Pernahkan kalian mengikuti kompetisi, suatu perlombaan? Mungkin saat masih TK, SD atau bahkan sampai sekarang sesudah dewasa dan telah bekerja? Earth pikir semua orang pernah mengikuti perlombaan. Perlombaan yang mungkin nyata-nyata diselenggarakan oleh suatu institusi tertentu atau badan tertentu, atau hanya perlombaan kecil di dalam lingkungan keluarga, saudara, kampung dll. Perlombaan yang akan memberikan hadiah yang besar ataupun perlombaan yang hanya memberikan penghargaan lisan saja atau pengakuan bahwa kitalah sang juara. Ya....itu semua adalah kompetisi.
Pernahkan kita sadari bahwa dari semua kompetisi ataupun perlombaan yang pernah kita ikuti itu sebenarnya melatih mental kita? Yang hasilnya bisa menghasilkan mental juara ataupun mental pecundang. Kompetisi melahirkan kesenangan dan juga kesedihan. Kemenangan dan kekalahan. Kebahagiaan dan kekecewaan. Dan apa yang terjadi saat kita menjadi juara ? Jumawa? Euforia yang berlebihan ? Atau santai-santai saja? Dan bagaimana kalau kita kalah dalam kompetisi itu? Menangis histeris? Mengamuk? Termenung dan larut dalam kesedihan yang berkepanjangan? Atau santai-santai saja juga?
Teringat kemarin saat mengantarkan dan sebagai pendamping anak-anak SMA mengikuti lomba Tax Goes To School final di Kanwil. Kami saat itu sudah sangat sejiwa. Berlatih bersama, bergurau, saling menyemangati, saling mengkoreksi performance yang akan ditampilkan. Dan memang dari hasil latihan beberapa kali, anak-anak SMA tersebut luar biasa. Penampilan mereka keren, Earth bahkan yakin kami akan memboyong juara, bisa jadi Juara 1. Tetapi saat akan penampilan di panggung, kebetulan kami menampilkan teatrikal, ternyata panggungnya kekecilan, itu diluar ekspektasi kami. Sehingga kuambil keputusan alat-alat gending jawa ditaruh di depan penari, karena hanya itu 'space' yang tersedia. Sepertinya itu kesalahan. Karena seharusnya para pemain musik melihat para penari. Tapi mereka luar biasa, perform tetap keren, walaupun masalah wireless juga tak bisa digunakan, karena si Rizal, anak SMA yang berperan sebagai tokoh utama tak membawa peralatan tambahan (kabel) dan ternyata colokan di panggung yang disediakan oleh panitia tidak 'match' dengan wirelessnya. Hal itu menyebabkan orasi sang tokoh kurang sedikkkkiiittt jelas, karena suara si Rizal sebenarnya udah keras.
Mungkin karena beberapa kendala yang tak diperhitungkan sebelumnya, saat pengumuman pemenang (bahkan anak-anak SMA itu menggandeng tanganku karena mereka begitu tegang dan berharap menjadi juara), ternyata kami berada di peringkat 4 dari 17 peserta. Dan sontak, anak-anak terlihat begitu sangat...sangat....sangat kecewa. bahkan Novia, salah satu penari utama menangis tersedu-sedu, sehingga harus kubujuk sedikit lebih lama, kusemangati agar dia mau menghentikan tangisnya. Bahkan si Rizal termenung lama tanpa bicara, saat bicara dia hanya bilang : "Maaf ya Bu, saya mengecewakan Ibu."
hmmmm.....
Kalau diriku sangat sibuk menenangkan mereka, apakah itu berarti Earth tidak kecewa? Tentu saja kecewa, sangat malah. Tetapi posisiku saat itu adalah yang dipercaya anak-anak SMA untuk kelangsungan lomba, walaupun ada guru pendamping. Kalah lomba dan kecewa menurutku itu manusiawi. Kalau tidak kecewa malah aneh sebenarnya. Tapi mungkin ini saatnya kita harus bisa me'manage' rasa kecewa kita. Ekspresi kita atas hasil lomba. Kemenangan tidak harus di warnai dengan bersenang-senang dengan jumawa tanpa rasa syukur. Kecewa karena kalahpun tak harus diwarnai dengan kesedihan yang meluruhkan semangat sehingga nglokro, protes, menyalahkan diri sendiri, ataupun menyalahkan keadaan sekelilingnya yang tak seperti yang diharapkannya. Dan yang lebih parah adalah menjadi malas berkompetisi lagi.
Kubilang saat itu," Ayolah, kalian keren sekali tadi. Peringkat 4 cukup bagus kok. Jurinya juga bukan murni orang-orang seni, tapi mereka adalah Kepala Kantor."
Karena si pemenang ternyata adalah penampilan yang pesan pajaknya dapat diterima dengan singkat tanpa perlu berpikir. Sedangkan teatrikal, kalian tahulah, bahasanya juga bukan bahasa lugas. Dan bahkan saat kalian pentas, semua penonton tafakur menyaksikan, dan tepuk tangan yang membahana atas penampilan kalian.
Nah, itulah kenapa faktor keberuntungan juga ikut andil dalam setiap kompetisi. Itulah kenapa ada jargon : Berusaha dan Berdoa.
Berusaha dengan sekuat kemampuan. Berdoa untuk mendapatkan kemujuran. Sisanya, serahkan pada Yang Diatas. Kalau rejeki kita ya...pasti kita dapatkan sesuai keinginan kita, kalau tidak,.... itu memang takdir kita, dan kita harus bisa mencari hikmah apa yang tersembunyi didalamnya.
Dan kuberikan contoh si Kakak, my boys, yang kemarin ikut kompetisi MSI (Matematika, Sain dan Inggris) di SMA Taruna Nusantara Magelang. dari sekitar 570 siswa SMP se Indonesia yang ikut berkompetisi, diambil 62 untuk masuk babak semi final. Dan si Kakak berada di urutan 63...Hahahahaha.....
Dan lihatlah saat itu, si kakak yang cuek, gak terlalu memikirkan ketak-ikut-sertaannya sebagai peserta semi final, sehingga harus pulang duluan. Karena dia mengikuti kompetisi itu memang untuk menguji kemampuannya. Atas inisiatif dia sendiri. Bahkan pernah, si Kakak memberikan medali juara ke 3 lomba Bahasa Inggris di SMP nya dari semua murid (dari 116 siswa,kelas 7,8 dan 9), dan bahkan Earth tak tahu kapan dia ikut lomba itu....hihihihii
Semua kompetisi-kompetisi itu pada awalnya memang kami kenalkan untuk mengukur mental mereka. Agar mempunyai semangat berjuang, mengatasi kekecewaan dan kemenangan mereka. Reward orangtua atas pengakuan hasil kompetisi mereka sepertinya adalah yang terpenting bagi mereka daripada reward orang lain, entah mereka menang ataupun kalah. Kami selalu mengacungkan jempol atas hasil apapun yang mereka dapatkan. Dan pembelajaran itulah yang menyebabkan mereka tak ragu-ragu untuk mendaftarkan diri mereka dalam beberapa kompetisi. Karena mereka selalu yakin, bahwa orangtua mereka tak akan menyalahkan atas kekalahan mereka.
Tentang kemujuran? faktor lucky, like I said before, serahkan pada Yang Diatas. Berdoalah. Kalau rejekimu, tak akan lari kemana. Seperti saat si Kakak SD dan ikut lomba karate kata' beregu maupun perseorangan. Di posisi yang Kata' beregu entah kenapa, pada saat final ada peserta yg mengundurkan diri, padahal kalau ditandingkan, sepertinya peringkat 2 tak akan di peroleh si Kakak, tetapi karena ada yang mengundurkan diri (yang dengar2 saat itu karena mereka takut, jadi kalah sebelum bertanding), akhirnya peringkat juara 2 diperoleh kelompok Kakak. Sehingga mereka pulang membawa piala dan sertifikat...ahahahahahha...itu sangat beruntung namanya !!!!
