerinah harus mengeluarkan kebijakan yang memihak kepada kaum perempuan agar tidak ada lagi hak-hak kaum Hawa yang dilanggar. "Kami ingin perempuan tidak lagi di diskriminatifkan dari sistem neoliberalisme yang menyesatkan" ujarnya.
Mereka menyatakan bahwa potret kemiskinan di Indonesia memperlihatkan bahwa kaum perempuan masih menempati kelompok sosial paling miskin di Indonesia yang mencapai 70 persen. Sementara itu, kaum perempuan yang tidak tertampung dalam industri dimobilisasi menjadi buruh tani dan buruh kebun sekitar 69,3 persen dari 47 persen tenaga kerja di pedesaan, dan buruh migran sebesar 71.433 orang. Sementara itu jumlah perempuan Indonesia yang terseret dalam tracficking dan bisnis pelacuran mencapai 650 ribu hingga 1 juta orang pertahun.
Simak beberapa potret dari berbagai sumber, dimana semua negara menyerukan STOP VIOLENCE AGAINST WOMEN , here we go...Berita selanjutnya di hari perempuan internasional :
3. Jakarta - Memperingati seabad Hari Perempuan Internasional, belasan perkumpulan aktivis perempuan mengggelar aksi di depan Istana Negara. Mereka mengutuk kebijakan negara yang dinilai tidak menolong nasib perempuan.
Persoalan perempuan beragam mulai dari persoalan lingkungan hinggga buruh migran. Ratusan pendemo tersebut menamakan 'Solidaritas Perempuan'.
Persoalan perempuan beragam mulai dari persoalan lingkungan hinggga buruh migran. Ratusan pendemo tersebut menamakan 'Solidaritas Perempuan'.
"Kami meminta penyelesaian kasus perampasan tanah atas nama pertambangan, perkebunan, kelapa sawit,infrastruktur, serta kriminalisasi perempuan pejuang HAM."
"Hak perempuan dikontrol negara lewat kebijakan seperti Perda diskriminatif. Sedikitnya 156 Perda siap mengancam dan mengintimidasi hak perempuan," kata Ketua Badan Eksekutif Nasional solidaritas Prempuan, risma Umar di Jalan Merdeka Utara, Selasa (8/3/2011).
4. YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Momentum peringatan Hari Perempuan se-Dunia yang jatuh hari ini 8 Maret dimanfaatkan para aktivis perempuan untuk menyampaikan aspirasinya. Sedikitnya tiga kelompok dari berbagai elemen melakukan aksi unjuk rasa di Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Perempuan itu.
Dalam aksinya para pengunjuk rasa menuntut dihentikannya perdagangan perempuan dan menuntut diberikannya upah dan kerja yang layak bagi perempuan. Gelombang aksi unjuk rasa di Yogyakarta dalam rangka memperingati hari perempuan ini diawali oleh peserta dari Gerakan Perempuan Indonesia.
Dengan massa yang berjumlah sekitar 50 orang dari berbagai elemen aktivis perempuan Yogyakarta, mereka menggelar aksi di Kantor DPRD DIY di Jalan Malioboro Yogyakarta. Selain membawa berbagai macam poster, pengunjuk rasa juga melakukan orasi. Dalam orasinya mereka menuntut dihentikannya kekerasan terhadap perempuan dan menuntut diberikannya upah dan kerja yang layak bagi perempuan serta penghentian perdagangan perempuan.
"Selama ini hak-hak kaum perempuan selalu terabaikan dan kaum perempuan selalu menjadi kaum teraniaya. Oleh karena itu, hari ini bertepatan dengan Hari Perempuan se-Dunia kita suarakan perlawanan dan tuntutan kita," seru Arsih Suharsih ketika berorasi di depan kantor DPRD DIY.
Dan sekarang mari duduk manis, kita tunggu apa yang akan dilakukan oleh pemerintah kita.
Minggu, Februari 13
Aduuuhh... anak siapa ini ?
Pas mo pulang mandi dan ganti baju sebelum ngejar Bus ke Jogjakarta, naek motor, lewat jalan kampung, dari kejauhan terlihat dua anak perempuan kecil, yang satu sekitar umur 2,5 tahun, satunya 3,5 tahunan lah, beda dikit. Dua-duanya kurus dengan baju yang menunjukkan bahwa mereka adalah anak kampung. Dan mereka asik melihat sungai yang dalamnya sekitar 3 meter. Huaduuuhhh... (mikir, ni anak sama siapa?). Kupelankan motor kepinggir, karena kulihat tak ada orang dewasa disekitarnya. Sambil neriakin tuh anak kecil, "Dik, dik..jangan maen disitu!". Belum sempat motorku berhenti, tuh anak yang lebih kecil, jalan melenggang aja ketengah jalan raya, sampai sepeda motor belakangku nge-rem mendadak. Dah gitu, si pengendara karena melihat aku mau berhenti, nengok dan bertanya : "Anaknya ya Mbak?". Mungkin si bapak mau marah karena mau nabrak tuh gadis kecil. "Yee, bukan Pak, wong saya juga heran", kataku. Mendengar jawabanku, si Bapak kembali tancap gas. Yaaahh, si Bapak..!
Parkir motor dipinggir, sampai lupa nyabut kunci, kemudian segera berlari menyeberang jalan, karena kulihat si gadis kecil tadi kembali melenggang ke tengah jalan. Aduuuhh..., dan sambil menyambar tangannya, dan berlari ke anak satunya karena dia sudah melongok ke sungai sambil berteriak mengajak si kecil ikut ngelongok juga. Ampuuunn..
Kutanya ke yang besar, "Rumahnya dimana Dik?". Dia diam aja, malah tetep ngajakin si kecil buat lihat sungai. Baru nyadar kalau seharusnya aku pakai bahasa Jawa. "Omahmu ngendi dik?". Yang besar nunjukin arah kesebalik sungai, disebelah sungai tempatku berdiri adalah jalan setapak dari tanah entah menuju kemana.
Dari kejauhan sekitar 300 m, ada 2-3 ibu bergerombol sambil nyuapin anaknya. Kupanggil-panggil sambil nunjukin si gadis kecil, mungkin mereka ibunya atau paling tidak mengenal anak-anak ini. Ah, ternyata mereka hanya memandang kearahku, mungkin gak denger, mungkin juga gak peduli. Ada motor lewat lagi, dua ibu berboncengan, melihat aku sedang manggil-manggil, malah bertanya : "Anaknya mbak?". "Bukan Bu, Gak tau ni." Si ibu trus teriak tanpa turun dari motor, bertanya ke si anak "Omahmu ngendi, Nduk?".. Aaahh, aku tadi juga udah nanya bu (pikirku). Dan karena tidak ada jawaban, si Ibu itu akhirnya berlalu sambil bilang "Wah, kalau di Jakarta, dah diculik tuh anak". Hiks, bukannya bantuin aku yang kebingungan, malah memberi pernyataan. Gimana gak bingung, antara mau nolong tuh anak, waktu mepet harus segera nyampai rumah, dan motor yang belum diambil kuncinya, motor pinjaman lagi. Toloooonggg.....
Akhirnya dari kejauhan kulihat ada anak cowok kecil beda 1 tahunan lah. Kupanggil-panggil. Mendekat dia. "Ini, adiknya?". "Iya", jawabnya, sambil berusaha menggendong si adik kecil yang tadi kupegang tangannya. Si gadis kecil bukannya mau digendong kakak lelakinya, malah mendorong si kakak, hingga si kakak mau terjungkal ke sungai. Reflek ku renggut badannya kedua-duanya. Tangan kiri si adik, tangan kanan si kakak. Aduuuhhhh....
Akhirnya kubilang ke kakak, "Omahmu ngendi?, Ibu e kon mrene ya", kataku. Si cowok kecil nurut dan berlari kearah yang ditunjukin sama gadis kecil tadi. Sigadis yang agak besar mulai berjalan mengikuti si cowok kecil. "Hati-hati," teriakku. Sedang si kecil satunya kemudian kugendong. Ya ampun, kurusnya. Menggendong dia seperti membawa anak kucing. Kulihat matanya. Bening, dan seperti gak mengerti apa yang terjadi.