Begitulah, kita orangtua-orangtua harus mengajarkan anak-anak kita untuk berkompetisi. Ini kami lakukan karena jiwa si Ibu yang cengeng, dulu setiap mengikuti sesuatu sering merasa minder, dan saat kalah, orangtua Earth terlihat begitu kecewa. Tentu saja pola pengasuhan seperti itu sangat tidak kami terapkan saat ini. Kami ingin membangun jiwa semangat dalam diri anak-anak kami. Karena kebetulan mereka adalah laki-laki. Setiap kompetisi yang mereka ikuti apapun itu, selalu kami dukung, selama itu akan memberikan kebaikan bagi mereka. Mereka akan mempelajari itu semua sebagai pengalaman yang akan terukir di memori mereka kelak. Untuk tak menyerah, untuk menghomati lawan, mengukur kemampuan diri, tak menjadi sombong dan jumawa saat menang tetapi juga tak kehilangan kontrol diri saat kalah. Kami tahu mereka pasti ada perasaan kecewa dan senang saat kalah ataupun menang, tapi kami pun tahu mereka akan belajar cara-cara menghargai perasaan atas kemampuan mereka. Mencari strategi dan mengambil pelajaran saat kalah sehingga siap untuk bertanding kembali. Jadi berkompetisi??? Why not,....lanjutkan !!!
Atau seperti minggu kemarin, saat si kecil, si Eci bilang," Ibu, kemarin kita di beri soal Bahasa Inggris, dan nilaiku 9, jadi aku disuruh ikut seleksi lomba dari Malang, besok Selasa."
"Berapa orang, Ci?" tanya si Emak.
"Kelasku 4 orang, aku cowok sendiri. Tapi aku gak tahu dari kelas lain berapa orang"
Dan si Emakpun pura-pura sok bijaksana dan menasehati si kecil," Ya, berarti Eci harus belajar, kan beruntung tuh dipanggil seleksi."
Dan apa jawab Eci ?
"Gak ah, malas belajar, biarin aja kalah".
aaggggrrrrrrrrhhh..........%$#@*&^#@&#$*&%
^_^
Life is too short to wake up in the morning with regrets. So, love the people who treat you right. Forget about the ones who don't, and believe that everything happens for a reason. If you get a change, take it. If it changes your life, let it. Fight your day with your heart, get win and never surrender for what you believed. Always spread love, always thankfull for what God gives to us. Remember, no body said it would be easy. They just promised it would be worth it.
Senin, November 26
Kamis, November 1
Seorang Bapak Tua dan Sebuah Masjid
Hmmm...awal November..masih tanggal muda saatnya gajian buat yang dapat gaji.Eits..jangan sombong dulu. Buat yang belum gajian, bukan berarti dia tak punya uang lho, jangan salah, berarti orang ini mungkin malah bisa menggaji orang atau menggaji dirinya sendiri....Nah..!!
Mumpung duitnya masih utuh (semoga, amiin.....hihihihi), ada yang mau mencari berkah dan barakah tidak???? Kalau mau, silahkan dengar cerita Earth kali ini ya.....cerita ini tentang seorang bapak yang sudah tua dan sebuah masjid.... kita mulai yaaa.....
Pada bulan puasa Romadhon tahun 2012 kemarin, seorang Bapak tua mendapat jadwal mengisi ceramah di sebuah masjid di Desa Kelurahan. Desa itu namanya memang Kelurahan. Kebetulan letak desa itu dari rumah si Bapak tua itu tidak bisa dikatakan jauh sekali, tetapi dikatakan dekat pun juga tidak. Kurang lebih sekitar 5 km. Kebetulan Bapak tua ini memang biasa mengisi ceramah-ceramah di masjid-masjid terdekat. Tetapi mengisi di masjid di Desa Kelurahan itu biasanya saat Sholat Jum'at saja, saat sholat tarawih jarang, karena jalan menuju desa itu gelap sekali, sepanjang jalan menuju desa itu adalah hamparan sawah.
Walaupun Masjid itu sangat kecil, tapi beberapa kali menjadi khotib sholat jum'at di sana, jama'ah selalu penuh. Setiap sore, masjid itu menjadi tempat belajar membaca Al-Qur'an (TPA) untuk anak-anak kecil desa itu. Dan itu membuat trenyuh si Bapak tua. Apalagi saat akhirnya Beliau mengambil jadwal mengisi pada sholat tarawih. Ternyata saat itu, jama'ah malah lebih banyak lagi. Ibu-ibu dan anak-anak kecil yang ikut sholat tarawih sampai harus berada dipelataran luar masjid yang masih tanah, belum di semen. Si Bapak tua sedih melihat kondisi ini, tapi si Bapak tua itu tidak mampu berbuat banyak, dalam hati beliau selalu berdoa, beliau sangat ingin warga kampung itu mempunyai masjid yang layak.
Hingga pada suatu ketika, ada seorang teman dari Bapak tua ini yang bercerita kepada Beliau, bahwa sebelum meninggal, teman ini ingin sekali menyumbangkan uangnya buat kemaslahatan umum, dan bertanya ke Bapak tua ini, kemana enaknya dirinya dapat menyumbangkan uangnya. Si Bapak tua ini sangat bersyukur dalam hati, kalau ini memang jalan yang di berikan Alloh semoga Alloh memudahkan niat baik dan do'anya. Maka si Bapak tua memberikan saran, kalau teman ini berkenan, membeli tanah dan mewakafkannya ke Kampung Kelurahan untuk dapat dibuat masjid disana. Dan alhamdulillah, segala puji bagi Alloh SWT, si teman ini menyetujui saran dari Bapak tua ini setelah melihat langsung kondisi masjid itu.
Akhirnya, dibelilah tanah disamping Masjid Desa Kelurahan itu, dan diwakafkan ke Desa tersebut dengan perjanjian bahwa tanah wakaf tersebut hanya untuk pendirian masjid saja tidak boleh lainnya. Sekarang yang menjadi kendala adalah, bagaimana mencari dana untuk pendirian masjid itu. Si Bapak tua ini merasa langkahnya tidak sepanjang dulu seperti saat masih bekerja. Beliau sudah pensiun. Tetapi Beliau tidak mau menyerah. Dari beberapa teman, perkumpulan, beliau selalu sharing tentang kondisi masjid tersebut. Tetapi dana belum terkumpul. Akhirnya si Bapak mengambil keputusan. Beliau mengumpulkan putra-putrinya, dan meminta ijin untuk menjual tanah yang seharusnya diwariskan kepada anak-anaknya, untuk dana pembangunan masjid. Dan anak-anak Beliau ternyata mengijinkan, dan diperolehlah dana untuk modal awal pembangunan masjid itu. Alhamdulillah.
Dibuatlah kesepakatan dengan desa, bahwa dana akan diserahkan seluruhnya kepada desa itu untuk pembangunan masjid, tetapi desa juga harus membantu, dari kas desa, dari hasil panen warga untuk sedikit disumbangkan dan dari perorangan. Dan pelaksanaannya dilakukan oleh warga kampung itu sendiri pula, yang mampu bekerja sebagai tukang kayu, tukang batu dll. Makan dan minum pekerja ditanggung warga bergantian, disediakan oleh ibu-ibu semampunya. Gotong Royong. Kalian bisa membayangkan, jaman sekarang masih ada gotong royong seperti itu? Subhannalloh..!!!!
Si Bapak tua pun tidak berhenti sampai disini. Beliau mengajak lagi semua orang, kenalan, komunitas, teman bermain olahraganya, bahkan semua saudaranya : adik, anak, cucu, semuanya, agar mau melihat kondisi masjid itu dan ikut membantu sekedarnya seikhlas mungkin. Karena bahan-bahan material tentu saja tidak bisa diupayakan sendiri oleh warga, tapi memang harus membeli. Dan alhamdullillah sekarang pembangunan masjid sudah berjalan dan hampir 60%.
Nah...inilah cerita Earth...
Kalau teman-teman ada yang berkenan untuk turut membantu pendirian masjid di Desa Kelurahan itu, silahkan menghubungi Earth melalui email di nfr.earth@gmail.com atau melalui twitter Earth di @EmakEarth baru nanti akan Earth lampirkan no kontak untuk menghubungi Earth dan InsyaAlloh amanah teman2 akan Earth langsung sampaikan ke si Bapak tua tersebut.
Ini adalah upaya terakhir Earth membantu Bapak tua itu....
karena.....Bapak tua itu adalah orang yang membesarkan Earth sampai menjadi sekarang ini....
ayo Bapak,.......se\m/angaaattt.....
kita jangan menyerah yaaaa
Bismillah.......
ayo teman-teman, kalian yang menjadi apinya ya
disini sudah tersedia sekam nya
Barakallah....
amiiinnn Ya Robbal 'alamin
Mumpung duitnya masih utuh (semoga, amiin.....hihihihi), ada yang mau mencari berkah dan barakah tidak???? Kalau mau, silahkan dengar cerita Earth kali ini ya.....cerita ini tentang seorang bapak yang sudah tua dan sebuah masjid.... kita mulai yaaa.....
Pada bulan puasa Romadhon tahun 2012 kemarin, seorang Bapak tua mendapat jadwal mengisi ceramah di sebuah masjid di Desa Kelurahan. Desa itu namanya memang Kelurahan. Kebetulan letak desa itu dari rumah si Bapak tua itu tidak bisa dikatakan jauh sekali, tetapi dikatakan dekat pun juga tidak. Kurang lebih sekitar 5 km. Kebetulan Bapak tua ini memang biasa mengisi ceramah-ceramah di masjid-masjid terdekat. Tetapi mengisi di masjid di Desa Kelurahan itu biasanya saat Sholat Jum'at saja, saat sholat tarawih jarang, karena jalan menuju desa itu gelap sekali, sepanjang jalan menuju desa itu adalah hamparan sawah.
Hingga pada suatu ketika, ada seorang teman dari Bapak tua ini yang bercerita kepada Beliau, bahwa sebelum meninggal, teman ini ingin sekali menyumbangkan uangnya buat kemaslahatan umum, dan bertanya ke Bapak tua ini, kemana enaknya dirinya dapat menyumbangkan uangnya. Si Bapak tua ini sangat bersyukur dalam hati, kalau ini memang jalan yang di berikan Alloh semoga Alloh memudahkan niat baik dan do'anya. Maka si Bapak tua memberikan saran, kalau teman ini berkenan, membeli tanah dan mewakafkannya ke Kampung Kelurahan untuk dapat dibuat masjid disana. Dan alhamdulillah, segala puji bagi Alloh SWT, si teman ini menyetujui saran dari Bapak tua ini setelah melihat langsung kondisi masjid itu.
Akhirnya, dibelilah tanah disamping Masjid Desa Kelurahan itu, dan diwakafkan ke Desa tersebut dengan perjanjian bahwa tanah wakaf tersebut hanya untuk pendirian masjid saja tidak boleh lainnya. Sekarang yang menjadi kendala adalah, bagaimana mencari dana untuk pendirian masjid itu. Si Bapak tua ini merasa langkahnya tidak sepanjang dulu seperti saat masih bekerja. Beliau sudah pensiun. Tetapi Beliau tidak mau menyerah. Dari beberapa teman, perkumpulan, beliau selalu sharing tentang kondisi masjid tersebut. Tetapi dana belum terkumpul. Akhirnya si Bapak mengambil keputusan. Beliau mengumpulkan putra-putrinya, dan meminta ijin untuk menjual tanah yang seharusnya diwariskan kepada anak-anaknya, untuk dana pembangunan masjid. Dan anak-anak Beliau ternyata mengijinkan, dan diperolehlah dana untuk modal awal pembangunan masjid itu. Alhamdulillah.
Dibuatlah kesepakatan dengan desa, bahwa dana akan diserahkan seluruhnya kepada desa itu untuk pembangunan masjid, tetapi desa juga harus membantu, dari kas desa, dari hasil panen warga untuk sedikit disumbangkan dan dari perorangan. Dan pelaksanaannya dilakukan oleh warga kampung itu sendiri pula, yang mampu bekerja sebagai tukang kayu, tukang batu dll. Makan dan minum pekerja ditanggung warga bergantian, disediakan oleh ibu-ibu semampunya. Gotong Royong. Kalian bisa membayangkan, jaman sekarang masih ada gotong royong seperti itu? Subhannalloh..!!!!
Si Bapak tua pun tidak berhenti sampai disini. Beliau mengajak lagi semua orang, kenalan, komunitas, teman bermain olahraganya, bahkan semua saudaranya : adik, anak, cucu, semuanya, agar mau melihat kondisi masjid itu dan ikut membantu sekedarnya seikhlas mungkin. Karena bahan-bahan material tentu saja tidak bisa diupayakan sendiri oleh warga, tapi memang harus membeli. Dan alhamdullillah sekarang pembangunan masjid sudah berjalan dan hampir 60%.
Nah...inilah cerita Earth...
Kalau teman-teman ada yang berkenan untuk turut membantu pendirian masjid di Desa Kelurahan itu, silahkan menghubungi Earth melalui email di nfr.earth@gmail.com atau melalui twitter Earth di @EmakEarth baru nanti akan Earth lampirkan no kontak untuk menghubungi Earth dan InsyaAlloh amanah teman2 akan Earth langsung sampaikan ke si Bapak tua tersebut.
Ini adalah upaya terakhir Earth membantu Bapak tua itu....
karena.....Bapak tua itu adalah orang yang membesarkan Earth sampai menjadi sekarang ini....
ayo Bapak,.......se\m/angaaattt.....
kita jangan menyerah yaaaa
Bismillah.......
ayo teman-teman, kalian yang menjadi apinya ya
disini sudah tersedia sekam nya
Barakallah....
amiiinnn Ya Robbal 'alamin
Selasa, Oktober 16
Bosan,...sangat !!!
Kalian pernah merasa bosan ??? Bosan yang amat sangat ???
Saat ini Earth merasa bosan....sangat bosan...sungguh sangat-sangat bosan....bosan untuk melakukan apa-apa. Tapi tidak bisa. Tidak bisa tidak melakukan apa-apa. Dikantor, sepertinya malas mengerjakan apapun saat ini. Tapi tidak bisa. Tidak bisa tidak melakukan apa-apa. Karena ada anak buah yang duduk diseberang ruangan Earth, walaupun dia tak dapat melihat Earth mengerjakan apa kecuali dia masuk ke ruangan Earth. Tapi tidak bisa tidak melakukan apa-apa. Earth tetap harus melakukan validasi atau approve atas Case Management yang masuk di dashboard komputer Earth, tetap memberikan disposisi atas beberapa surat masuk, bahkan beberapa yang penting harus kita bahas bersama. Karena Earth juga tak pintar-pintar amat, cuman lebih beruntung karena posisi Earth saat ini menjadi ibu buah dan dia menjadi anak buah. Sehingga Earth juga harus sharing dan harus mau menerima masukan.