Sampai kemudian, si cowok kecil kembali membawa kakak perempuan yang lebih besar, mungkin kelas 5 SD. Diambilnya si adik untuk dibawa pulang, kuwanti-wanti agar menjaga adiknya. Berbahaya, kataku.
Yaaaah, finally,....cepat-cepat.. aku harus segera kembali, ngambil motor, ngebut menuju rumah, karena keburu tumpangan ke Semarang dah berangkat... Huuaaaaahhhh...!!!!
Parkir motor dipinggir, sampai lupa nyabut kunci, kemudian segera berlari menyeberang jalan, karena kulihat si gadis kecil tadi kembali melenggang ke tengah jalan. Aduuuhh..., dan sambil menyambar tangannya, dan berlari ke anak satunya karena dia sudah melongok ke sungai sambil berteriak mengajak si kecil ikut ngelongok juga. Ampuuunn..
Kutanya ke yang besar, "Rumahnya dimana Dik?". Dia diam aja, malah tetep ngajakin si kecil buat lihat sungai. Baru nyadar kalau seharusnya aku pakai bahasa Jawa. "Omahmu ngendi dik?". Yang besar nunjukin arah kesebalik sungai, disebelah sungai tempatku berdiri adalah jalan setapak dari tanah entah menuju kemana.
Dari kejauhan sekitar 300 m, ada 2-3 ibu bergerombol sambil nyuapin anaknya. Kupanggil-panggil sambil nunjukin si gadis kecil, mungkin mereka ibunya atau paling tidak mengenal anak-anak ini. Ah, ternyata mereka hanya memandang kearahku, mungkin gak denger, mungkin juga gak peduli. Ada motor lewat lagi, dua ibu berboncengan, melihat aku sedang manggil-manggil, malah bertanya : "Anaknya mbak?". "Bukan Bu, Gak tau ni." Si ibu trus teriak tanpa turun dari motor, bertanya ke si anak "Omahmu ngendi, Nduk?".. Aaahh, aku tadi juga udah nanya bu (pikirku). Dan karena tidak ada jawaban, si Ibu itu akhirnya berlalu sambil bilang "Wah, kalau di Jakarta, dah diculik tuh anak". Hiks, bukannya bantuin aku yang kebingungan, malah memberi pernyataan. Gimana gak bingung, antara mau nolong tuh anak, waktu mepet harus segera nyampai rumah, dan motor yang belum diambil kuncinya, motor pinjaman lagi. Toloooonggg.....
Akhirnya dari kejauhan kulihat ada anak cowok kecil beda 1 tahunan lah. Kupanggil-panggil. Mendekat dia. "Ini, adiknya?". "Iya", jawabnya, sambil berusaha menggendong si adik kecil yang tadi kupegang tangannya. Si gadis kecil bukannya mau digendong kakak lelakinya, malah mendorong si kakak, hingga si kakak mau terjungkal ke sungai. Reflek ku renggut badannya kedua-duanya. Tangan kiri si adik, tangan kanan si kakak. Aduuuhhhh....
Akhirnya kubilang ke kakak, "Omahmu ngendi?, Ibu e kon mrene ya", kataku. Si cowok kecil nurut dan berlari kearah yang ditunjukin sama gadis kecil tadi. Sigadis yang agak besar mulai berjalan mengikuti si cowok kecil. "Hati-hati," teriakku. Sedang si kecil satunya kemudian kugendong. Ya ampun, kurusnya. Menggendong dia seperti membawa anak kucing. Kulihat matanya. Bening, dan seperti gak mengerti apa yang terjadi.
Sampai kemudian, si cowok kecil kembali membawa kakak perempuan yang lebih besar, mungkin kelas 5 SD. Diambilnya si adik untuk dibawa pulang, kuwanti-wanti agar menjaga adiknya. Berbahaya, kataku.