Earth ingin bisa menggambar, sehingga bisa menggambarkan kebosanan ini dimana gambar Earth nanti akan terlihat seperti sulur-sulur hitam yang membelit dan menyeret kita ke alamnya disaat mata kita tetap terjaga. Karena sebenarnya kita tahu bahwa kita sedang bosan. Tapi Earth tak pintar menggambar, bahkan jika menggambar pemandangan akan menggambar macam anak SD yang monoton dengan dua gunung berdampingan, dengan jalan lurus yang membelah kertas gambar menjadi dua bagian simetris kiri dan kanan, dengan sawah yang digambar bak rumput satu dua batang, dan kalau sedikit lebih imajinatif maka akan Earth gambar sebuah pohon dipinggir jalan itu, sementara matahari akan berada di pojokan atas. Goresan tangan Earth begitu parah. Bahkan saat my little son menyuruh emaknya ini menggambar monster (dipaksa harus mau dan tak bisa menolak), monster Earth berbentuk kotak, persis Spongebob jadi robot.
Earth ingin bisa main gitar, sehingga bisa mengalunkan melodi-melodi kebosanan menjadi melodi bernuansa antah berantah yang terkombinasi asyik sehingga akan membuat banyak orang terpesona pada Earth (entah pada orangnya, entah pada melodinya). Yang paling tidak Earth akan menikmati petikan gitar dari tangan Earth sendiri, sambil merem melek.
Earth ingin bisa menyanyi semerdu buluh perindu, walaupun Earth sendiri tak tahu bentuk langsung si buluh perindu itu. Dan saat Earth menyanyi lagu kebosanan, lagu itu akan berubah menjadi nyanyian surga yang bisa menghipnotis banyak orang, tetapi intinya bisa membuaikan Earth sendiri. Earth pasti akan menikmati alunan dan syair lagu itu. Meliuk-liukkan badan mengikutinya, dan Earth pasti pakai baju sutra putih panjang yang tipis berlapis-lapis dan berumbai-rumbai bak putri-putri raja tapi bukan putri dari kerajaan di Indonesia apalagi dari kerajaan Jawa tentu saja.
Earth ingin bisa bikin puisi, karena dari kebosanan itu kan menjelma menjadi puisi-puisi puitis, dimana para pujanggapun akan terperangah karenanya. Tapi tak mungkin itu, karena puisi selain sulit dipahami, juga tak terlalu menyenangkan untuk dipahami Earth, si manusia yang rasa puitisnya entah kemana sehingga membuat puisi mungkin akan berubah pantun, dan sungguh sangat berbahaya sebab pantunnya bisa jadi adalah pantun yang tak bisa dibalas karena a-b-a-b yang menjadi dasarnya bisa berubah berkonsonan x-x-x-x
Begitulah.... saat bosan dan kebosanan yang amat sangat sedang membelit dan mencekik leher Earth sehari ini...hasilnya cuman ini.
Ya..cuman ini, yang kalian baca saat ini
Membosankan bukan ???
Selasa, September 25
Bedebah
Semalam Earth berusaha menyelesaikan satu buku yang sudah ngendon satu bulan dikamar. Buku itu termasuk beberapa buku yang lama terlantar karena ada beberapa seri drama korea yang mencuri perhatian...#eaaaaa...
Lho, bukankah hidup itu harus seimbang? Jadi kalo Earth suka musik hingar, metal yang nge-ground habis, dan bukan lagu-lagu K-Pop, maka jangan kaget kalo Earth juga bakal termehek-mehek dengan tumpukan tisue akibat melihat film drama termasuk seri drama korea ini...wihihihihi...
Buku apa yang kembali mencuri perhatian Earth saat itu ? Hmmm..... buku ' Negeri Para Bedebah' karangan Tere Liye. Kenapa mencuri perhatian ?? hmmm...gaya bahasa yang lugas, tanpa takut.....dan ha ha ha ha ha....dari baca buku itu, baru Earth tahu arti sebenarnya dari pernyataan 'Dampak Sistemik' saat keputusan bail out Bank Century. Entah buku itu kisah nyata, entah satir dan menyindir masalah Bank Century dan apa yang terjadi saat itu 'dulu' ..... yang jelas, itu hanyalah sebuah novel. Dengan pengantar : Cerita ini adalah fiktif. Apabila ada kesamaan nama, tokoh, tempat, dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan belaka. :)
Dulu Earth sempat dengar gebyar film "Hafalan Shalat Delisa" begitu banyak yang membicarakan. Tapi Earth gak lihat filmnya ataupun membaca bukunya. Dan saat Earth jalan-jalan di toko buku, judul 'Negeri Para Bedebah' menyita perhatian Earth saat itu. Jadi Earth tak tahu buku-buku karangan Tere Liye lainnya (means : gak pernah baca bukunya). Ternyata gaya penulisannya asik, dan baca dari beberapa berita, buku-buku karangan Tere Liye banyak membuat orang menangis karena terharu seperti Hafalan Shalat Delisa itu. Hmmm.... mungkin saatnya berburu lagi, tapi ada pula ulasan seseorang yang menyatakan bahwa banyak karangannya yang girly habis. Nah, kalo genre nya girly, emang Earth kurang terlalu suka sekarang, mungkin karena faktor " U " ya ?? heheheheh.... umur maksudnya !!!
Nah, buku 'Negeri Para Bedebah' ini bukan girly, bahkan kau langsung merasa bahwa sang pengarang adalah laki-laki.... tapi yang pernah membaca beberapa buku Tere Liye lainnya selalu menebak dia adalah perempuan. Itulah hebatnya penulis, bila dia bisa berperan dalam beberapa karakter. Arti 'bedebah' di buku ini bisa jadi adalah seorang yang benar-benar pintar, pintar yang artian harafiah adalah pintar = pandai yaitu seorang mahasiswa yang sangat pandai sehingga para dosen dalam pembicaraan antar dosen menjuluki mahasiswa itu dengan 'bedebah'. Tapi kemudian bedebah nya bisa juga berarti pintar = licik, dan kemudian bedebah nya akan bisa berarti bedebah yang benar-benar bedebah.....hahahahahaha.
Ocre,...seperti biasa, Earth bilang : 'Every books will open our mind' ....always like that. Dari halaman di buku itu, yang paling berkesan ada di halaman 292, saat percakapan Tommi dengan Opa nya. Check it out.....!!!
Ada banyak momen spesial ketika kita belajar sesuatu. Termasuk saat kita sudah remaja atau tumbuh dewasa. Kata Opa, " Melakukan perjalanan, bertemu banyak orang, membuka diri, mengamati, mencoba sendiri, memikirkan banyak hal, adalah cara tercepat belajar. Kau bisa jadi tukang kayu yang baik jika berhari-hari mengunjungi lapak tukang kayu yang sedang sibuk membuat meja, kursi, pintu dan sebagainya. Kau juga bisa menjadi tulang las, tukang cat, pembalap, penembak, penjahat atau apapun jika menghabiskan waktu bersama orang-orang dengan profesi itu. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadarinya, menghabiskan hari dengan rutinitas itu-itu saja tapi pengetahuannya tidak berkembang. Bagaimana mungkin, misalnya, kau setiap hari menumpang kereta, tapi tidak pernah tahu bentuk ruangan masinis". Opa terkekeh. "Kalau kau autodidak yang baik, kau bahkan sudah bisa mengemudikan kereta, Tommy."