Yaaaah, finally,....cepat-cepat.. aku harus segera kembali, ngambil motor, ngebut menuju rumah, karena keburu tumpangan ke Semarang dah berangkat... Huuaaaaahhhh...!!!!
Kamis, Februari 10
Kimura Style
Libur sehari kemarin di awal bulan Pebruari tetap pulang ke Jogja. Ya sedikit capek karena sore berangkat jam 5, masuk rumah hampir setengah duabelas malam. Besok sore berangkat lagi, jam 5 sore lagi, sampai Kudus jam 10.30 malam. Tapi rasa penat, capek semua hilang, walaupun dirumah saya jadi objek korban keganasan anak-anak. Lho, jadi korban kok malah senang ? Iya, kebetulan setiap ada dirumah badan gak akan selamat dikerjain anak-anak. Kalau berdiri ya si adik langsung nangkring diatas punggung saya, kalau rebahan bukan cuman adik yang menyerbu tetapi kakak juga yang beratnya udah seibunya pula. Becanda sih, tapi saya harus hati-hati karena adik yang masih kelas 2 SD badannya kecil, sedangkan Kakak yang sudah kelas 1 SMP seringkali lupa kalau tenaganya sangat kuat. Dan dia tidak pernah mengurangi kekuatannya. Sering kali saya yang harus teriak karena takut perut kenapa-kenapa di 'bruk' i si kakak. Hati-hati nak, awas perut Ibu.. heheheeh.. tapi dia suka kalah kalau udah ku gelitikin... ramai, dan suami hanya bisa geleng-geleng kepala.
Seringkali kami menonton film kartun bareng atau national geographic channel (NGC). Gak tau kenapa tetapi mereka ketularan si ibu yang doyan channel tersebut. Si adik lebih suka film kartun dan NG wild, yang kebanyakan tentang binatang, mulai binatang biasa sampai dengan cerita binatang yang aneh-aneh. Sedang si kakak lebih memilih sport (seringnya sepak bola) dan lebih suka NGC, karena sering menceritakan petualangan, sejarah kota atau hal-hal aneh macam mummy, living dead (zombie), sehingga si adik seringkali teriak minta diganti karena takut, tetapi pasrah dengan bersembunyi dibalik bantal sambil mengintip. Saya tidak mengajarkan mereka melihat sinetron, karena kekuatiran saya bahwa mereka nantinya akan merasa dunia yang mereka tinggali adalah seperti di sinetron-sinetron. Realiti show kadang-kadang, tetapi banyak tidaknya juga, karena kebanyakan reality shownya juga sudah di setting sepertinya. Whatever lah, saya cuma berusaha memberikan pandangan yang baik ke mata dan otak anak-anak saya, karena apa yang mereka lihat akan terekam dalam perjalanan hidup mereka kelak. Semua tidak saya paksa, karena berdasarkan apa yang saya alami, sebenarnya anak-anak kita mempunyai kecenderungan meniru orangtuanya dan apa yang menjadi kebiasaan mereka di rumah. Kalau orang-orang rumah cenderung menonton sinetron, ya seperti yang saya dengar dari ibu-ibu mereka, dan si ibu tersebut bilang sendiri bahwa anak mereka juga suka menonton apa yang sering dilihat dirumah. Jadi, anak jangan dimarahi kalau malas belajar dan mengikuti suatu sinetron, wong ibunya atau embaknya juga nonton.. hehehehe.
![]() |
| oke kan hasil kerja sama kami berdua |
Akhirnya selesai juga. Setelah makan siang, adik tidur siang dan saya dapat kesempatan untuk nonton tv. Seperti biasa, lihat-lihat channel dan terpaku pada tayangan reality show, Kimura: life in the fab lane. Pada awalnya saya tertarik Kimura Lee simmons ini akan wajahnya, seperti ada campuran antara cina atau jepang (pokoknya asia), dan orang kulit hitam, karena rambutnya yang hitam legam, dan raut wajahnya seperti keturunan 'black' gitulah. Dan benar, ternyata ibunya orang Jepang dan ayahnya african american. Selain itu saya tertarik karena tayangan tersebut tentang fashion. Biasalah cewek, suka tentang fashion-fashion gitu. Nah, saya mulai asyik nonton sambil megang-megang tangan si adik yang terlelap. Si kakak lagi asyik dengan maen ps, tanding lawan ayahnya, maen bola.