Benar - benar ini adalah negeri para bedebah !!!!!
Did U get it ????
:))
Rabu, September 19
Mainstream alay VS Jaim jadul
Apakah nyawa teman-teman masih dalam suasana lebaran? Hihihii......udah enggak kali yeee...... udah lama berlalu juga. Hmmm..... Tapi masih dong, mengingat saat-saat mudik dan berkumpul bersama keluarga saat lebaran kemarin ?? It's means, masih mengingat masa-masa bisa cuti, kumpul bareng keluarga, saudara, dan mungkin juga ketemu teman lama. Karena biasanya moment lebaran banyak dipakai untuk reuni-an. Sama dengan Earth, malam lebaran, jam 1 malam diundang reuni dengan teman-teman SMA...hihihi..untung saat itu Earth belum tidur. Gimana mau tidur, karena malam takbiran sebagai puasa terakhir itu biasanya merupakan puasa yang puaaliiiing bikin capek. Karena kebetulan ortu sekarang adalah orang-orang yang ditua-kan diantara saudara-saudaranya. Dan hasilnya, setiap hari terakhir puasa, Earth yang sudah mudik ke Solo, kejatah bantu Ibu menyiapkan semua ubo rampe menyambut tamu besok paginya setelah Sholat Ied. Dan biasanya Earth baru start tidur pukul 2 atau 3 malem, dan kegiatan terakhir ditutup dengan menyiapkan baju anak-anak dan suami buat Sholat Ied. Begitu terus setiap tahun dalam beberapa tahun terakhir ini.
Nah, Earth mo cerita tentang masa-masa reuni dan bertemu dengan kawan lama, yang kebetulan dapat 2 undangan, reuni teman SMA di Sukoharjo dan reuni teman Prodip STAN yang domisilinya asli di Madiun. Ada cerita asik dan nyesek saat 2 reuni itu berlangsung. Asiknya adalah saat mengetahui yang badannya berubah bentuk bukan cuman badan Earth...hahahahahh..ternyata teman-teman ku yang dulu langsing sing sing.... bisa gemuk juga. Jadi Earthnya gak minder lagi..... aciiikkk...... !!! :)
Cerita nyeseknya ?? hahahahha....Yes,... cerita dimana Earth banyak disindir dan yaaa... sedikit banyak dibujuk rayu untuk sesuatu yang saat ini Earth masih gak kepingin punya. Dan apakah itu ??? hahahha.....itu adalah benda that U can call it : BB .... hihihihihii
hmmm..saat itu sindiran temen adalah : "Yuk, kita patungan buat beliin Earth, BB yuuukkk..!!"
wahahahahhaha.....keren kan...... :)
Hal ini sama saat dulu booming FB pertama kali (something that I called it F*ck Book)....dimana setiap ketemu teman, baik teman lama, teman baru, ketemu saudara, selalu yang ditanya sesudah ngobrol basa basi (bahkan ngobrol asik), ujung-ujungnya : "Alamat FB mu apa?" ..... (hiks hiks hiks !!!)
Dan sekarang setiap ketemu semua jenis manusia, yang ditanya mereka ujung-ujungnya adalah : "No pin mu berapa???" ............ (hiks hiks nya jadi 10 kali)
Oke, mari kita lacak jejaknya simbah Google dulu, lihat hasilnya, and..... here we go :
Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia sudah lama didapuk
sebagai pengguna Facebook kedua terbesar di dunia setelah Amerika
Serikat. Namun, kini India berhasil menyalip Indonesia dan mengambilalih
posisi tersebut.
Menurut data statistik terbaru dari Socialbakers, India kini menggantikan posisi Indonesia sebagai pengguna Facebook kedua terbesar di dunia dengan jumlah 43,49 juta. Sedangkan peringkat Indonesia kini bergeser ke peringkat ketiga dengan jumlah pengguna Facebook 43,06 juta, hanya selisih empat ratus ribuan user saja dari India. Di puncak teratas, masih diduduki oleh Amerika Serikat dengan total pengguna Facebook mencapai 155,7 juta.
Menurut data statistik terbaru dari Socialbakers, India kini menggantikan posisi Indonesia sebagai pengguna Facebook kedua terbesar di dunia dengan jumlah 43,49 juta. Sedangkan peringkat Indonesia kini bergeser ke peringkat ketiga dengan jumlah pengguna Facebook 43,06 juta, hanya selisih empat ratus ribuan user saja dari India. Di puncak teratas, masih diduduki oleh Amerika Serikat dengan total pengguna Facebook mencapai 155,7 juta.
(http://metrotvnews.com/read/news/2012/02/02/80610/India-Salip-Jumlah-Pengguna-Facebook-Indonesia)
Menurut catatan Social Bakers, dalam dua minggu terakhir untuk urutan
usia, pengguna Facebook di Indonesia dengan porsi terbesar diduduki
oleh pengguna berusia 18 - 24 tahun dengan jumlah pengguna 17,597,110
orang, kemudian diikuti oleh pengguna yang berusia 25-34 tahun.
(http://jagadbebas.blogspot.com/2012/06/indonesia-peringkat-ke-4-pengguna.html)
Kalo yang ini berita lama, tapi masih bisa kita sandingkan pula :
Setelah masuk Asia, ternyata Indonesia pengguna jejaring sosial Facebook
terbesar di Asia, itulah hebatnya Indonesia, sepertinya Indonesia
sangat “agresif” dalam hal pengguna teknologi. Dari pengguna internet 39
juta, 38 juta adalah pengguna jejaring sosial facebook, sangat luar
biasa.
(http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/08/24/indonesia-pengguna-facebook-terbesar-di-asia-dan-di-dunia/)
Bagaimana dengan Blackberry ?...mari kita lanjutkan pelacakannya,....:
RIM atau istilah kalau masyarakat indonesia menyebut blackberry masih
menjadi idola masyarakat indonesia meski di negara tetangga sudah
sedikit di tinggalkan namun di indonesia masih menjadi ponsel yang
banyak digunakan untuk kategori smartphone,dan saat ini indonesia
menempati pertama negara di asia pengguna blackberry terbanyak,salah
satu fitur yang paling banyak di pakai dibutuhkan adalah blackberry
messenger sehingga masyarakat indonesia susah untuk meninggalkan.
Ericsson consumer lab mencatat di indonesia blacberry menjadi yang pertama dengan 27% lalu disusul symbian android dan windows phone,dan uniknya di indonesia smartphone 92% hanya di gunakan untuk sms dan telefon,mungkin masyarakat kita kadang tidak memaksimalkan smartphone hanya menjadikan smartphone sebagai suatu gengsi saja (http://www.bagaikan.com/2012/09/indonesianegara-pengguna-blackberry.html)
Ericsson consumer lab mencatat di indonesia blacberry menjadi yang pertama dengan 27% lalu disusul symbian android dan windows phone,dan uniknya di indonesia smartphone 92% hanya di gunakan untuk sms dan telefon,mungkin masyarakat kita kadang tidak memaksimalkan smartphone hanya menjadikan smartphone sebagai suatu gengsi saja (http://www.bagaikan.com/2012/09/indonesianegara-pengguna-blackberry.html)
wihihihihi....hanya untuk gengsi saudara.....kita lanjut yaaa... karena sekarang lagi musim twitter kan...
Jakarta (ANTARA)-- Indonesia memasuki urutan ke-4 terbesar pengguna
twitter dan urutan ke-2 pengguna facebook di dunia, dengan 35 juta
pengguna yang menunjukkan pesatnya pertumbuhan industri ICT (information
technologi communication) di dalam negeri. (http://id.berita.yahoo.com/indonesia-urutan-ke-2-terbesar-pengguna-facebook-025416888.html)
Hmmm...bagaimana ? beberapa pelacakan selalu menunjukkan setiap ada menu baru yang ditawarkan di dunia persilatan, eh....hehehehe, di dunia komunikasi maksudnya, dari mulai merek hp sampai fasilitas social media selalu laris manis kalau di negara kita tercinta Indonesia ini. Beberapa waktu lalu, saat menjelang lebaran itu pula, Earth harus mengantar saudara untuk membeli handphone baru, kebetulan usia saudara ini sudah diatas 50 tahun. Beliau saat itu di market, bukan mencari Hp yang benar-benar diperlukannya, sampai-sampai penjual menawarkan merek yang cocok untuk beliau, BB baru tapi bukan yang terbaru, biar tak terlalu ribet, karena beliau terlihat memang gaptek. Tapi jangan salah, beliau tetap memilih BB yang 'terbaru', yang punya fasilitas touch screen dan key manual....dan alasan beliau adalah, beliau tidak mau kalau bertemu teman-temannya semua pakai Hp yang touch screen...hihihii... semua fasilitas internet, socmed selain bbm, beliau tak tahu dan tidak bisa menggunakannya. Bahkan terakhir bertemu, beliau masih bingung mengoperasikannya... hadoooh...
Masih ingat tidak, saat Indonesia booming tanaman gelombang cinta, ephorbia, dll dulu??? yang setiap orang begitu bangganya menghitung jumlah rupiah dari setiap lembarnya? Semua teman, saudara, orangtua, begitu mengelu-elukannya.... dan Earth??? weheheheh...tetep laaah.....manusia cuek bebek tak berperasaan yang menganggap semua itu hanyalah angin lalu yang sejenak lewat membuaikan orang untuk membuat mereka lupa sejenak atau bahkan tertidur.... Sok banget kan Earth ? hihihihi.... Tapi beberapa saat setelah booming tanaman itu lenyap, Earth dapat untung juga, tanaman-tanaman tersebut yang dulunya begitu muahaaall dan kemudian bahkan sekarang harganya 'biasa banget', lumayan banyak ada di rumah Earth. Beli ??? gak tuh, dapat hibahan dari orangtua !!!...beliau mengembang biakannya.....hehehhehe....
Nah, mari kita kembali ke topik awal, silahkan simak :
(http://chip.co.id/news/read/2012/09/18/3233424/Indonesia,.Pasar.Teknologi.Superpower.di.Asia)
Beberapa analis bahkan menempatkan Indonesia sebagai “the next big
thing” dalam hal pasar teknologi, tokoh di balik SparxUp 2012,
Konferensi Technologi terbesar di Indonesia, sependapat dengan
pernyataan tersebut. Chairman Rama Mamuaya telah berjejaring dengan
banyak sekali pihak yang tertarik untuk berada di pasar Indonesia yang
luar, pasar mobile ataupun internet dan apa pun yang berkaitan dengan
keduanya.
Blaast, perusahaan teknologi mobile berbasis di Finlandia
memprioritaskan Indonesia untuk peluncuran produk terbarunya. “Indonesia
muncul sebagai salah satu negara superpower di Industry Mobile,
kombinasi dari 240 juta populasi penduduknya yang muda dan sangat
antusias terhadap teknologi dan infrastruktur yang terus berkembang
menempatkan indonesia sebagai negara Mobile pertama yang sangat
menarik. Tersimpan kesempatan yang sangat besar pada pasar ponsel non
smartphone saat ini, begitu pula dengan demokratisasi yang terjadi di
pasar Smartphone yang semakin dekat. Alasan inilah yang menjadikan kami
memprioritaskan Indonesia” ucap CEO Blaast, Joonas Hjelt, salah satu
pembicara keynote di Conference SparxUp 2012.
Jadiii... sebenarnya, bisa jadi kita masyarakat Indonesia itu adalah korban. Korban dari apa? korban dari efek globalisasi, korban dari budaya konsumerisme, dan yang jelas kita adalah korban dari pikiran kita sendiri. Siapa bilang penjajahan itu sudah lenyap? Penjajahan itu bukan hanya terjadi didaerah konflik perang, penjajahan itu tetap ada. Dimana? Diotak kita. Kita dijajah oleh otak kita, yang seharusnya otak kita bisa dipakai untuk berfikir logika, tetapi seringnya otak kita malah berfikir tidak logika, dan itu mempengaruhi kita. Mindset kita dipaksa mengikuti arus arus yang begitu banyak dan deras, tanpa kita berusaha menfilternya dengan daya juang dan keyakinan. Kemarin pula, setelah lebaran berlalu, seorang sahabat yang sudah menduduki jabatan tinggi di suatu organisasi juga bercerita, beliau terpaksa beli BB baru, untuk mendampingi Hp yang biasa beliau pakai, karena teman-teman beliau seangkatan memakai semua. Padahal saat itu beliau malah memakai Hp yang jauh lebih mahal dan lebih canggih. Hehehehe, Earth yakin, sebenarnya kasus beliau saat lebaran pasti sama dengan Earth, karena reuni-an dan beliau merasa gak enak hati kalau tidak mengikuti teman-temannya, beda dengan Earth yang bisa dikatakan manusia Jaim yang Jadul......uhuk..!!
Begitulah...kalau dipikir-pikir berarti ada yang salah dengan semua ini. Bisa jadi Earth juga bagian yang salah tersebut, karena hanya senyam senyum saja saat disindir karena tidak memakai BBM yang sekarang sedang booming. Karena beberapa kulihat, di komunitas itu, share mereka banyak yang gak penting...qqqq.... bahkan seorang kawan lama berkata : "Ayo, Earth, pakai bbm dong, ntar bisa lihat foto-foto yang kita up load." Yaaahh... mainstream sekalee... alay sekaleee...... ihiir..!!
Tapi Earth juga gak boleh dong berpikiran negatif, untuk beberapa pebisnis, komunitas itu sangat perlu juga, harus up to date atas beberapa hal di komunitas itu. Nah, kalau itu baru betul. Beli karena memang perlu, bukan beli karena gengsi.....wehehehehehe... (*ih, ketawa mulu ya).
Eits, jangan salah... Earth juga aktif nge-cuit-cuit lho...Earth punya akun twitter dan masih aktif Earth pakai sampai sekarang, tempat buat sumpah serapah Earth yang gak jelas...hahahahaha.
Jadiii....Earth ini masuk golongan manusia mana?
Mainstream alay atau Jaim Jadul ???
Selasa, Juli 24
Sedekah
Sedekah...apa itu sedekah???....aaahh..tentu saja semua tahu maksud kata sedekah kan. Nah, lama nih Earth gak cerita-cerita disini. Kebetulan, kemarin sore sebelum buka puasa di televisi lokal ada tayangan tentang sedekah. Lupa chanbel apa. Nah, saat itu Earth merasa Enligthtened....tercerahkan!!! Pingin tahu gak kenapa??? Oke, siapin karpet merah ya..si Earth nya mo cerita. Cerita tentang sesuatu yang berkaitan dengan sedekah yang pernah Earth alami. Walaupun ada peringatan bahwa : "Jika kau memberi dengan tangan kanan, maka tangan kiri jangan sampai tahu". Peringatan itu menurut hemat Earth adalah agar supaya tidak terjadi kesombongan pada saat kita telah memberi sesuatu kepada orang lain entah sedekah, zakat, infaq atau apapun sebutannya. Tapi disini Earth ingin sharing aja, siapa tahu ada beberapa kawan yang 'pernah' punya pikiran tentang 'sesuatu' saat kita bersedekah kepada orang lain. That's all...tak ada maksud lain selain itu. Mumpung suasananya tepat nih, pas puasa-puasa. Biar berkah..gituuu... :))
Dalam tayangan televisi divisualisasikan tentang seorang suami curhat kepada istri karena merasa 'salah' memberikan sedekahnya kepada orang yang 'salah'. Si suami bilang :" Bu, tadi saya memberi sedekah kepada 3 orang. Orang yang pertama saya beri ternyata kata orang adalah seorang pencuri, lalu seorang ibu-ibu janda yang ternyata kata orang adalah bekas pelacur, dan kemudian orang yang ketiga adalah kakek-kakek yang ternyata kata orang adalah orang kaya. Bagaimana ini bu, aku salah memberikan sedekah."