Apa yang saya lihat ternyata diluar perkiraan saya, karena tayangan tersebut adalah kehidupan Kimura as a mother and as a CEO from Baby Path. Suatu perusahaan di bidang fashion, dimana dialah yang bertanggung jawab atas perusahaannya tersebut. Ketika saya lihat, sepertinya Kimura ini adalah single mother dengan 2 anak perempuan. Bukan hanya itu, sebelumnya dia juga seorang aktris dan juga foto model. Yang menjadi perhatian saya kala itu adalah cara dia mendidik dua anak perempuannya, Ming dan Aoki. Sungguh luar biasa menurut saya. Bisa kita bayangkan, sukses dan punya life show sendiri dari channel yang capable, dan tentu saja dia orang kaya, sangat kaya malah, yang sanggup membayar pembantu-pembantu handal. Bahkan dalam tayangan tersebut dia berada pada tingkat stress yang luar biasa karena harus menyiapkan pembukaan cabang baru dalam waktu 3 minggu, menyiapkan tempat, peragawati dan bajunya, dekorasi, tamu yang diundang dengan cocktail party. Tetapi ada hal lain yang dilakukan Kimura as a mother yaitu memastikan baby sitter yang disewanya mengawasi kedua anaknya menjalankan semua tugas yang dibebankan kepada keduanya. Tugasnya adalah membawa kembali piringnya ke dapur n' wash dishes by themselves not by they baby sitter. Bersihin kamar, mandiin binatang piaraan sendiri, memungut bola sehabis les tennisnya.. (bisa ngebayangin mungutin semua bola di seantero lapangan?).. n' they do by themselves, pelatih dan baby sitter hanya mengawasi...eh, ternyata bola tennis ada yang warnanya pink juga..hehehehehe.... Kimura selalu mengajak dua anaknya untuk menutup fashion shownya nya. Digandeng kiri kanan. Seringkali Kimura meminta pendapat dari kedua anaknya untuk hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Padahal mereka masih anak-anak dibawah umur, belum ada 10 tahun malahan. Dan selalu bilang : Give me five dan melakukan tos jika ide nya bagus, entah ide itu akan dipakai Kimura atau tidak, sebagai bentuk penghargaan atas pendapat buah hatinya. That's great.. really..really great I think.
Ternyataaaa...apa yang saya lakukan as a mother belum ada apa-apanya dibandingin Kimura. For sure? Yes..!! Coba saja tanyakan pada my two lovely boys at home, "Apa pendapat kalian tentang ibu kalian?". Jawabnya sudah pasti dan tak akan berubah. "Ibu ku Galak.!".. hahahahahahaha. Belum lagi, as a mother, aku gak selalu ada dirumah.. hiks, thats the bad point for me, of course! And I feel so sorry about that. Yes, I am not a good mother as I think. Semoga anak-anak ku punya banyak pintu maaf untuk ibunya yang banyak kekurangan ini. Amien.
Minggu, Januari 30
Tukang parkir juga manusia
Pernahkah terpikir oleh kita, apa salah satu hal yang membedakan kebiasaan orang Indonesia dengan orang bule? Salah satunya adalah penggunaan tangan kita. Menurut mereka (bule), sah-sah saja memberi ataupun menerima dengan tangan kiri. Kalau orang kita, apalagi yang muslim, seperti anjuran nabi, bahwa lebih baik menggunakan tangan kanan daripada tangan kiri. Dan selain dikaitkan dengan agama, maka hal tersebut adalah demi kesopanan. Karena katanya, bangsa kita adalah bangsa yang sopan. Benarkah? Kata siapa coba?
Apa yang saya alami pada hari jumat menjelang sore, saat pulang dari beli oleh-oleh untuk diberikan ke my lovely sons, pas ambil motor dari parkiran, bapak tukang parkir lagi ngomel-ngomel, tapi bukan ditujukan ke saya lho. Katanya : "Saya paling tidak suka dengan orang yang memberikan dengan tangan kirinya. Sudah ngasihnya cuman lima ratus rupiah, pake tangan kiri lagi. Memangnya dia itu siapa, orang kaya?. Wong cuman pakai motor, ngasihnya juga lima ratus rupiah." Tentu saja semua omelannya menggunakan bahasa Jawa, karena kejadiannya di tanah Jawa. Dan kalimat tersebut diulang-ulang, untuk menunjukkan betapa kesalnya dia. Dan yang bisa saya lakukan hanyalah tersenyum kepada bapak tukang parkir, siapa tahu senyuman saya bisa mengademkan hatinya yang panas. Cieeee... Efek lainnya adalah saya harus memberikan jasa uang parkir lebih dari lima ratus. Biar tidak kena semprot juga. Hehehe, dan tak lupa dengan tangan kanan juga. Walaupun secara kebetulan saya memang jarang memberikan sesuatu ke orang lain dengan tangan kiri, karena orangtua mengajarkan saya cara yang demikian.
Apa yang saya saksikan menunjukkan bahwa tukang parkir perlu juga dihormati atas keberadaannya. Bahwa mereka juga harus diorangkan. Dan terkadang walaupun kita berpikir pragmatis, dan ingin hal-hal yang sepele tidak perlu diributkan, kadang kita lupa dimana kita berada. Ada pepatah mengatakan, "Dimana kita tinggal, disitu langit dijunjung". Saya rasa itu merupakan ungkapan untuk mengetahui dan menghormati adat istiadat setempat, tanpa mempedulikan kita suku apa dan beragama apa. Walaupun tidak jarang pula, seperti yang sering saya temui, banyak pula tukang parkir yang seenaknya sendiri, maunya cuma nerima uangnya tapi tidak mau membantu saat kita mau mengeluarkan motor atau mobil. Dan apakah mereka mau bertangung jawab saat terjadi kehilangan helm, motor atau bahkan mobil? Jangan harap !!. Bahkan teman saya tidak pernah percaya dengan aba-aba sang tukang parkir saat mengeluarkan mobilnya. Pengalamannya adalah saat aba-aba : "Kiri-kiri, kanan, bales, yak mundur dikit, dikit lagi... Brak,..yak stop!" heheheheh.
Ya begitulah manusia, sama seperti saya, merasa yang paling benar tetapi seringkali lupa akan kekurangan diri sendiri. Semoga dengan kejadian ini, paling tidak walaupun saya sering merasa paling benar, saya dapat memanusiakan manusia seperti keinginan saya dimanusiakan pula oleh manusia. Karena kenyataannya saya memang manusia dan bukan makhluk lain, cuma manusia, bukan hewan, tumbuhan dan yang jelas bukan mahkluk halus pula. Begitulah kira-kira. (earth)
Kamis, Januari 20
Something happened in that road..!!
Hari ini waktunya pulang balik ke Jogja.. karena pantura jalan macet dan rusak, jadi saya harus lewat Semarang karena saya biasanya lewat jalur Purwodadi-Solo-Jogja. Jalur yang saya lewati adalah jalan Muntilan-Jogja yang terkena banjir lahar dingin, dan sempat membuat terperangah karena pasir setinggi 3 meter ada di kanan-kiri jalan utama. Lebih mengerikan daripada yang saya lihat di televisi. Dan hari Minggunya saya harus kembali menyaksikannya karena harus mengantar saudara. Dan karena pocket camera saya selalu ada di tas, karena mengingat kadang-kadang ada moment yang tidak direncanakan, jadi inilah hasil jepretan saya dari dalam mobil yang berjalan.
Diseberang jalan, banyak kendaraan mobil dan motor yang berhenti disatu tempat, sehingga membuat kami penasaran pula ingin tahu sebenarnya apa yang membuat warga berkerumun, n' lets see this :
Lihat perbandingan tinggi my eci dengan batu di deketnya, cuman dia bukannya terpesona sama besarnya batu, tetapi bekas pohon kelapa yang masih tertancap kuat akarnya tapi hilang batang dan daunnya.
atau mungkin yang skala besar seperti ini :
Dan mungkin batu-batu yang mulai dipecah warga untuk membangun kembali rumah mereka yang terkena dampaknya. Paling tidak, sudah tidak perlu beli batu untuk pondasi.