"Bapak ini, kalau sudah memberi ya sudah, pada saat memberi bapak ikhlas kan? Walau ada orang yang berkomentar, biarkan saja pak, InsyaAlloh bapak dapat berkahnya kok," sambil tersenyum mengademkan hati sang suami, si Istri itu menjawab.
Sesaat kemudian ada tayangan visualisasi tentang ketiga orang yang tadi baru saja disedekahi oleh si suami. Si pencuri membelikan makanan kesayangan anaknya, dan si anak yang begitu gembira dan bersyukur karena sudah lama tak pernah makan ayam goreng kesukaannya, lalu si janda bekas pelacur yang bisa membawa anak perempuannya ke rumah sakit untuk berobat sehingga si anak besoknya minta untuk dapat sekolah karena sudah merasa lebih baik, kemudian si kakek yang katanya orang kaya tersebut, saat makan bersama istrinya didatangi oleh pengemis yang tidak diperbolehkan istrinya memberi sesuatu kepada pengemis, tetapi si kakek itu tetap memberi uang kepada pengemis itu dari uang sedekah si suami tadi. Subhannalloh..ternyata uang sedekah sang suami tadi tetap bermanfaat kepada orang lain yang memang membutuhkan.
Dan adegan itu ditutup oleh Ustad Quraisyi Shihab, bahwa semua orang dimuka bumi ini adalah saudara, dan sebaik-baiknya seorang muslim adalah yang mau menjaga saudaranya. Janganlah kau pikirkan mereka itu adalah muslim atau non muslim. Sama saat Nabi Muhammad akan bersedekah kepada umatnya, dan sahabat Nabi bilang bahwa orang yang akan disedekahi oleh Nabi adalah orang yang tidak mau masuk Islam, dan hampir Nabi tidak jadi memberikan sedekahnya. Saat itulah Alloh menegur bahwa kewenangan membuka hati dan memberikan hidayah kepada orang lain itu adalah kewenangan Alloh bukan kewenangan Nabi Muhammad. Dan Nabi dianjurkan untuk tetap bersedekah kepada siapapun tanpa kecuali.
Hmmm..saat itulah Earth mendapat pencerahan. Karena apa yang dialami oleh sang suami dalam cerita diatas juga pernah Earth alami. Earth merasa orang yang datang kepada Earth saat itu awalnya memang benar-benar orang yang wajib di sedekahi. Tapi kemudian setiap Sabtu saat Earth dirumah, si ibu itu selalu datang dan menceritakan masalah keuangan yang sedang menghimpitnya. Mulai dari anaknya yang akan masuk kerja tapi tak punya uang buat mendaftar. Kemudian Sabtu depannya menceritakan si anak yang sudah keterima tapi di kota lain dan perlu ongkos untuk kost. dan terus terus setiap Sabtu pasti datang dengan masalah yang berbeda. Dan mana sampai hati kita untuk tidak memberi bantuan kepada si ibu tersebut. Tapi lama-lama suami Earth curiga, sehingga pada saat si Ibu itu datang, suami Earth sengaja yang menemuinya. Setelah si Ibu itu cerita tentang kesulitannya, suami Earth memberikan uang dan berkata : "Baik Ibu, ini keperluan ibu saya penuhi, tetapi saya menganggapnya sebagai hutang, tidak seperti istri saya yang memberikannya secara cuma-cuma. Ibu silahkan melunasinya terserah kapan ibu mau melunasinya".
Dan saat itu Earth cuma bengong, hanya melirik suami. Apa nih maksudnya. Setelah si Ibu tadi pulang, Earth tanya pada beliau : "Lhah, Ayah beneran nganggep uang tadi sebagai hutang?"
"Ya enggaklah, Ayah tahu kok si Ibu itu kemungkinan besar gak akan mengembalikan uang kita. ayah sudah ikhlaskan. Ayah hanya memberi pelajaran kepada si Ibu tadi agar tidak menggampangkan sesuatu dan bahkan mungkin sebenarnya rejeki itu menjadi tak halal bagi Ibu tadi karena mungkin, mungkin lho ya, si Ibu tadi sebenarnya selama ini telah berbohong kepada kita." Kata suamiku.
"Jadi kita harus menghentikan si Ibu tadi" Sambung si Ayah.
Heheheheh...Earth akhirnya ngerti maksud si Ayah.
"Lagian, Ibu mah, sudah sekolah tinggi-tinggi, masih mudah aja dibohongin orang," ejek suamiku.
"Yeeee....kan kasian Mas," padahal ini maksudnya Earth mau nutupin kelemahan Earth yang bodoh..hihihihi
"Ya kasihan itu tak seperti itu caranya, tidak mendidik orang sama sekali. Udah tahu dibohongi." Lanjut si yayanknya Earth.
Hahahahah..kejadian itu sudah bertahun lalu. Walaupun sekarang selama Ramadhan, adaaa saja orang datang entah dari mana yang mengatakan sedang membangun masjid A, mushola B, TPA, takjil anak anak santri dll yang daerah-daerahnya bahkan tak Earth tahu dimana itu. Seperti visualisasi di televisi kemarin itulah seharusnya kita bersikap. Siapa tahu sebenarnya sedekah-sedekah kita itu adalah rejeki bagi orang lain selain orang yang kita beri. Asal prinsipnya adalah mencari berkah. Tapi sebenarnya kita juga gak mau ya dibohongi orang.
Jadiii... silahkan aja. Asal satu aja, jangan berhenti bersedekah. Jadi menurut Earth jargon "bersedekahlah dengan ikhlas" sudah tidak tepat lagi. Kalau menunggu ikhlas, ya kapan kita bersedekah. Nah jargonnya diganti aja : "ayo, jangan takut untuk bersedekah, karena bersedekah adalah wajib"...hahahahhaha....
eiitss...sapa juga yang mewajibkan ???
Yang mewajibkan adalah HATI kita...semakin banyak kita bersedekah, semakin kaya hati kita
hmmmm.......
How 'bout that ?????
:))
Rabu, Mei 9
Hope..many hope...they're surround us..!!!
Kemarin malam Earth sudah mulai galau-galau tak jelas..dan itu sering terjadi lebih karena merasa sendirian, feel so alone, need a company. Bercerita kepada suami seringnya Earth hindari bila sedang galau tak jelas seperti itu. Kenapa? karena sang suami juga jauh dari anak-istri, beban kerja dia yang tentunya lebih banyak dari Earth, dan dia tentu akan jauh lebih sedih kalau tahu sang istri sedang sedih, karena tak bisa datang seketika untuk menghibur. Salah satu cara efektif adalah mendekatkan diri padaNya dan ..tidur..!!! atau tepatnya berusaha untuk tidur. Menjaga supaya tears won't coming down, karena Earth benar-benar takut my boys will feel the same as their mother...
Dan saat setelah subuh dan ritual semua selesai dilakukan, perasaan alone itu masih begitu kental terasa. Yang bisa Earth lakuin saat itu hanya duduk diatas kasur, menekuk lutut, memasang head set dan memejamkan mata... Yes, I bent my two legs, put my headset, began close my eyes, till the sun began to feel of my skin... bahkan
saat itu lagu yang kupilih bukan lagu-lagu melow...sudah kupilih lagu
yang penuh distorsi, penuh growl dan scream....karena itu akan menjagaku
untuk tidak mengeluarkan airmata...... n' then.. i've tried to keep busy in my work at the office..... Yeah..seems like you have nothing to prove...need something to cheers me up.......aarrgghh..........what a sadness morning..!!!..... :(
Kalau kemarin Earth menjaga agar airmata tak tumpah, maka pagi tadi Earth beneran gak bisa menahan airmata..kenapa?? masih bad mood? tidak!!!! Earth liat tayangan di salah satu televisi swasta negeri, yaitu saat tayangan profile 3 orang wanita yang luar biasa. Walaupun hanya sekilas, karena beliau-beliau itu dikandidatkan untuk menerima award apa gitu, lupa Earth. Beliau-beliau adalah para pendiri YKAKI. Apa itu ? Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia. Airmata Earth tumpah saat melihat beberapa anak-anak berkepala botak yang ditayangkan di televisi, betapa mereka masih begitu kecil, sudah terkena kanker. Tetapi mereka terlihat bahagia di Rumah singgah itu. Ya, rumah singgah yang didirikan oleh YKAKI bagi para orangtua yang anaknya terkena kanker, yang tinggal di pinggiran kota Jakarta ataupun di luar kota Jakarta. Orangtua yang harus datang ke Pusat Ibukota karena harus membawa anak-anak mereka berobat. Dan pengobatan itu tidak hanya sehari dua hari, bisa memerlukan waktu lama karena harus melakukan terapi bagi buah hati mereka.
Di televisi memberitakan bahwa para orangtua itu tidak dipungut biaya apapun. Anak-anak, pasien kecil itu diberikan fasilitas bermain dan belajar. Makan juga gratis. Tempat tinggal yang bersih dan bisa dikategorikan bagus untuk ukuran rumah singgah. YKAKI diberitakan menyewa rumah itu 7 juta setahun kalau tidak salah. Karena penasaran apakah beneran gratis, maka Earth mulai pencarian, search YKAKI dari google. Dan dari website YKAKI, kembali Earth harus mengambil tissue, saat melihat foto-foto para pasien kecil yang sedang bermain, sedang belajar dengan penuh kegembiraan, dan foto beberapa yang sedang dalam pengobatan. Dan kebanyakan dari mereka sudah botak....dan ada yang in memoriam, mereka sahabat kecil kita yang mendahului kita karena kanker..... :((
Di web itu ternyata orangtua hanya dikenakan 5000 perhari selama tinggal disana, sudah dapat makan, tempat yang layak / tidur, pendidikan/belajar untuk anak-anak pederita kanker dengan guru-guru yang disediakan, bahkan transportasi antar jemput bagi orangtua yang jauh.. Subhannalloh... Ya Alloh, berkatilah mereka semua yang terlibat disana dan memberikan bantuan disana..amin ya robbal alamin...
Senangnya melihat mereka yang mau mendirikan yayasan dan rumah singgah itu. Sekilas para pendirinya adalah orang kaya/mampu. Dan itu merupakan nilai tersendiri, karena empati orang kaya tak sebanyak empati orang tak punya. Jadi ketika Earth dengar ada orang kaya yang tidak 'lumrah' seperti beliau-beliau pendiri YKAKI ini, rasanya lebih mengena daripada para 'sosialita' yang menurut Earth terbaca sebagai "Sok Sosial" dengan penggalangan dana yang digembar-gemborkan di media, tetapi aktualisasinya kurang jelas. Atau para ibu-ibu kaya yang hidup penuh dengan arisan dan jalan-jalan yang menjadi bagian dari arisan mereka dan sesekali ditutup dengan kamuflase mengunjungi anak-anak di panti asuhan. Hmm... walaupun sekecil apapun tindakan kebaikan sebenarnya ibadah juga dan berbuah kebaikan kepada mereka. Ya sudah..kita beri applaus juga dan point buat kebaikan ditengah royalnya arisan.. :)
Apa yang YKAKI lakukan itu berkebalikan dengan tanyangan video kiriman teman yang memperlihatkan seorang ibu yang memukuli anak kandungnya yang baru berumur 1 tahun. Tak habis pikir, kesalahan apa yang dilakukan anak berumur 1 tahun???? dan yang merekam pun, bagaimana bisa dia tak mengambil sesegera mungkin si bayi yang dipukuli, bahkan merekam dan hanya mengingatkan si Ibu penyiksa ....aaahhh... ingat Ibu : bayi itu belum bisa bekerja,Ibu..!!! bayi 1 tahun itu ngomong pun belum bisa jelas, Ibu!!!...bayi itu hanya 'baru' diberi kemampuan untuk menangis, ibu..!! JADIIII,......... apa yang kau harapkan atas bayimu yang baru berumur 1 tahun itu, Ibu?? ....aaahhhh...dan layakkah kau dipanggil IBU..????? Sementara para relawan, para guru, para pendiri YKAKI...mereka merawat anak-anak yang bahkan Earth yakin mereka tak kenal sebelumnya. Mereka mau berbagi, memberikan uluran kasih, mengusap kepala mereka,memberikan edukasi dan pengetahuan......begitu ironisnya.
Di Jogja, di sekitar rumah, sering Earth lihat seorang bapak mengajak anaknya yang cacat mental.. si Bapak menyusuri sepanjang jalan kota Jogja terutama di daerah Sleman rutenya. Si Bapak membawa tongkat panjang, yang kadang dipakai untuk menggandeng anaknya yang mengikutinya dari belakang. Dan sering pula kita lihat tayangan di televisi seperti Orang Pinggiran, Jika aku menjadi, dan lain sebagainya... yang menceritakan kondisi keluarga miskin yang mempunyai anak terbelakang atau cacat mental. Earth selalu berpikir, apa yang terjadi dengan anak-anak itu, saat Bapak mereka, atau orang-orang yang selama ini mengasuh mereka suatu saat meninggal lebih dulu dari anak-anak terbelakang ini? Apakah negara yang diwakili oleh Pemerintah Daerah setempat akan mengambil mereka untuk dipelihara seperti yang di cantumkan dalam Undang-Undang Dasar Negara kita?
Begitulah... selalu, setiap pertanyaan yang Earth rasakan, tak pernah tahu harus disampaikan kemana, dan jawabanpun tak seharusnya mendapat harapan untuk terjawab. Dan pada akhirnya kita hanya bisa membantu semampu kita, apa yang kita bisa dan kita mampu untuk membantu mereka. Seperti yang YKAKI lakukan. Atau seperti yayasan-yayasan amal lainnya yang non profit, yang benar-benar tidak mengambil keuntungan, yang benar-benar menggratiskan bagi mereka yang tak mampu yang membutuhkan. Bravo buat mereka. Semoga Alloh memudahkan..amin..
Dan sudah seharusnya Earth tak perlu menyedihkan keadaan Earth sekarang yang merasa sendiri, galau tak jelas, atau apalah itu...kalau membayangkan kita pada posisi mereka yang lebih dan sangat memerlukan banyak teman dan harapan....
Hope......
Yes, there's always surround.....
among us...!!!
Langganan:
Postingan (Atom)




.jpg)