Aaaahhh.. benacana selalu menyisakan getir. Semoga Jogja tidak mengalami bencana lagi. Juga daerah lain di Indonesia. Bencana seharusnya membuat kita tafakur, semakin bersujud kepadaNya. Koreksi atas apa yang telah kita lakukan selama ini. Karena semua hanya peringatan, bahwa hidup kita juga tak kan lama. Saya pernah berpikir, bahwa pemusnahan ras manusia yang paling ampuh adalah dengan bencana, dan akan digantikan oleh ras-ras yang baru. Jadi dengan adanya bencana menjadikan kita harus waspada, kapan kita akan digantikan oleh penerus kita, dan apa bekal kita di kehidupan kelak. Cuman pendapat..!!!
Perhatikan daun-daun pohon kelapa di gambar samping. Hampir semua pohon kelapa di daerah Jumoyo daunnya luruh kebawah. Kemungkinan besar karena tidak kuat menahan beban pasir ataupun abu. Tapi tanaman tersebut bertahan hidup.
Beberapa warga asik melihat sungai yang penuh dengan batuan besar, dan bayangkan timbunan pasir dan batu raksasa ada di pinggir jalan
Diseberang jalan, banyak kendaraan mobil dan motor yang berhenti disatu tempat, sehingga membuat kami penasaran pula ingin tahu sebenarnya apa yang membuat warga berkerumun, n' lets see this :
oooo... ternyata sungai kali putih yang jadi tontonan
Tetep aja saya masih heran, kok bisa sungai itu menghanyutkan batu-batu raksasa dan membawanya ketengah jalan raya. Bukankah kalau dilogika juga, air meresap ke tanah/pasir... tapi buktinya derasnya air malah membawa tumpukan pasir setinggi 3-4 meter ke jalan.. Subhanalloh.. hanya Yang Diatas yang tahu.
Tetep aja saya masih heran, kok bisa sungai itu menghanyutkan batu-batu raksasa dan membawanya ketengah jalan raya. Bukankah kalau dilogika juga, air meresap ke tanah/pasir... tapi buktinya derasnya air malah membawa tumpukan pasir setinggi 3-4 meter ke jalan.. Subhanalloh.. hanya Yang Diatas yang tahu.
Lihat perbandingan tinggi my eci dengan batu di deketnya, cuman dia bukannya terpesona sama besarnya batu, tetapi bekas pohon kelapa yang masih tertancap kuat akarnya tapi hilang batang dan daunnya.
Tapi semua bencana ada hikmahnya. Betul ? Yaa.. paling tidak seperti yang saya lihat saat itu memang iya. Ada sebagian yang dapat mengambil manfaat secara ekonomis. Check it out :
atau mungkin yang skala besar seperti ini :
Dan mungkin batu-batu yang mulai dipecah warga untuk membangun kembali rumah mereka yang terkena dampaknya. Paling tidak, sudah tidak perlu beli batu untuk pondasi.
Aaaahhh.. benacana selalu menyisakan getir. Semoga Jogja tidak mengalami bencana lagi. Juga daerah lain di Indonesia. Bencana seharusnya membuat kita tafakur, semakin bersujud kepadaNya. Koreksi atas apa yang telah kita lakukan selama ini. Karena semua hanya peringatan, bahwa hidup kita juga tak kan lama. Saya pernah berpikir, bahwa pemusnahan ras manusia yang paling ampuh adalah dengan bencana, dan akan digantikan oleh ras-ras yang baru. Jadi dengan adanya bencana menjadikan kita harus waspada, kapan kita akan digantikan oleh penerus kita, dan apa bekal kita di kehidupan kelak. Cuman pendapat..!!!
Langganan:
Postingan (Atom)























